beritabatam.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Figur
  • Olahraga
PRICING
SUBSCRIBE
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Figur
  • Olahraga
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Kepri

Soerya Respationo: Wawasan Kebangsaan Belum Terjiwai, Hukum Tak Lagi Jadi Panglima Tapi Jadi Alat

Berita Batam by Berita Batam
Agustus 14, 2026
0
Guru Besar Ilmu Hukum, Prof. Dr. HM. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M., Saat jadi narasumber pada Dialog Wawasan Kebangsaan PKSS dan RRI Batam,
(13/08/26).
Foto: Beritabatam

Guru Besar Ilmu Hukum, Prof. Dr. HM. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M., Saat jadi narasumber pada Dialog Wawasan Kebangsaan PKSS dan RRI Batam, (13/08/26). Foto: Beritabatam

Batam | beritabatam.co – Pandangan kritis mengemuka dalam Dialog Wawasan Kebangsaan bertajuk “Perkuat Wawasan Kebangsaan Dalam Menjaga Karakter Anak Bangsa” yang digelar DPP Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan [PKSS] bekerja sama dengan RRI Batam, Kamis [13/08/26] di Politeknik Negeri Batam.

Guru Besar Ilmu Hukum, Prof. Dr. HM. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M., membuka paparannya dengan komplain ringan soal keterbatasan waktu bagi narasumber, yang menurutnya hanya diberi 5 sampai 10 menit untuk membahas tema seberat wawasan kebangsaan.

“Baru kulit. Bagaimana bisa menyentuh ke sanubari? Tapi tidak apa-apa,” ujarnya disambut tawa peserta.

Soerya kemudian mengajak peserta menengok kembali pesan Presiden Soekarno pada tahun 1965 bahwa membangun suatu bangsa tidak harus dimulai dari fisik dan ekonomi, tetapi dari pembangunan kepribadian manusia Indonesia terlebih dahulu.

Ia mundur lebih jauh ke abad ke-14, mengutip Kitab Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular yang memuat kalimat Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Artinya, biarpun berbeda-beda tetapi tetap satu juga, dan tidak ada kebenaran yang mendua.

Menurut mantan Wakil Gubernur Kepri itu, kalimat tersebut harus menjadi pegangan dasar dalam bicara wawasan kebangsaan.

“Kalau kita masih membeda-bedakan siapa kita, apa suku kita, apa agama kita, berarti kita belum betul-betul menjiwai Bhinneka Tunggal Ika. Kita belum menjadi manusia Indonesia yang sejati,” tegasnya.

Ia bahkan menyinggung kecenderungan menjadi manusia munafik. Bagi yang Muslim, ia mengutip Al-Qur’an Surah Ash-Shaff ayat 2-3 yang artinya: Wahai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan. Sungguh merupakan kebencian bagi Allah bagi mereka yang mengatakan sesuatu yang tidak mereka kerjakan.

“Kita sekarang banyak omdo, omong doang. Kita bilang kita satu Indonesia, tapi masih mempersoalkan dari mana kita berasal, apa agama kita. Artinya wawasan kebangsaan itu masih belum firm, belum terjiwai,” ujarnya.

Dari perspektif ketatanegaraan, Soerya menyoroti Pasal 1 Ayat 3 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan Indonesia adalah negara hukum atau rechtsstaat, bukan negara kekuasaan.

Namun, kata dia, kondisi saat ini berbalik. Hukum tidak lagi menjadi panglima, melainkan menjadi alat untuk kepentingan.

“Hukum itu terkalahkan oleh kekuasaan. Aparat Penegak Hukum harusnya menegakkan hukum sebagaimana diamanatkan konstitusi. Yang terjadi sekarang, hukum dipakai sebagai alat,” ujarnya di hadapan Forkopimda, tokoh paguyuban, dan mahasiswa yang hadir.

Ia menilai politik hukum saat ini lebih determinan daripada hukum itu sendiri. Politik yang seharusnya mencerminkan kehendak masyarakat dan tujuan negara menuju visi Indonesia Emas 2045, justru berjalan jauh di atas hukum.

“Semua kebijakan harus diatur dengan hukum supaya kita bisa menuju 2045 Indonesia Emas. Tetapi kondisi sekarang belum sebagaimana yang kita harapkan. Kita tercabik-cabik. Hukum itu jauh di bawah politik,” paparnya.

Soerya juga menyoroti produk legislasi di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Ia menyebut, dengan permohonan maaf kepada anggota legislatif yang hadir, banyak produk hukum yang berpotensi menyesuaikan kemauan penguasa, bukan kebutuhan rakyat.

“Berpotensi mencabik-cabik dan disintegrasi bangsa. Apa yang diinginkan rakyat tidak digodok, diolah, kemudian dijadikan peraturan, baik undang-undang maupun turunannya sampai ke tingkat perda,” katanya.

Ia menganalogikan, “Rakyat menginginkan nasi rawon, yang keluar empek-empek. Jadi jauh panggang dari api.”

Di akhir paparan, Prof Soerya menegaskan, pembahasan wawasan kebangsaan tidak akan bermakna jika komitmen kebangsaan itu sendiri belum dijiwai.

“Kita jangan bicara wawasan kebangsaan kalau kita belum betul-betul bersumpah setia bahwa kita ini adalah satu bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Ben)

ShareTweetSend

Related Posts

Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan BP Batam, Syarlin Joyo.
(13/08/26)
Foto: BP Batam
Batam

66 Penerima Alokasi Tanah BP Batam Sudah Laporkan Pemanfaatan Lahan Melalui LMS

Agustus 14, 2026
Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara menangkap seorang buronan berinisial MR alias Bos Gendut dalam operasi pemberantasan narkotika di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).
Foto: Hum
Hukrim

Tim Gabungan Tangkap DPO Kasus 98 Kg Sabu di Kampung Bahari, Jakarta Utara

Agustus 14, 2026
Kunjungan Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, ke Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Kamis (13/08/26).
Foto: BP Batam
Nasional

BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi, Dorong Pelayanan Publik Lebih Transparan

Agustus 14, 2026
Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia, Ade Erfil Manurung
(13/08/26)
Foto: beritabatam.co
Nasional

Batam dalam Sorotan Narkoba, Aktivis Nasional Desak Penindakan dari Ruko hingga THM

Agustus 13, 2026
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam
Foto: Istimewa
Nasional

Imigrasi Batam Konfirmasi Deportasi WNA China Huang Jingming

Agustus 13, 2026
Ketua Umum Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (PKSS), Akhmad Rosano Saat Menyampaikan Pidato Dalam Dialog Wawasan Kebangsaan. Kamis (13/08/26) di Politeknik Negeri Batam
Foto: Ben
Kepri

Akhmad Rosano Akan Bawa Hasil Dialog Wawasan Kebangsaan PKSS di Batam Ke Presiden RI

Agustus 13, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia, Ade Erfil Manurung
(13/08/26)
Foto: beritabatam.co

    Batam dalam Sorotan Narkoba, Aktivis Nasional Desak Penindakan dari Ruko hingga THM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akhmad Rosano Akan Bawa Hasil Dialog Wawasan Kebangsaan PKSS di Batam Ke Presiden RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cegah Balap Liar, Polresta Barelang Gelar Patroli Gabungan Skala Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan BP Batam, Syarlin Joyo.
(13/08/26)
Foto: BP Batam

66 Penerima Alokasi Tanah BP Batam Sudah Laporkan Pemanfaatan Lahan Melalui LMS

Agustus 14, 2026
Guru Besar Ilmu Hukum, Prof. Dr. HM. Soerya Respationo, S.H., M.H., M.M., Saat jadi narasumber pada Dialog Wawasan Kebangsaan PKSS dan RRI Batam,
(13/08/26).
Foto: Beritabatam

Soerya Respationo: Wawasan Kebangsaan Belum Terjiwai, Hukum Tak Lagi Jadi Panglima Tapi Jadi Alat

Agustus 14, 2026
Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara menangkap seorang buronan berinisial MR alias Bos Gendut dalam operasi pemberantasan narkotika di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).
Foto: Hum

Tim Gabungan Tangkap DPO Kasus 98 Kg Sabu di Kampung Bahari, Jakarta Utara

Agustus 14, 2026
Kunjungan Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, ke Kantor Ombudsman RI, Jakarta, Kamis (13/08/26).
Foto: BP Batam

BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi, Dorong Pelayanan Publik Lebih Transparan

Agustus 14, 2026
Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia, Ade Erfil Manurung
(13/08/26)
Foto: beritabatam.co

Batam dalam Sorotan Narkoba, Aktivis Nasional Desak Penindakan dari Ruko hingga THM

Agustus 13, 2026
Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Twitter Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
  • Landing Page
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version