Jakarta | beritabatam.co – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara merupakan alat perjuangan bangsa, bukan sekadar dokumen keuangan.
Hal itu disampaikan Presiden saat menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang APBN beserta Nota Keuangan di hadapan pimpinan dan anggota DPR RI, DPD RI, serta seluruh pimpinan lembaga negara, (14/08/26).
Presiden menyampaikan penghargaan atas kerja sama dan pengawasan DPR selama ini. Menurut Presiden, APBN adalah instrumen untuk melindungi rakyat dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
Presiden memaknai kehadiran negara secara konkret. Negara harus hadir ketika petani membutuhkan pupuk dan teknologi, nelayan membutuhkan kapal dan tempat penyimpanan hasil tangkap, buruh membutuhkan perlindungan, serta ketika anak membutuhkan makanan bergizi dan sekolah yang baik, dan keluarga membutuhkan rumah, air bersih, listrik, dan layanan kesehatan.
Presiden menegaskan kemerdekaan belum selesai hanya karena bendera telah berkibar. Kemerdekaan harus terasa di meja makan rakyat, di ruang kelas, di Puskesmas, dan di masa depan setiap keluarga. Setiap rupiah yang dikumpulkan negara harus kembali menjadi harapan nyata.
Menyinggung kondisi global, Presiden menyebut dunia sedang tidak menentu akibat harga energi yang meningkat, suku bunga global yang tinggi, dan ketegangan geopolitik yang mengganggu perdagangan. Namun di tengah tekanan tersebut, perekonomian Indonesia tetap berdiri tegak, dengan pertumbuhan yang tinggi, inflasi terkendali, dan permintaan domestik yang kuat.
Presiden memaparkan pendapatan negara tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara belanja negara diarahkan untuk menjaga daya beli dan pelayanan publik, dengan defisit yang tetap terjaga. Menurut Presiden, keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama disiplin fiskal.
Presiden juga menyampaikan adanya penilaian positif dari lembaga pemeringkat internasional. Salah satu lembaga pemeringkat global mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada kategori layak investasi dengan prospek stabil, serta menilai prospek pertumbuhan yang kokoh dan pengelolaan utang yang hati-hati. Lembaga pemeringkat dari Tiongkok bahkan memberikan peringkat tertinggi untuk penerbitan surat utang Indonesia, dengan penilaian fundamental ekonomi yang solid dan tahan guncangan.
Presiden mengingatkan bahwa kredibilitas dibangun oleh konsistensi dan kesungguhan pelaksanaan, bukan hanya pengumuman. Dunia tidak hanya menilai apa yang diumumkan, tetapi apa yang benar-benar dilaksanakan. (Red)














Discussion about this post