beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Rabu, November 4, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Batam

Inovasi IoT Keselamatan Nelayan UPB Terbentur Minimnya Sinyal di Pesisir Batam

Berita Batam by Berita Batam
Oktober 10, 2026
0
Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI

RELATED POSTS

Tinggalkan Kunci di Motor, Mahasiswa Kehilangan Beat di Tomoro Cafe

DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

Kompensasi Blackout PLN Batam Dinilai Tak Adil, Ombudsman: Potongan 10-25 Persen Biaya Beban Terlalu Kecil

Penyadapan Menyasar Presiden, Ketua LBH Laskar Merah Putih: Makar Digital di Jantung Istana

Batam | beritabatam.co : Inovasi teknologi keselamatan nelayan berupa perangkat Internet of Things IoT yang dikembangkan tim dosen Universitas Putra Batam UPB mengungkap realita infrastruktur di lapangan. Penerapan alat penyelamat nyawa ini masih terhambat oleh minimnya jangkauan sinyal jaringan telekomunikasi di kawasan pesisir Batam.

Saat melakukan uji coba perangkat GPS Tracker dan Panic Button di perairan Tempang Cate dan Pasir Panjang, tim akademisi menemukan kelancaran operasional alat ini sangat bergantung pada ketersediaan sinyal seluler.

Dosen Sistem Informasi UPB Erlin Elisa, S.Kom.,M.Kom., memaparkan bahwa kelancaran jaringan seluler menjadi masalah krusial di kawasan tersebut. Pada pengujian pertama, alat yang dirakit menggunakan kartu provider IM3 gagal beroperasi maksimal karena tidak mendapatkan sinyal. Tim akhirnya harus mengganti SIM card menggunakan jaringan XL yang terbukti lebih stabil ditangkap oleh perangkat berantena tersebut di perairan Tempang Cate.

“Ternyata di sana itu tidak semua provider bisa ditangkap. Permasalahannya adalah ketika nelayan berada di laut, ketiadaan sinyal membuat alat mati,” ujar Erlin dalam dialog di RRI Batam, Rabu (09/09/26).

Untuk menyiasati area blank spot atau hilangnya sinyal di tengah laut, sistem informasi ini dirancang merekam jejak terakhir atau last record secara otomatis. Dosen Teknik Informatika UPB Pastima Simanjuntak, S.Kom.,M.Si., mengibaratkan sistem ini seperti pemantauan kontak pesawat terbang. Jika kapal nelayan tiba-tiba kehilangan sinyal seluler, dashboard pemantau di darat akan mengunci dan menyimpan titik koordinat terakhir sebelum perangkat hilang kontak.

Pengembangan alat keselamatan yang didanai Kemenristekdikti ini saat ini baru mencakup nelayan lokal dengan radius jangkauan 30 kilometer dari daratan. Ke depan, tim peneliti berharap mendapatkan dukungan dana lanjutan untuk menyempurnakan ketahanan alat terhadap air serta memperluas jangkauan uji coba pada kapal berkapasitas besar.

Temuan ketiadaan sinyal di pesisir ini menjadi catatan penting bagi pemerataan infrastruktur telekomunikasi di wilayah kepulauan. Tanpa jaringan yang memadai, alat keselamatan berbasis IoT akan sulit berfungsi optimal di tengah laut. (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Hukrim

Tinggalkan Kunci di Motor, Mahasiswa Kehilangan Beat di Tomoro Cafe

November 4, 2026
Kepri

DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

November 4, 2026
Foto: PG
Batam

Kompensasi Blackout PLN Batam Dinilai Tak Adil, Ombudsman: Potongan 10-25 Persen Biaya Beban Terlalu Kecil

November 4, 2026

Popular Stories

  • Foto: Istimewa

    Mabes Polri Bongkar Skandal Penyadapan Ilegal Presiden dan Pejabat Negara, 3 Orang Jadi Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaga Stabilitas Keamanan Maritim, Babinsa Koramil 06/Senayang Bangun Sinergi Bersama KPLP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Tinggalkan Kunci di Motor, Mahasiswa Kehilangan Beat di Tomoro Cafe

November 4, 2026

DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

November 4, 2026
Foto: PG

Kompensasi Blackout PLN Batam Dinilai Tak Adil, Ombudsman: Potongan 10-25 Persen Biaya Beban Terlalu Kecil

November 4, 2026
H. Ade Erfil Manurung, S.H. Ketua LBH Laskar Merah Putih
Foto: Ben

Penyadapan Menyasar Presiden, Ketua LBH Laskar Merah Putih: Makar Digital di Jantung Istana

November 4, 2026
Menko Kumham Imipas, Prof. Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers, Selasa (03/11/26).
Foto: Istimewa

Tiga Pati Polri Ditahan Terkait Penyadapan Ilegal, Menko Kumham Imipas Pastikan Tak Ada Indikasi Makar

November 4, 2026
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In