Batam | beritabatam.co : Lokasi Batam yang menjadi perbatasan negeri, ditambah dengan status ekonomi khusus yang melekat pada pulau berbentuk kalajengking ini. Menjadikan Batam primadona sebagai lahan berusaha dan berbisnis.
Bak dua sisi mata uang, tak hanya mengundang para pengusaha legal. Lokasi yang strategis dan kekhususan status Batam juga mengundang para pengusaha nakal untuk menangguk keuntungan dari usaha ilegal penyelundupan dari dan ke Batam, kemudian mengalir ke daerah lain se Indonesia.
Perairan Batam yang berbatasan dengan negara lain, atau menuju kota dan daerah lain pada provinsi berbeda jadi sarana untuk menyelundupkan barang secara tidak resmi.
Sebut saja minuman beralkohol. Tak sekali dua kali, petugas Bea Cukai menegah penyelundupan minuman berakohol yang akan dibawa ke daerah lain yang berdekatan, misalnya Riau, Jambi dan daerah di sisi Sumatera lainnya.
Sumber beritabatam.co mengungkapkan, ada istilah tertentu yang dipakai untuk mengelabui barang atau produk yang sedang diselundupkan.
Kata ‘sirup’ misalnya, digunakan untuk menyebut minuman beralkohol yang tengah dimuat untuk diselundupkan ke berbagai daerah.
Selain sirup, kata ‘Asap’ juga dijadikan sandi untuk produk rokok yang akan diselundupkan keluar kota Batam. Komoditi ‘Asap’ ini bahkan jadi primadona bisnis ilegal sejak hadirnya rokok khusus wilayah Batam.
Menurut informasi yang dirangkum beritabatam.co, kapal barang akan berjaga di perairan bebas dan nantinya akan dijemput speed boat yang diantarkan ke daerah Batam dan Tembilahan, Riau.
Modus yang digunakan ‘Sirup’ dan ‘Asap ini hampir serupa sebelum diselundupkan masuk ke daerah lain di Indonesia.
Bea Cukai beberapa pekan lalu telah melakukan penyegelan terhadap gudang yang berlokasi di Vila Mas yang diduga merupakan gudang terbesar di Batam.
Dan dengan tenggelamnya kapal barang yang diduga membawa minuman alkohol baru baru ini. Apakah masih ada gudang lain yang belum terdeteksi ?
Di sisi lain, sumber beritabatam.co mengaku sempat menjadi saksi bagaimana rokok khusus Batam, dengan mudahnya didapatkan didaerah Jambi dan Riau. Menurutnya, tidak sulit mengetahui daerah mana yang marak beredar rokok khusus Batam di wilayah pabean lain.
“Liat aja rute pelayaran yang sering dipakai penumpang dari dan menuju Batam. Pasti di daerah itu banyak beredar rokok Batam,” ucap sumber.
Menurut sumber beritabatam.co, rokok khusus Batam lebih mudah didapatkan didaerah yang hanya dihubungkan dengan transportasi laut. Tidak heran rokok khusus Batam dijual layaknya rokok resmi didaerah daerah kecil bahkan kecamatan atau desa pesisir.
Dalam satu perjalanan yang ditempuh sumber beritabatam.co. Disebutkan, memang sempat terdengar akan ada razia rokok Batam di pasar pasar daerah pesisir. Tapi, tetap saja rokok Batam jadi komoditi yang dicari warga yang candu merokok.
Sumber kami bahkan sesumbar menyebut, bila rokok Batam tak masuk kedaerah pesisir tersebut. Mungkin orang akan banyak berhenti merokok. Ini dikarenakan harga rokok Batam yang jauh lebih murah yang diperjualbelikan 9 ribu hingga 10 rupiah perbungkus.
“Ini kan jauh dari harga rokok lain, yang paling murah itu 15 ribu sampe 24 ribu rupiah,” ucapnya.
Tidak heran rokok Batam jadi pilihan utama para pekerja informal yang tidak ingin kebiasaan menghisap tembakau jadi terhenti akibat harga rokok yang mahal.
Tak hanya itu, sumber kami mengaku sempat menyaksikan sendiri, puluhan atau mungkin ratusan slop rokok Batam dibongkar ditengah perjalanan. Saat speedboat yang ia tumpangi melaju dari satu areal dipesisir provinsi Riau ke areal pesisir lainnya.
“Tak jelas juga itu rokok atau bukan, tapi penumpang pada bisik-bisik. Kalau barang yang dibungkus karung berwarna putih itu adalah bungkusan rokok Batam yang siap diedarkan ke penjual eceran,” ujarnya.














Discussion about this post