Batam | beritabatam.co – Status keimigrasian Warga Negara Asing asal Tiongkok bernama Huang Jingming yang baru saja dideportasi akhirnya terungkap, sekaligus membuka tabir alamat perusahaan sponsor ITAS-nya di Batam.
Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau mengonfirmasi, Huang Jingming sebelumnya merupakan pemegang Izin Tinggal Terbatas atau ITAS penanam modal yang diterbitkan di Batam. ITAS tersebut diterbitkan berdasarkan permohonan dari sebuah perusahaan Penanaman Modal Asing, yakni PT A M I, dengan masa berlaku sejak Desember 2021 hingga Desember 2023.
Menariknya, berdasarkan penelusuran, alamat perusahaan sponsor tersebut tercatat berada tepat di depan salah satu tempat hiburan malam di Kota Batam. Lokasi perusahaan yang berhadap-hadapan langsung dengan tempat hiburan malam.
Dalam klarifikasi tertulisnya, Kanwil tidak merinci nilai investasi maupun posisi kepemilikan Huang Jingming di dalam perusahaan tersebut.
Fakta lain yang terungkap, sebelum dideportasi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada awal Agustus 2026, Huang Jingming tercatat belum pernah diamankan atau dikenakan tindakan keimigrasian. Penangkapan yang berujung pada deportasi tersebut menjadi tindakan pertama terhadap yang bersangkutan.
Kanwil menjelaskan, deportasi dilakukan karena yang bersangkutan diduga melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal yang dimilikinya. Atas dasar itu, tindakan deportasi dikenakan sesuai dengan ketentuan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
Terkait rentang waktu penanganan yang cukup panjang sejak adanya informasi dari Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok pada Oktober 2023, Kanwil menyebut pihaknya mengalami kendala di lapangan. Setelah nota dari Kedutaan Besar tersebut diterima dan nama Huang Jingming masuk dalam daftar pencarian orang serta daftar cegah tangkal, jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia melakukan pelacakan.
Namun upaya pencarian tidak mudah. Kanwil menyebut Huang Jingming bersembunyi dan kerap berpindah-pindah tempat untuk mengelabui petugas, hingga akhirnya berhasil diamankan sebelum dideportasi.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi langsung ke perusahaan sponsor terkait aktivitas perusahaan di alamat tersebut, serta berupaya mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait detail investasi dan dokumentasi resmi proses deportasi. (STB)













Discussion about this post