beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Sabtu, September 26, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Batam

Banyak Galian di Hutan Produksi Pantai Kalat, Bekas Kegiatan Tambang Pasir?

Berita Batam by Berita Batam
Juli 18, 2022
0
Azhari Hamid, Ketua DPP, Masyarakat Peduli Laut dan Lingkungan Hidup (MAPELL) yang mendampingi MD Kepri saat mengunjungi Pantai Kalat
Foto : MD Kepri

Azhari Hamid, Ketua DPP, Masyarakat Peduli Laut dan Lingkungan Hidup (MAPELL) yang mendampingi MD Kepri saat mengunjungi Pantai Kalat Foto : MD Kepri

Batam I beritabatam.co : Kerusakan lingkungan yang terlihat secara jelas di areal hutan produksi pulau RempangĀ  tepatnya sepanjang Pantai Kalat tak lagi dapat terbantahkan. Areal hutan produksi itu menyisakan bekas galian yang diduga bekas tambang pasir.

Penelusuran tim MD Kepri yang mengunjungi Pantai Kalat beberapa waktu lalu, menemukan bekas galian berbagai bentuk. Ada yang memanjang seperti parit, ada pula yang berbentuk lingkaran layaknya kolam. Bekas galian itu kini dipenuhi air yang terlihat gelap dan cenderung pekat.

RELATED POSTS

Bea Cukai Batam Sita Setengah Juta Batang Rokok Senilai Rp753 Juta

Viral Perselisihan Parkir di Ruko Kavling Baru, Polsek Sagulung Fasilitasi Mediasi Lanjutan

Polresta Barelang Ungkap Pemalsuan SIM C, Dua Tersangka Diamankan

Rayakan Satu Tahun, Elite Martial Art Batam Cetak Atlet Berprestasi Hingga Tingkat Asia

Vegetasi Pantai Kalat memang sangat ideal sebagai habitat hutan mangrove. Tanah bercampur pasir menjadi media subur bagi hutan produksi.

Kerusakan lingkungan hutan produksi Pulau Rempang bermula dari usaha pemanfaatan lahan untuk kebutuhan komersil oleh pihak swasta yang direstui oleh pemerintah baik pusat dan daerah melalui regulasi dan ijin yang diterbitkan.

Sebutlah SK Gubernur Kepri yang menerbitkan Ijin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPJL-PSWA) pada hutan produksi Pulau Rempang, Tanjung Kelinking – Pantai Kalat.

Terlepas dari perusahaan manapun yang mengantongi IUPJL-PSWA, faktanya areal hutan produksi itu kini cukup mengkhawatirkan dari sisi lingkungan.

MD Kepri tak berhasil menemukan usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan sarana wisata alam di areal Pantai Kalat, sebagaimana yang diamanatkan SK Gubernur yang dimaksud.

Tak bermaksud meniadakan. Karena ternyata ada beberapa fasilitas wisata alam yang dikelola mandiri oleh warga setempat. Bukan dikelola profesional oleh perusahaan yang mengantongi IUPJL-PSWA.

Entah bagaimana menghubungankan IUPJL-PSWA yang diterima perusahaan dengan dugaan penambangan pasir di hutan produksi Pantai Kalat. Tapi kerusakan lingkungan di Ā pesisir hutan mangrove itu mulai terlihat setelah terbitnya SK Gubernur Kepri mengenai IUPJL-PSWA.

Azhari Hamid, Ketua DPP, Masyarakat Peduli Laut dan Lingkungan Hidup (MAPELL) yang mendampingi MD Kepri saat mengunjungi Pantai Kalat mengatakan, mangrove menjadi rusak karena adanya penambangan pasir.

ā€œMangrovenya rusak, pasirnya diambil. Kita belum tau kemana keluarnya. Dalam regulasi Perda Batam yang terbaru tambang pasir Ā di Batam tidak ada. Tidak ada ruang untuk penambangan pasir di Batam,ā€ pungkasnya.

Menurutnya, pesisir Pantai Kalat memang cukup potensial untuk penambangan pasir. Pasir laut yang dikandungnya sangat bernilai. Tapi ancaman kerusakan lingkungan jadi semakin nyata.

ā€œSecara lingkungan kalau pasirnya diambil, pasti bakaunya rusak. Kalau bakau rusak, perkembangan biota laut yang ekonomis bagi masyarakat hilang. Dan untuk mensubstitusi kerusakan alam menjadi penambangan belum tau keberhasilannya,ā€ jelasnya sembari menunjukkan bekas galian yang diduga hasil penambangan pasir di areal itu.

Lalu kapan bermula penambangan pasir di hutan produksi Pantai Kalat? Banyaknya bekas galian di areal itu menunjukan aktivitas sebelumnya mengarah pada bekas pertambangan pasir laut. Meski kini tak ditemukan lagi aktivitas pengerukan pasir, sisa sisa kerusakan lingkungan yang ditinggalkan menjadi ancaman keberlanjutan ekosistem hutan produksi di Pantai Kalat, Pulau Rempang secara luas. (MD)

ShareTweetSend

Related Posts

Kepri

Bea Cukai Batam Sita Setengah Juta Batang Rokok Senilai Rp753 Juta

September 25, 2026
Hukrim

Viral Perselisihan Parkir di Ruko Kavling Baru, Polsek Sagulung Fasilitasi Mediasi Lanjutan

September 25, 2026
Hukrim

Polresta Barelang Ungkap Pemalsuan SIM C, Dua Tersangka Diamankan

September 25, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Viral Perselisihan Parkir di Ruko Kavling Baru, Polsek Sagulung Fasilitasi Mediasi Lanjutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rayakan Satu Tahun, Elite Martial Art Batam Cetak Atlet Berprestasi Hingga Tingkat Asia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bea Cukai Batam Sita Setengah Juta Batang Rokok Senilai Rp753 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Bea Cukai Batam Sita Setengah Juta Batang Rokok Senilai Rp753 Juta

September 25, 2026

Viral Perselisihan Parkir di Ruko Kavling Baru, Polsek Sagulung Fasilitasi Mediasi Lanjutan

September 25, 2026

Polresta Barelang Ungkap Pemalsuan SIM C, Dua Tersangka Diamankan

September 25, 2026

Rayakan Satu Tahun, Elite Martial Art Batam Cetak Atlet Berprestasi Hingga Tingkat Asia

September 25, 2026

Perkuat Kamtibmas, Babinsa Koramil 06/Senayang Ajak Warga Desa Benan Aktifkan Kembali Siskamling

September 25, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, IndonesiaĀ  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

Ā© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

Ā© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In