Batam | beritabatam.co : Nyaris menghabiskan masa dua tahun. Warga kampung Seisamak menagih perusahaan yang menjanjikan konpensasi kepada warga yang terkena dampak atas kegiatan perusahaan TIS.
Kepada wartawan warga keluhkan keberadaan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan limbah plastik yang persis bersebelahan dengan lokasi pemukiman warga di Kelurahan Tanjung Uncang, Batu aji, Batam
Pasalnya, limbah yang berupa cairan dari perusahaan tersebut telah mencemari lingkungan warga bahkan meresap ke dinding rumah warga sekitar.
Ketua RT/RW 002/019, Desi mengatakan bahwa penanganan Limbah perusahaan tersebut tampak carut marut, “sebab limbah yang berbentuk cairan itu telah merembes kemana-mana hingga ke rumah-rumah warga sekitar,” ungkapnya, Jumat (08/05/20) malam.
Desi mengaku pernah mencoba mendatangi pihak perusahaan didampingi beberapa warga karena rembesen air yang mengakibatkan kaki gatal-gatal.
“Namun tak satupun pihak perusahaan yang bisa ditemui bahkan merespon keluhan kami ini pak. Mirisnya pintu gerbang perusahaan pun ditutup, hanya bisa komunikasi dengan security di luar,” ungkapnya.
Limbah perusahaan dikatakan mencemari sumur warga sekitar. Dimana sebelumnya warga kampung Seisamak memiliki dua sumur, sebagaimana kedua sumur tersebut merupakan sumber air bersih warga.
“Namun, setelah merembesnya limbah perusahaan ke Sumur sejak kurang lebih enam bulan berdirinya perusahaan itu, akhirnya warga hanya mengandalkan satu Sumur untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, nyuci dan masak,” bebernya.
Sementara itu, Arsyad, warga mengatakan bahwa kebisingan mesin perusahaan yang beroperasi selama 24 jam itu sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.
“Bahkan getaran mesin perusahaan itu juga sangat kuat hingga tembok rumah warga mengalami keretakan,” ungkap Arsyad.
Menurutnya, perusahaan awalnya tidak mengakui keretakan rumah warga akibat dampak getaran mesin.
“Namun setelah ada perdebatan dengan warga akhirnya perusahaan sepakat berjanji akan mengganti rugi keretakan namun hingga kini belum juga terealisasi,” ucapnya.
Belum lagi, pihak perusahaan pernah berjanji akan salurkan air bersih ke warga yang terdampak cairan Limbah, “tapi sampai sekarang janji itu belum terpenuhi oleh pihak perusahaan,” kata Arsyad.
Ia berharap, semua janji-janji perusahaan sebelumnya yang pernah disepakati terhadap warga itu segera direalisasikan, “terutama air bersih yang merupakan kebutuhan kita sehari-hari,” harapnya.
Hingga berita ini diunggah, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi guna dimintai keterangan lebih lanjut. (Ben)














Discussion about this post