Batam | beritabatam.co : Ketua Komite Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (KPLHI) laporkan kegiatan hasil tank Cleaning kapal ke Kementerian Lingkungan Hidup beberapa pekan lalu (15/04/20). Hasilnya, diduga terjadi pencemaran lingkungan di daerah Barelang jembatan lima Batam.
Dikatakan Azhari, kapal tanker Jesslyn Natuna diduga melakukan pencemaran dan atau perusakan lingkungan karena melakukan kegiatan hasil tank cleaning yang tidak diturunkan.
Masih menurut Azhari, dikatakannya kapal yang membawa merkuri (HG), unsur kimia yang dapat mengakibatkan pencemaran perairan yang diketahui kegiatan itu sudah berjalan 4 bulan lebih lamanya terang Azhari.
“Dan Sludge FSO kami yakini itu mengandung Hg yang sangat bahaya jika tidak dikelola dengan baik” terangnya kepada wartawan.
Azhari menguraikan selama dalam pemantauannya berdasarkan informasi yang didapat kapal akan berlayar bersama cleaning tersebut dikhawatirkan akan dibuang diperairan selama berlayar.
Dalam penelusurannya, kapal MT Jesslyn Natuna sudah diberikan surat izin berlayar oleh KSOP Batam dengan catatan kapal tersebut tertera dengan volume cargonya Nil atau kosong.
Dan ini menurutnya menjadi preseden buruk dalam pengawasan lingkungan, transportasi limbah B3 dan pencemaran laut diwilayah NKRI. Azhari menyebut hampir tiap bulan Kepri mendapatkan limpahan cemaran Sludge oil.
Azhari menyesalkan belum ada tindakan dari pemerintah atas sejak dilaporkannya terkait kegiatan kapal yang melakukan kegiatan di Barelang yang diduga melakukan pencemaran yang kini kapal tersebut sudah berlayar menuju Chittagon Bangladesh.
Azhari mengatakan, persoalan ini sudah menjadi perhatian NGO International, tutupnya. (Ben)














Discussion about this post