
Batam | beritabatam.co : Nama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri Diki Wijaya melejit dalam Simulasi Survei Elektabilitas Pilwako Batam 2029 versi ‘Keputusan Kedai Kopi’. Dalam survei yang beredar awal Mei 2026 itu, Diki Wijaya tampil unggul dan masuk jajaran papan atas kandidat potensial.
Survei ini memotret keinginan masyarakat Batam jika pemilihan wali kota dilakukan hari ini. Diki Wijaya disebut sebagai birokrat berprestasi yang visioner, berintegritas, dan fokus pada kesejahteraan rakyat Batam.
“Siap membawa perubahan nyata!” tulis profil Diki dalam infografis survei tersebut.
Kemunculan Diki Wijaya di jajaran unggul dinilai mengejutkan karena bersaing dengan nama-nama besar petahana dan senator. Survei menempatkan Amsakar Achmad 28,5%, Li Claudia Chandra 19,5%, Ria Saptarika 13,2%, dan Diki Wijaya 10,6%.
Meski berada di posisi 4 secara angka, Diki Wijaya jadi sorotan karena dianggap sebagai kuda hitam. Berpengalaman memimpin Bapenda Kepri dan kini menakhodai Disnakertrans Kepri, Diki dinilai punya basis kuat di isu yang paling berpengaruh bagi pemilih Batam, Lapangan Kerja & Ekonomi 29%.
Survei juga mencatat Biaya Hidup & Harga Kebutuhan 20% dan Transportasi & Infrastruktur 16% sebagai isu utama. Profil Diki yang fokus pada kesejahteraan rakyat disebut sejalan dengan kebutuhan pemilih.
Periode simulasi Mei 2024, metode online survey, responden ‘Keputusan Kedai Kopi’, dengan margin of error ±2,83%. Hasil diberi catatan berdasarkan ‘keputusan kedai kopi’.
Dengan Pilwako 2029 masih 3 tahun lagi, peta masih cair. Namun masuknya Diki Wijaya di papan atas survei ini memanaskan bursa kandidat dan jadi sinyal kuat munculnya penantang baru dari kalangan birokrat. (Ben)














Discussion about this post