
Batam | beritabatam.co : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, menegaskan tenaga kerja manusia di Kepri belum tergantikan oleh robot. Namun, ia mengingatkan seluruh pihak untuk bersiap menghadapi disrupsi teknologi menuju era 5.0.
Pernyataan itu disampaikan Diky saat live TikTok di akun @dikywijaya5. Menurutnya, tahun 2026 menjadi momen penting untuk mewujudkan hubungan industrial yang kondusif antara pelaku usaha, pemerintah, dan pekerja di Kepri.
“Pemerintah tentu berupaya menciptakan lapangan kerja yang sifatnya padat karya,” ujar Diky.
Ia mencontohkan, banyak investasi yang masuk ke Kepri melalui Proyek Strategis Nasional dan Kawasan Ekonomi Khusus masih menyerap tenaga manusia. Salah satunya Sumitomo, perusahaan asal Jepang.
“Teknologinya di Jepang sudah pakai robotik, tapi di kita masih pakai kearifan lokal, yaitu tenaga manusia,” jelas Diky.
Meski begitu, Diky mengakui transformasi teknologi ke arah 5.0 bisa jadi tantangan tersendiri.
“Nantinya saingan kita bukan orang, tapi robot. Maka kami berharap seluruh tenaga kerja di Kepri tetap bisa menjaga kearifan lokal dan kompetensinya, supaya perubahan dari tenaga manusia ke robot ini bisa kita imbangi,” tegasnya.
Terkait sektor yang paling rentan, Diky menyebut industri manufaktur, olahan, rakitan, dan elektronik.
“Yang mungkin berganti dari tenaga manusia itu terkait masalah rakitan, olahan dan segala macamnya,” katanya.
Untuk itu, pihaknya masih melakukan kajian bersama pemerintah terkait dampak perubahan teknologi. Diky berharap pelaku usaha tetap memprioritaskan tenaga manusia demi menjaga ketertiban nasional.
Saat ditanya soal regulasi daerah mengantisipasi gelombang disrupsi, Diky mengakui belum ada aturan khusus.
“Regulasi belum, kita belum sampaikan itu. Tapi kami sampaikan informasi bagaimana Vietnam dan Jepang sudah bertransformasi dari manusia ke robot,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga investasi agar transisi ke robot bisa diimbangi.
“Biar bagaimanapun manusia lebih bagus kualitasnya daripada robot,” tambah Diky.
Diky memastikan hingga saat ini belum ada laporan PHK di Kepri akibat tenaga kerja digantikan mesin.
“Belum. PHK yang ada karena habis kontrak, bermasalah, atau tidak ada proyek lagi. Tapi untuk penggantian dari orang ke robot belum,” tutupnya. (Ben)













Discussion about this post