beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Selasa, November 3, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Nasional

Irjen Yan Fitri: Degradasi Wawasan Kebangsaan Karena Krisis Keteladanan

Berita Batam by Berita Batam
Oktober 10, 2026
0

RELATED POSTS

OJK Luncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah

Ekspor Alat Musik Capai Rp6,2 Triliun, Wamendag Dorong Musik Indonesia Tembus Pasar Global

Sidang Kasus Judi Kasino dan THM Planet 1, 2, 3 di Batam Belum Dipastikan Digelar di PN Mana

Batam Masuk Kajian Lokasi PLTN, Bahlil Tegaskan Kedaulatan Energi

Batam | beritabatam.co – Mantan Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Drs. Yan Fitri Halimansyah, S.H., M.H., menilai degradasi pemahaman wawasan kebangsaan di kalangan generasi saat ini menjadi masalah serius yang meresahkan dan mengecewakan para pendiri serta pejuang bangsa.

Hal itu disampaikan Yan Fitri saat menjadi narasumber dalam Dialog Wawasan Kebangsaan bertajuk “Perkuat Wawasan Kebangsaan Dalam Menjaga Karakter Anak Bangsa” yang digelar DPP Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan [PKSS] bersama RRI Batam di Politeknik Negeri Batam, Kamis [13/08/26].

Mengawali paparannya, Yan Fitri memperkenalkan diri. Ia menyebut kini telah menjadi masyarakat biasa setelah purna tugas.

“Nama saya Yan Fitri Halimansyah, lahir di Tanjungpinang 9 Januari 1967. Pangkat terakhir Inspektur Jenderal Polisi dengan jabatan terakhir sebagai Kapolda Kepulauan Riau. Hari ini sudah menjadi masyarakat biasa, duduk di kedai kopi dan setiap hari liburan. Menjadi masyarakat bebas dan merdeka itu luar biasa nikmatnya,” ujarnya disambut tawa audiens.

Pria yang banyak bertugas di Polda Metro Jaya sebelum kembali ke kampung halaman sebagai Kapolda Kepri itu kemudian masuk ke substansi dialog.

Menurutnya, persoalan wawasan kebangsaan hari ini bukan masalah satu sektor, melainkan akumulasi dari banyak sektor, yang paling mendasar adalah dunia pendidikan.

Ia mengingatkan, pada masa lalu pelajaran sejarah, Pendidikan Moral Pancasila, PSPB, hingga penataran P4 menjadi doktrin harian yang hidup di sekolah. Nilai-nilai itu disampaikan setiap hari oleh guru, pelatih ekstrakurikuler, hingga pembina Pramuka, sehingga membentuk karakter yang kokoh.

“Lambat laun menjadi sebuah doktrin yang tanpa disadari. Sehingga kita memiliki kekuatan dan kokoh terhadap pandangan, terhadap sejarah bangsa ini. Dan melahirkan sikap kita, karakter kita sebagai bangsa yang besar,” kata Yan Fitri.

Cara pandang kebangsaan, lanjut dia, lahir dari dalam diri karena norma itu diberikan setiap hari, bukan dipaksakan dari luar.

Kondisi hari ini, menurutnya, berbanding terbalik. Anak-anak muda tanpa malu menyampaikan sesuatu yang tidak etis di ruang publik, tidak ada rasa sungkan kepada orang tua, dan tidak menghargai pemimpin.

“Kalimat yang dilontarkan semuanya hanya menghujat. Kritik itu wajib kita berikan kepada siapapun yang memimpin sebagai pejabat publik, karena tujuannya untuk memperbaiki. Tapi kalau tujuannya hanya untuk menghujat, itu sesuatu yang tidak tepat,” tegasnya.

Yan Fitri menilai westernisasi yang disalahartikan sebagai modernisasi terlalu dominan masuk ke dunia pendidikan.

Padahal, ia mengajak untuk flashback ke 1908 saat berdirinya Budi Utomo, dilanjutkan Sumpah Pemuda 1928. Saat itu, para pendiri bangsa mencari bahasa pemersatu agar bangsa tidak terpecah dan terkotak-kotak.

“Bagaimana Muhammad Yamin memilih satu bahasa untuk mempersatukan negeri ini. Dicarilah satu sumber dari beberapa suku. Dan alhamdulillah, bahasa kita yang ada di Kepri ini, Bahasa Melayu, merupakan salah satu bahasa yang direkomendasikan untuk menjadi bahasa pemersatu,” ujarnya.

“Kita sudah bersatu, 81 tahun sudah merdeka. Untuk apa lagi kita membicarakan wawasan kebangsaan? Siapa yang membutuhkan wawasan kebangsaan? Siapa yang harus bertanggung jawab? Jawabannya sama, seluruh warga negara Indonesia. Baik itu pelajar, mahasiswa, TNI, Polri, ASN, pejabat publik,” lanjut Yan Fitri.

Di akhir paparannya, Yan Fitri menegaskan satu hal yang paling tergerus di depan mata saat ini adalah keteladanan.

“Tidak ada keteladanan yang bisa kita lihat hari ini, sehingga anak-anak kita pun menjadi liar dalam kehidupan sosialnya. Keteladanan itu bisa didapat dari mana? Yang pertama dedikasinya ada di dunia pendidikan,” pungkasnya.

Dialog yang dipandu host Amira Arif ini juga menghadirkan Prof. Dr. HM Soerya Respationo, Ketua LAM Kota Batam, Direktur Politeknik Negeri Batam, serta Ketua Umum DPP PKSS Akhmad Rosano dan Sekjen DPP PKSS H. Masrur Amin. (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

OJK menyelenggarakan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar, Senin, (02/11/26)
Foto: OJK
Nasional

OJK Luncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah

November 3, 2026
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri saat memberikan sambutan utama pada Sesi Paralel A bertajuk Dampak Ekonomi Industri Musik Indonesia dalam Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/26).
Foto: Kemendag
Nasional

Ekspor Alat Musik Capai Rp6,2 Triliun, Wamendag Dorong Musik Indonesia Tembus Pasar Global

Oktober 30, 2026
Audiensi Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Kepri bersama Kejari Batam di Kantor Kejaksaan Negeri Batam,di Batam Center,pada pada Senin, (26/10/26).
Foto; SWI Kepri
Nasional

Sidang Kasus Judi Kasino dan THM Planet 1, 2, 3 di Batam Belum Dipastikan Digelar di PN Mana

Oktober 27, 2026

Popular Stories

  • Foto: Istimewa

    Rizki Faisal: Sudah Waktunya Karhutla Ditetapkan sebagai Bencana Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polresta Barelang Ungkap 9 Kasus, 12 Tersangka dan Ratusan Gram Sabu-Ekstasi Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KONI Batam Desak Dewan Hakim Buka Bukti Diskualifikasi Raden Bentar di Porprov Kepri 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

KONI Batam Desak Dewan Hakim Buka Bukti Diskualifikasi Raden Bentar di Porprov Kepri 2026

November 3, 2026

Polresta Barelang Ungkap 9 Kasus, 12 Tersangka dan Ratusan Gram Sabu-Ekstasi Diamankan

November 3, 2026
Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperluas layanan pendaftaran program parkir berlangganan dengan membuka stan pelayanan di BCS Mall, lantai 1, setiap Sabtu dan Minggu selama November 2026.
Foto: mediacenterbatam

Dibuka Selama November, Daftar Parkir Berlangganan Batam Bisa di BCS Mall dan Kantor Wali Kota

November 3, 2026
OJK menyelenggarakan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar, Senin, (02/11/26)
Foto: OJK

OJK Luncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah

November 3, 2026
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad secara resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepri Tahun 2026 di Pelataran Tugu Sirih, Tanjungpinang, Minggu (01/11/26).
Foto: kepriprov.go.id

Ansar Ahmad Buka Porprov VI Kepri 2026, Diikuti 2.034 Atlet dari 7 Kabupaten/Kota

November 3, 2026
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In