
Batam | beritabatam.co – Hadir mewarnai dunia olahraga bela diri di Kota Batam, Elite Martial Art (EMA) kini merayakan hari jadinya yang pertama. Menjelang puncak perayaan pada 27 September 2026 mendatang, jajaran manajemen dan para anggota EMA berbagi kisah inspiratif mereka dalam program bincang-bincang pagi di RRI Batam.
Berdirinya EMA tidak lepas dari kisah pribadi sang pemilik, Vera Hoendrawati. Sebelum mendirikan pusat kebugaran ini, Vera sempat berjuang melawan penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi. Kondisi kesehatannya berhasil pulih berkat bimbingan intensif dari seorang atlet bela diri.
“Karena pengalaman disembuhkan melalui olahraga ini, saya ingin menyediakan wadah bagi masyarakat sekaligus mendukung para atlet lokal,” ungkap Vera.
Vera mengakui mengelola EMA pada awalnya sangat menantang secara finansial, bahkan tak jarang harus menutupi biaya operasional dengan dana pribadi.
Namun seiring berjalannya waktu, dukungan serta iuran dari sekitar 80 anggota aktif kini telah mampu menutupi pengeluaran dan bahkan mensubsidi berbagai kebutuhan atlet.
Dalam kurun waktu satu tahun, EMA telah berhasil menorehkan prestasi gemilang. Salah satu atlet andalannya, Claudio, sukses mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali emas di tingkat Asia yang diselenggarakan di Nepal.
Tidak berhenti di situ, EMA kini telah resmi masuk sebagai anggota KONI untuk cabang olahraga Savate dan tengah fokus mempersiapkan para atletnya untuk berlaga di ajang Porprov pada 1 hingga 8 November mendatang.
Berlokasi di kawasan strategis di wilayah Legenda, EMA menawarkan beragam pilihan bela diri, mulai dari Boxing, Kickboxing, Wushu, Savate, hingga Taekwondo Jidokwan yang sertifikatnya diakui secara internasional.
Fasilitas penunjang di EMA sangat diperhatikan, termasuk ketersediaan perlengkapan keselamatan yang lengkap, kotak P3K, hingga ring tinju berstandar internasional yang ditempatkan di lantai tiga bangunan.
Beragam motivasi mendasari masyarakat Batam untuk bergabung dengan EMA. Joe Bayrak, yang tercatat sebagai salah satu anggota pertama, menekankan betapa pentingnya olahraga, terutama bagi mereka yang mulai memasuki usia lanjut.
“Metabolisme tubuh yang terus menurun seiring bertambahnya usia membuat olahraga menjadi sebuah kewajiban mutlak agar kita terhindar dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi,” jelas Joe.
Sementara itu, Stephanie Liem (16 Tahun), anggota Kickboxing yang bercita-cita menjadi atlet Savate, mengaku merasakan manfaat besar setelah bergabung.
“Awalnya latihan fisik terasa sangat berat sampai saya merasa hampir pingsan. Namun setelah rutin berlatih, napas saya menjadi jauh lebih kuat dan daya tahan tubuh meningkat drastis,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Eka Lazuardi, seorang mantan penggemar kelas body combat yang menemukan kenyamanan baru lewat latihan Kickboxing di EMA.
Menurut Eka, olahraga ini tidak sekadar membakar kalori dan menjaga kestabilan berat badan, tetapi juga menjadi sarana manajemen stres yang ampuh berkat pelatihan tatap muka langsung dengan para pelatih yang interaktif dan kompeten.
Memaknai ulang tahun pertamanya, manajemen EMA berencana menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan kebahagiaan ke panti jompo dan panti asuhan. Acara kebersamaan sesama anggota juga telah dijadwalkan untuk mempererat solidaritas.
Para anggota menaruh harapan besar agar EMA dapat terus berkembang, memperluas fasilitasnya, dan sukses mencetak lebih banyak atlet bela diri yang mampu bersaing di kancah internasional. (red)










Discussion about this post