Batam | beritabatam.co : Kebakaran terjadi di Pulau Manis, Kecamatan Belakang Padang, pada Minggu (22/03/26), menghanguskan area hutan di sekitar pelantar dan dekat permukiman.
Asap putih tebal terlihat membumbung tinggi ke udara dari pulau. Namun, Kapolsek Belakang Padang, AKP Asril, saat dikonfirmasi pada Selasa (24/03/26), awalnya menyebut peristiwa itu bukan kebakaran.
“Orang bersih-bersih. Itu pulau kosong, Pulau Manis kan tidak ada penghuninya,” ujarnya.
Ia kemudian meminta waktu karena sedang mengikuti rapat di Kecamatan Belakang Padang. Saat dihubungi kembali, ia menjelaskan bahwa memang terjadi kebakaran di pulau tersebut, yang diduga dipicu oleh kelalaian manusia.
“Ini musim kering. Banyak warga mengambil air ke sana, kemungkinan ada yang merokok. Dugaan sementara dari puntung rokok,” kata Asril.
Ia menegaskan bahwa puntung rokok yang dibuang sembarangan, terutama saat musim panas, sangat berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, ia juga menyinggung potensi dampak fenomena El Nino ekstrim yang diprediksi mulai terjadi pada April 2026. Fenomena tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau panjang, kekeringan, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta polusi udara.
Menurutnya, kebakaran tersebut terjadi dalam satu hari dan padam dengan sendirinya.
“Belakang Padang tidak ada pemadam kebakaran. Api padam sendiri,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa luas area yang terbakar tidak terlalu besar, namun tidak merinci secara pasti. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran.
“Tidak ada unsur kesengajaan, itu pulau kosong,” tegasnya.
Sebagai informasi, Pulau Manis di Kecamatan Belakang Padang, Batam, merupakan lokasi proyek Funtasy Island, yang dirancang sebagai eco theme park dan resor mewah terbesar di Indonesia.
Pulau ini berlokasi dekat Singapura dan direncanakan memiliki berbagai fasilitas seperti ratusan vila, akuarium laut, serta wahana wisata air seperti snorkeling dan diving. Sekitar 70 persen area dirancang sebagai hutan lindung dan 30 persen untuk pembangunan.
Namun, proyek tersebut sempat mangkrak dan dikabarkan mengalami proses lelang akibat permasalahan manajemen internal pengembang, PT Batam Island Marina. (Jam-Bang)













Discussion about this post