beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Senin, September 21, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Internasional

Lagi Google Diterpa Isu Diskriminatif Terhadap Karyawannya

Berita Batam by Berita Batam
September 9, 2019
0
Kantor Google 
Foto : Reuters

Kantor Google Foto : Reuters

Internasional | beritabatam.co : Kabar mengejutkan datang dari Google. Tapi kali ini bukan teknologi terbaru perusahaan raksasa dunia itu. Melainkan pengakuan Chelsey Glasson, mantan karyawan Google yang membeberkan ia mendapatkan perlakukan diskriminatif dari manajernya saat hamil besar.

“Setelah dia menjadi manajer, dia melontarkan komentar tidak pantas kepada saya bahwa dia terlalu emosional dan sulit untuk bekerja dengan wanita hamil,” kata Glasson mengutip The Seattle News.

RELATED POSTS

Nasib 1.025 Pekerja PT Gimli Batam: Manajemen Kabur, Gaji Tak Dibayar, Hak Menggantung

8 Rumah Ditertibkan Timdu, BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

Mendapat perlakuan tersebut, tak bertahan lama. Chelsey memilih mengajukan pengunduran dirinya dari Google dan membuat pengaduan ke Komisi Hak Asasi Manusia negara bagian Washington, AS. Di dalam aduannya itu, Google diduga melanggar Undang-undang Hak Sipil tahun 1964.

Chelsey dikabarkan sempat mengunggah sebuah memo di papan pesan internal Google berjudul ‘Aku Tidak Kembali ke Google Setelah Cuti Bersalin dan Inilah Alasannya. Sebelum akhirnya ia mengundurkan diri di bulan Agustus.

Tak tinggal diam, Chelsey Glasson membuka pendanaan di situs Go Fund Me untuk membantu dirinya menyeret Google ke meja hijau.

Juru Bicara Google mengatakan pihaknya telah memberikan wadah kepada karyawan mereka jika terjadi masalah di lingkungan perusahaan dan segera diselidiki lebih lanjut.

“Kami melarang tindakan balas dendam di tempat kerja. Guna memastikan keluhan yang diajukan langsung diterima oleh Google, kami memberikan karyawan beberapa saluran untuk melaporkan masalah tersebut dan menyelidikinya,” jelas Google seperti dilansir Vice.

Kasus Chelsey Glasson diketahui bukan pertama kali terjadi, utamanya terkait isu diskriminasi di lingkungan kerja Google. Sebelumnya, Google juga sempat ditimpa isu membungkam salah seorang warga keturunan Arab atas kasus diskriminasi yang dialaminya dengan menawarkan uang sogokan sebesar 4.000 poundsterling atau sekitar Rp74 juta.

Diskriminasi yang dialami Rashid berawal saat ia mengumpulkan data kekuatan WiFi di seluruh pusat perbelanjaan di Eropa untuk meningkatkan akurasi Google Maps. Pria asal Maroko ini bekerja di sebuah perusahaan kontraktor yang mengumpulkan data kekuatan WiFi untuk bisnis Google di Inggris lewat proyek bernama ‘Expedite’.

‘Uang damai’ yang ditawarkan Google disebut sebagai upaya agar Rashid tidak mengumbar kasus yang dialaminya. Namun, ia memutuskan untuk tetap membuka pengalamannya usai aksi unjuk rasa massal karyawan Google awal November 2018.

“Saya adalah satu-satunya di tim yang terlihat dari Arab, dan saya sering dihentikan dan dilecehkan oleh petugas keamanan dan pusat perbelanjaan. Saya tidak diizinkan memberi tahu mereka bahwa saya bekerja untuk Google dan melakukan pekerjaan itu,” ucapnya, seperti dimuat laman detikcom. (det-red)

ShareTweetSend

Related Posts

Foto: Istimewa
Batam

Nasib 1.025 Pekerja PT Gimli Batam: Manajemen Kabur, Gaji Tak Dibayar, Hak Menggantung

September 21, 2026
Foto: BP Batam
Batam

8 Rumah Ditertibkan Timdu, BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling

September 20, 2026
Nasional

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

September 18, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Foto: Istimewa

    Nasib 1.025 Pekerja PT Gimli Batam: Manajemen Kabur, Gaji Tak Dibayar, Hak Menggantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 8 Rumah Ditertibkan Timdu, BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Nasib 1.025 Pekerja PT Gimli Batam: Manajemen Kabur, Gaji Tak Dibayar, Hak Menggantung

September 21, 2026
Foto: Kepriprov.go.id

SK Pengangkatan 7 Anggota KPID Kepri Dibatalkan PT TUN Medan, Ini Respons Pemprov

September 20, 2026
Foto: BP Batam

8 Rumah Ditertibkan Timdu, BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling

September 20, 2026

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

September 18, 2026

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

September 18, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In