Batam | beritabatam.co : Baru satu hari perayaan Idul Fitri, tumpukan sampah terlihat berserakan di ruas jalan utama Kota Batam, Sabtu (21/03/26).
Berbagai jenis limbah rumah tangga, seperti plastik dan sisa makanan, tampak menumpuk di sekitar Jalan Simpang Brigjen, arah menuju Sei Lekop, Sungai Binti, Kecamatan Sagulung. Sejumlah sampah tersebut bahkan terlihat dibakar, menimbulkan asap putih pekat disertai bau tidak sedap yang terhirup oleh masyarakat yang melintas.
Randi, warga Sei Lekop, mengatakan bahwa tumpukan sampah tersebut sudah terjadi sejak satu pekan menjelang Lebaran. Menurutnya, pembakaran sampah kerap dilakukan untuk mengurangi volume limbah.
“Sering, Bang. Asapnya bau. Sampah menumpuk kalau tidak dibakar,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian warga sengaja membuang sampah di pinggir jalan karena truk pengangkut sampah tidak kunjung datang. Padahal, kata dia, pembahasan mengenai retribusi sampah kerap dilakukan oleh pemerintah setempat, namun hingga kini belum menunjukkan hasil yang nyata.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Utama Sei Binti, tepat di depan Masjid Aminah, Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung. Tumpukan sampah yang terbakar menghasilkan asap tebal dengan aroma menyengat.
Asap tersebut terbawa angin ke arah jalan utama dan permukiman warga, termasuk area masjid, sehingga mengganggu kenyamanan pengendara dan masyarakat sekitar.
Pantauan di lapangan, hingga hari kedua Idul Fitri menunjukkan bahwa volume sampah semakin meningkat dan menumpuk di berbagai titik. Tumpukan serupa juga terlihat di kawasan ruko Tunas Regency.
Di wilayah Sei Lekop, sampah bahkan telah meluber hingga ke badan jalan yang dilalui pengendara, menimbulkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu pengguna jalan.
Sementara itu, di Tunas Regency, sampah menumpuk di tong-tong penampungan dan berserakan di depan ruko. Sampah tersebut tidak terangkut oleh petugas kebersihan, sehingga berbagai limbah plastik dan sisa rumah tangga meluas hingga ke area depan ruko, mengganggu kenyamanan serta merusak estetika lingkungan.
Dohar Mangalando Hasibuan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang baru dilantik satu bulan lalu, saat dikonfirmasi pada Minggu, 22 Maret 2026, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus mengangkut sampah yang menumpuk. Ia menyebutkan bahwa DLH sedang berkonsentrasi pada tahap awal pengangkutan.
“Untuk kawasan Tunas Regency, semuanya diangkut oleh pihak mereka,” ujarnya menambahkan bahwa daerah Sagulung maupun Pasar Fanindo, Batu Aji, akan segera dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Di satu sisi, Dohar mengakui lokasi di Jalan Sei Binti memang tidak termasuk dalam rute mobil pengangkut sampah. Hal ini membuat, pengangkutan sampah di kawasan itu tidak berjalan maksimal.
“Kita akan cek langsung ke lokasi dan mengupayakan pemindahan sampah tersebut,” kata Dohar.
Dohar menambahkan, saat ini layanan pengangkutan sampah di Kota Batam secara umum sudah kembali berjalan normal, dengan frekuensi dua kali dalam sepekan di sebagian besar wilayah.
Namun, untuk lokasi yang volume sampahnya lebih sedikit, pengangkutan masih dilakukan satu kali seminggu. DLH menargetkan dalam dua bulan ke depan seluruh wilayah di Batam sudah terlayani secara normal oleh armada pengangkut sampah.
Dohar juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menunggu petugas datang sesuai jadwal yang telah ditentukan. (Jam-Bang)














Discussion about this post