
Batam | beritabatam.co – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar Kota Batam Ardiwinata memastikan sektor pariwisata Batam tetap aman di tengah fenomena kabut asap beberapa hari terakhir. Tidak ada dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan.
“Kondisi cuaca sudah membaik dan langit mulai membiru setelah sempat turun hujan selama dua hari. Kabut asap ini murni asap kiriman, bukan berasal dari kebakaran di wilayah kita sendiri. Ayo kita sama-sama jaga Batam,” tegas Ardiwinata dalam dialog di RRI Batam, (15/09/26).
Ia juga memastikan hingga saat ini belum ada travel warning atau peringatan larangan berkunjung dari negara manapun ke Batam. Begitu pula tidak ada laporan pembatalan perjalanan dari grup-grup wisatawan akibat masalah kualitas udara.
Ardiwinata membawa kabar positif terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara wisman. Berdasarkan data konsolidasi tunggal BPS Kota Batam, total kunjungan wisman hingga bulan Juli sudah menyentuh 961 ribu orang.
Untuk bulan Juli saja, jumlah kunjungan tercatat 140 ribu orang. Angka itu naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di 120 ribu orang.
“Alhamdulillah, trennya terus merangkak naik. Bila dibandingkan secara year-on-year, data kunjungan kita mengalami kenaikan hampir 99 persen,” jelas Ardiwinata.
Ia mengedukasi pelaku pariwisata agar membaca data statistik dengan benar. Evaluasi, kata dia, tidak bisa dilakukan dengan membandingkan bulan ke bulan dalam tahun yang sama. Tolok ukurnya harus year-on-year, yakni membandingkan bulan yang sama di tahun berbeda.
Peningkatan kunjungan juga didorong momen libur panjang di negara tetangga Singapura dan Malaysia. Ardiwinata memprediksi gelombang kunjungan akan kembali membludak saat perayaan Mooncake akhir September mendatang. Puncaknya biasanya terjadi di bulan Desember pada momen libur Natal dan Tahun Baru.
Untuk menjaga iklim pariwisata yang positif, Ardiwinata mengajak seluruh elemen masyarakat Batam mengamalkan Sapta Pesona. Prinsip itu meliputi keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan bagi wisatawan.
Pemerintah Kota Batam juga tengah menggulirkan program unggulan untuk pariwisata. Fokusnya pada peningkatan fasilitas MICE Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition, serta rencana pembangunan Taman Budaya Batam di kawasan eks Gedung Beringin.
“Batam ini kota yang sangat universal dan multietnis. Mari kita jaga kebhinekaan, jangan buang sampah sembarangan, dan selalu berikan pelayanan yang ramah agar wisatawan ingin kembali lagi ke Batam,” pungkasnya. (Red)





Discussion about this post