beritabatam.co
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Kepri
    • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Figur
  • Olahraga
  • Opinion
PRICING
SUBSCRIBE
  • Home
  • Kepri
    • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Figur
  • Olahraga
  • Opinion
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Nasional

Fiqih Kota Global: Ketika Jakarta Tak Lagi Dimiliki Semua Orang

(Studi Pembangunan Kota Global dari Perspektif Sosial Budaya)

Berita Batam by Berita Batam
Juni 19, 2025
0
Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) II Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta di Hotel Mercure Ancol, Rabu (18/6/2025)
Foto: MUI Jakarta

Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) II Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta di Hotel Mercure Ancol, Rabu (18/6/2025) Foto: MUI Jakarta

Jakarta | beritabatam.co : Transformasi Jakarta menuju kota global tak dapat dipungkiri menjadi bagian dari narasi besar modernisasi Indonesia. Gedung-gedung pencakar langit, apartemen mewah, mall elite, dan kawasan perumahan eksklusif membentuk lanskap kota yang terhubung erat dengan arus modal dan globalisasi. Namun di balik kemilau pembangunan tersebut, muncul pertanyaan fundamental: untuk siapa kota ini dibangun? Siapa yang sungguh memiliki hak atas Jakarta?

Pertanyaan tersebut menjadi inti kritik Dr. Halimatusa’diah, M.Si, Peneliti Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN, dalam kajian berjudul FiKih Kota Global: Studi Pembangunan Kota Global dari Perspektif Sosial Budaya. Hal ini ia ungkapkan saat menjadi narasumber di Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) II Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta di Hotel Mercure Ancol, Rabu (18/6/2025).

Ia mengatakan lewat pendekatan yang memadukan analisis, sosial, dan nilai-nilai Islam urban, ia mengajak publik untuk melihat realitas Jakarta bukan hanya dari statistik dan indeks global, tetapi dari kehidupan warga yang hidup dalam bayang-bayang eksklusi.

“Menteng adalah cermin dari ketimpangan ekstrem,” ujarnya. Di kawasan elite yang sarat sejarah ini, berdiri rumah-rumah mewah yang berbagi batas langsung dengan kampung-kampung padat yang nyaris tak bersentuhan secara sosial maupun struktural. Di Pondok Indah, Jakarta Selatan, narasi serupa muncul ‘oasis elite yang tertutup’, dikelilingi oleh warga lokal yang hanya menjadi penonton pembangunan, bukan bagian darinya.

“Contoh lain, mal mewah Seasons City berdiri megah layaknya benteng konsumsi modern. Namun hanya beberapa meter dari sana, ribuan warga tinggal di permukiman padat dan informal. Bentang kota ini mengungkapkan kenyataan pahit bahwa Jakarta hari ini lebih merupakan kota untuk berbelanja ketimbang kota untuk semua,” tuturnya.

Ia melanjutkan bahwa jurang sosial dan spasial Jakarta bisa dengan mudah ditangkap dari udara. apartemen tinggi berdampingan dengan kampung sengketa, seperti lapangan golf luas di tengah kota kontras dengan perumahan kumuh di sekelilingnya. Jakarta menampilkan wajah ganda yang menyakitkan, kota global yang terhubung ke arus modal vs. Jakarta informal yang hidup dalam ketidakpastian dan kerja rentan.

“Struktur kota tidak netral. Tata ruang kita berpihak pada kapital, bukan rakyat. Kampung seringkali dianggap sebagai entitas ilegal, padahal keberadaannya adalah hasil dari distribusi ruang yang timpang dan warisan sejarah ketidakadilan,” tegasnya.

Ketimpangan fisik dan sosial ini juga berdampak langsung pada budaya spiritual umat Muslim yang merupakan mayoritas urban terbesar di dunia. Data 2024 mencatat bahwa dari total penduduk DKI Jakarta, 87,36 persen beragama Islam, disusul oleh Protestan (8,97%), Katolik (4,07%), Buddha (3,61%), Hindu (0,19%), dan Konghucu (0,02%).

Namun pertanyaannya, di mana posisi nilai-nilai Islam lokal dalam proyek pembangunan kota global ini?
Halimatusa’diah menyoroti bagaimana proyek modernisasi seringkali menggerus ruang budaya dan spiritual umat, yang dahulu menjadi perekat sosial masyarakat. “Halaman bersama tempat orang saling mengenal dan berbagi kini diganti oleh pagar tinggi dan ruang privat,” ungkapnya.

Ia mengkaji lima aspek strategis yang menunjukkan bagaimana modernisasi kota justru menjauh dari prinsip keadilan sosial dan nilai Islam urban:

1. Erosi Ruang Komunal

Ruang berkumpul masyarakat makin sempit. Halaman masjid, lapangan, atau pelataran umum yang dulu jadi ruang interaksi sosial kini terpinggirkan oleh pembangunan vertikal.

2. Ruang Spiritual dan Ibadah

Suara azan yang dulunya menyatu dengan denyut kota kini terkurung dalam isolasi akustik. Banyak masjid berada di tengah kawasan komersial yang sulit diakses, apalagi bagi warga dengan mobilitas terbatas.

3. Ikatan Komunal yang Melemah

Fragmentasi sosial terlihat dengan jelas dan solidaritas keagamaan yang dulu mengakar kini tergantikan oleh gaya hidup individualistik yang eksklusif.

4. Tradisi Islam Betawi yang Menyusut

Perayaan kolektif seperti maulid, tahlilan, hingga tradisi tumpengan makin jarang ditemukan. Ruang publik makin steril dari ekspresi budaya Islam lokal.

5. Ketimpangan Akses terhadap Masjid dan Fasilitas Keagamaan

Tata kota yang tidak berpihak membuat warga miskin sering kali tidak memiliki akses mudah ke masjid atau kegiatan keagamaan. Padahal, spiritualitas adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan urban Muslim.

Ia melanjutkan bahwa kajian ini menyuarakan urgensi membangun kota bukan hanya dari sisi ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari prinsip keadilan spasial dan nilai fiqih sosial. Halimatusa’diah menekankan, pembangunan Jakarta tidak boleh melulu berdasarkan logika akumulasi kapital, tapi harus berakar pada maqashid syariah—yakni perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan—yang diterjemahkan dalam tata kota inklusif dan manusiawi.

“Di tengah desakan menjadi kota global, Jakarta dihadapkan pada pilihan besar menjadi kota untuk segelintir orang atau kota yang mampu memanusiakan seluruh warganya. Kajian ini mengingatkan bahwa kota bukan sekadar tempat tinggal, melainkan arena hidup bersama, ruang tumbuh spiritualitas, dan benteng solidaritas sosial,” tutupnya. (***)

ShareTweetSend

Related Posts

Terminal Pelabuhan Bintang 99 Persada,Batu Ampar, Kota Batam Senin (23/3/26) (Foto: Jamaludin)
Batam

Belum Ramai Hari Ini, Pelni Sebut Puncak Arus Balik Terjadi Senin Depan

Maret 23, 2026
Sampah di Jalan Jalan Utama Sei Binti, tepat di depan Masjid Aminah, Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung.
(22/03/26)
Foto: Jam-Bang
Batam

Lebaran Sampah Menumpuk di Ruas Jalan, DLH Batam: Kami Angkat Sebentar Lagi

Maret 22, 2026
Dionisius Pani Siap Bertarung di Pileg 2029, Usung Isu Akar Rumput
Foto: Pribadi
Figur

Dionisius Pani Siap Bertarung di Pileg 2029, Usung Isu Akar Rumput

Maret 18, 2026
PELEBARAN Jalan Gajah Mada dari arah Fly over Sei Lady menuju simpang Laluan Madani, Batam Centre saat ini dalam pengerjaan pelebaran, Rabu (18/03/26).
Foto: Jam-Bang
Batam

Wacana Jalan Sei Ladi Akan Ditutup? Amsakar: Belum Dibahas

Maret 18, 2026
Antrean loket check in di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Rabu 18/03/26) 
(Foto: Jamaludin)
Batam

Arus Mudik, Traffic Penumpang Bandara Hang Nadim Naik 12,8 Persen

Maret 18, 2026
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menandatangani KSP Pasar Induk Jodoh di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (17/3/2026). Foto: Rumawi
Batam

Bangun Pasar Induk Jodoh, Pemko Batam Gandeng PT. Usaha Jaya Karya Makmur

Maret 18, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Foto : Istimewa

    Jangan Buka Tautan Sembarangan! Apalagi Pesan Yang Mengaku dari WhatsApp

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Progres Rempang Eco-City, Sebanyak 154 KK Telah Bergeser ke Hunian Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sapi dan Kambing Tak Bisa Masuk Batam, Nuryanto : Hati Hati Wajib, Tapi Tak Boleh Kaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Terminal Pelabuhan Bintang 99 Persada,Batu Ampar, Kota Batam Senin (23/3/26) (Foto: Jamaludin)

Belum Ramai Hari Ini, Pelni Sebut Puncak Arus Balik Terjadi Senin Depan

Maret 23, 2026
Sampah di Jalan Jalan Utama Sei Binti, tepat di depan Masjid Aminah, Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung.
(22/03/26)
Foto: Jam-Bang

Lebaran Sampah Menumpuk di Ruas Jalan, DLH Batam: Kami Angkat Sebentar Lagi

Maret 22, 2026
Dionisius Pani Siap Bertarung di Pileg 2029, Usung Isu Akar Rumput
Foto: Pribadi

Dionisius Pani Siap Bertarung di Pileg 2029, Usung Isu Akar Rumput

Maret 18, 2026
PELEBARAN Jalan Gajah Mada dari arah Fly over Sei Lady menuju simpang Laluan Madani, Batam Centre saat ini dalam pengerjaan pelebaran, Rabu (18/03/26).
Foto: Jam-Bang

Wacana Jalan Sei Ladi Akan Ditutup? Amsakar: Belum Dibahas

Maret 18, 2026
Antrean loket check in di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Rabu 18/03/26) 
(Foto: Jamaludin)

Arus Mudik, Traffic Penumpang Bandara Hang Nadim Naik 12,8 Persen

Maret 18, 2026
Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Twitter Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
  • World
  • Opinion
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version