Batam } beritabatam.co : Nama Dionisius Pani mulai mencuat menjelang kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029. Pria yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan menjabat sebagai Sekretaris Umum organisasi WUAMESU Kota Batam itu menyatakan kesiapannya maju sebagai calon anggota DPRD.
Pernyataan tersebut disampaikan Dionisius dalam pertemuan terbatas bersama simpatisan di kawasan Kavling Nato, Batam. Ia menegaskan bahwa keputusannya terjun ke dunia politik dilandasi semangat pengabdian dan keinginan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara langsung di parlemen.
“Politik bagi saya adalah alat pengabdian. Saya melihat banyak persoalan di lapangan yang membutuhkan perhatian serius, dan itu harus diperjuangkan dari dalam sistem,” ujarnya.
Dionisius mengaku tidak sekadar membangun wacana. Ia telah mulai menyusun sejumlah program strategis yang akan menjadi pijakan dalam menghadapi Pileg mendatang. Fokus utamanya mencakup pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pendidikan, serta transparansi pengelolaan anggaran daerah.
Dalam sektor ekonomi, ia berkomitmen mendorong akses permodalan dan pelatihan bagi pelaku UMKM agar lebih mandiri dan berdaya saing. Sementara di bidang pendidikan, ia menilai perlunya optimalisasi anggaran daerah untuk perbaikan fasilitas sekolah serta pemberian beasiswa bagi pelajar kurang mampu.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna mencegah praktik korupsi dan memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran.
Meski Pileg 2029 masih beberapa tahun ke depan, Dionisius telah mulai melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat basis dukungan sekaligus menyerap langsung aspirasi warga di daerah pemilihan.
“Saya tidak ingin hadir hanya saat kampanye. Dari sekarang saya ingin mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat,” katanya.
Dukungan terhadap Dionisius pun mulai bermunculan. Salah satu tokoh pemuda Ende, Max Taufan, menilai Dion sebagai sosok muda yang memiliki kedekatan dengan masyarakat serta integritas yang kuat.
“Secara ketokohan, dia punya tempat tersendiri di masyarakat, khususnya komunitas Ende,” ujarnya.
Dengan waktu persiapan yang masih panjang, Dionisius optimistis mampu menghadirkan alternatif kepemimpinan baru yang lebih segar dan solutif dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya di Kota Batam. (Jam-Bang)













Discussion about this post