Batam | beritabatam.co : Peserta Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWil) yang diselenggarakan pada Oktober 2018 lalu, Team Basket yang membawa nama provinsi Kepri harus menelan pil pahit.
Bagamana tidak, Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kepri yang awalnya menjanjikan fasilitas, baju Kontingen, Jersey untuk tanding dan uang saku, ternyata hanyalah janji belaka. Sebagaimana diungkap salah satu tim basket, Fandion kepada beritabatam.co di seputaran Nagoya, Senin malam (18/03/19).
Fandion menceritakan tim basket putra yang mewakili Provinsi Kepri untuk tanding ke Aceh dalam pertandingan POPWIL, bahkan dilepas langsung oleh Gubernur Kepri.
“Wakil dari Kepri tim basket putra pada waktu iti ada 12 orang terdiri dari 8 orang dari Batam, 3 orang dari Karimun dan 1 orang dari Tanjungpinang dengan membawa nama Provinsi Kepri,” ucap Fandion.
“Saat itu kami, akan dijanjikan akan diberikan amprah (uang saku-red) namun meski kami sudah menandatangani sebesar Rp. 1040.000 setelah dipotong pajak hingga kini belum juga dibayarkan,” ucap pria dengan tinggi 184 cm itu.
Fandion menyebutkan, yang paling membuat kecewa. Perbasi yang Pernah menjanjikan akan membayarkan pada saat tiba di Batam nyatanya hanyalah janji yang tak kunjung terealisasi.
Tim basket yang membawa nama provinsi Kepri pada saat tanding di POPWIL Aceh itu. Bahkan jersey yang di janjikan untuk tanding pun tak diberikan ke tim basket, ungkap Fandion.
“Pada saat itu terpaksa kami menggunakan jersey cadangan yang bertuliskan Batam bukan Kepri,” sambut Desmond teman Fandion.
“Dan pada saat streaming di media social Instagram ada juga yang komentari kenapa pakai jersey Batam bukan jersey Kepri,” pungkasnya.
Tim Basket Putra bahkan mendatangi ke rumah Ketua Perbasi untuk mempertanyakan realisasi janji yang sempat disebutkan. Namun hingga kini, belum juga ada kepastian.
“Kami kemaren kerumahnya bang (Ketua perbasi-red).kemaren. Terus ngobrol ngobrol tak juga mendapatkan solusi, sekitar 30 menit lebih dikediamannya kami disuruh pulang,” cerita Fandion.
Dan karena persoalan tersebut, tim Basket Putra ini urung di ikutkan dalam Gubernur Cup dan Pekan Olahraga Provinsi yang diselenggarakan pada bulan November dan Desember.
“Padahal biasanya kami main untuk ngewakili Batam,” sebut Fandion.
Sementara itu, Ketua Perbasi belum bisa memberikan keterangan tentang permasalahan tim Basket Putra yang mewakili Kepri pada POPWI. Saat dihubungi melalui telepon selularnya, ia mengatakan akan memberikan keterangan setelah dirinya selesai mengumpulkan data.
Namun hingga kini Ketua Perbasi, belum memberikan keterangan. (Ben)














Discussion about this post