Batam | beritabatam.co : Anggota DPRD Kota Batam Ir. H. Suryanto, menyoroti sulitnya mekanisme pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) BP Batam bagi masyarakat. Politisi Fraksi PKS dari Dapil Batam Kota Lubuk Baja itu menyebut aturan yang harus dilalui warga terlalu banyak sehingga menyita waktu dan tenaga.
Kritik tersebut disampaikan Suryanto melalui unggahan di akun TikTok pribadinya. Menurutnya, proses pembayaran UWT saat ini tidak semudah yang dibayangkan.
“Mekanisme pembayaran itu, ternyata masyarakat itu tidak semudah yang dibayarkan. Karena banyak sekali aturan-aturan yang harus dipenuhi di situ, sehingga satu membutuhkan waktu yang banyak, kedua membutuhkan peluang khusus,” kata Suryanto, dikutip Rabu (29/04/26).
Kondisi itu, lanjut Suryanto, membuat warga yang tidak semua paham alur administrasi akhirnya memilih menggunakan jasa pengurusan. Ia menyebut, biaya jasa pengurusan UWT di masyarakat umumnya berkisar Rp3,5 juta hingga Rp4 juta. Sementara warga yang nekat mengurus sendiri pun diakuinya tetap mengalami kesulitan. Mereka harus bolak-balik berkali-kali ke instansi terkait, izin dari tempat kerja, namun prosesnya tetap tidak mudah.
Karena itu, Suryanto mendorong BP Batam dan DPRD Kota Batam untuk duduk bersama membahas penyederhanaan sistem.
Ia berharap koneksi pembayaran UWT hingga proses ke sertifikat bisa dibuat lebih simpel dan terintegrasi. Menurutnya, digitalisasi adalah kunci.
“Kalau bisa di-digitalkan, mau bayar UWT itu gampang. Kita scan, bahkan sekarang kita pakai mobile banking itu bisa,” jelasnya.
Suryanto menegaskan pada dasarnya masyarakat memiliki itikad baik untuk memenuhi kewajiban membayar UWT. Namun, prosedur yang rumit justru menjadi penghalang utama.
“Mau bayar UWT itu enggak mau kalau ribet,” pungkasnya. (Ben)













Discussion about this post