Batam | beritabatam.co : Partai Kejayaan Nasional (PKN) terbentuk pada November 2019 lalu berlandaskan dari komitmen arus bawah ingin berperan untuk negara melakukan perubahan melalui jalur politik. Sebagaimana diungkap Ketua Umum Partai Kejayaan Nasional, Edi Purwanto.
“PKN itu didukung oleh arus bawah, tokoh tokoh daerah yang menginginkan sebuah perubahan, di mulai dari arus bawah membuat satu ideologi kerakyatan untuk bisa menjadi sebuah wadah politik” Ungkap Ketua Umum Partai Kejayaan Nasional, Edi Purwanto pada saat ditemui beritabatam.co di bilangan Kota Batam, (26/02/20).
Partai yang baru saja terbentuk dikatakannya sudah melengkapi persyaratan sesuai dengan undang undang parpol yakni sudah terbentuk untuk tingkat provinsi sudah 100 persen, kabupaten/kota sudah 75 persen dan tingkat kecamatan.mencapai 50 persen
dari 34 Provinsi, 514 kabupaten/kota dan 8000 kecamatan, terang Edi.
“Jadi responnya sangat baik, sekarang tim badan pendiri partai sudah masuk ke 34 Provinsi, tinggal sekarang bagaimana masuk ke administratif syarat syarat sesuai dengan undang undang parpol selanjutnya” ucap Edi
Edi sangat yakin bahwa partai nya menjadi bagian dari pilihan rakyat untuk pesta demokrasi di tahun 2024 nantinya. Dengan harapan dukungan menjadi kenyataan dimulai dari menjadi peserta pemilu di tahun 2024.
Yang jelas diutarakan Edi partai yang dikomandoinya ini adalah partai arus bawah atau grassroot.
Artinya wilayah perjuangan partai benar benar untuk kelompok kantong kantong kemiskinan, anak anak terlantar yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara yang harus diperjuangkan melalui anggaran APBD maupun APBN.
“Kelompok kelompok yang belum memiliki harapan, anak yatim piatu, anak anak dhuafa, fakir miskin, anak anak disabilitas itulah yang harus diperjuangkan,” jelas Edi.
Mengenai masalah pembangunan fisik Edi mengatakan semua partai sudah pasti otomatis mempunyai agenda untuk pembangunan, namun partai yang dibentuknya memiliki poros utama perjuangan untuk memerangi garis kemiskinan.
“Memerangi kantong kantong kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan untuk masa depan di pemilu 2024. Sehingga kemiskinan akan terus turun di Indonesia,” tambahnya.
Menurutnya hal tersebut bukan sekedar slogan, bukan sekedar jargon politik tapi memang pergerakkan seluruh kegiatan partai.
“Kita buktikan dengan pergerakan langsung di kantong kemiskinan, bukan di hotel hotel mewah,” tutupnya. (Ben)














Discussion about this post