beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Rabu, September 9, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Utama

Empat Buku Ade Suhandi Ajak Pembaca Menemukan Makna Hidup, dari Mimpi hingga Ketenangan

Berita Batam by Berita Batam
September 9, 2026
0
Ade Suhandi, Penulis
Foto: Istimewa

Ade Suhandi, Penulis Foto: Istimewa

Jakarta | beritabatam.co — Perjalanan hidup manusia tidak selalu berhenti pada pencapaian. Setelah melewati berbagai fase, pertanyaan tentang apa yang ingin dicapai perlahan dapat berubah menjadi pertanyaan yang lebih mendasar: untuk apa semua yang telah dikejar dan bagaimana kehidupan ingin dijalani?

Gagasan tentang perjalanan tersebut menjadi benang merah empat buku karya Ade Suhandi yang diterbitkan Penerbit Wawasan Ilmu. Keempat buku itu adalah Nyalakan Mimpimu, Kelas Tanpa Dinding, Lelah Menjadi Manusia, Tenang Menjadi Hamba, dan Hidup Tenang di Usia 50 Tahun.

Keempatnya tidak sekadar berbicara mengenai motivasi, pembelajaran, kelelahan, maupun ketenangan secara terpisah. Jika dibaca sebagai satu rangkaian, buku-buku tersebut menggambarkan perjalanan manusia dari keberanian mengejar mimpi hingga kesadaran untuk menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan bermakna.

Penerbit Wawasan Ilmu sendiri mencantumkan sejumlah karya Ade Suhandi dalam katalog bukunya, termasuk Lelah Menjadi Manusia, Tenang Menjadi Hamba, Hidup Tenang di Usia 50 Tahun, dan Kelas Tanpa Dinding.

Berawal dari Keberanian Bermimpi

Perjalanan itu dimulai melalui Nyalakan Mimpimu.

Buku tersebut mengangkat gagasan bahwa mimpi dapat menjadi titik awal perjalanan seseorang. Namun, seiring bertambahnya usia, keberanian untuk bermimpi terkadang terkikis oleh kegagalan, keadaan, kesibukan, maupun penilaian orang lain.

Pesan yang ingin dibangun adalah bahwa mimpi tidak selalu benar-benar hilang. Dalam kondisi tertentu, mimpi hanya membutuhkan keberanian untuk kembali dinyalakan.

Dari mimpi, perjalanan kemudian berlanjut ke proses belajar.

Kehidupan sebagai Kelas Tanpa Dinding

Melalui Kelas Tanpa Dinding, Ade mengajak pembaca melihat kehidupan sebagai ruang belajar yang tidak terbatas pada sekolah maupun institusi pendidikan.

Pengalaman bekerja, menghadapi kegagalan, membangun keluarga, berinteraksi dengan orang lain, mengikuti perkembangan teknologi, hingga menghadapi kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran.

Namun, perjalanan tersebut juga memperlihatkan bahwa semakin banyak seseorang belajar dan memikul tanggung jawab, kehidupan tidak otomatis menjadi lebih mudah.

Di titik inilah muncul fase berikutnya: kelelahan.

Ketika Manusia Mengakui Dirinya Lelah

Buku ketiga, Lelah Menjadi Manusia, Tenang Menjadi Hamba, membawa pembaca pada sisi kehidupan yang lebih reflektif.

Ada kelelahan yang tidak selalu terlihat secara fisik. Seseorang masih bekerja, menjalankan tanggung jawab dan berinteraksi seperti biasa, tetapi di dalam dirinya muncul perasaan lelah karena terus berusaha memenuhi harapan, menjadi kuat, maupun mengendalikan berbagai hal dalam kehidupan.

Buku ini membawa gagasan bahwa manusia tidak harus memikul seluruh persoalan seorang diri.

Ada saat untuk berusaha, ada waktu untuk berdoa, dan ada pula saat untuk menyerahkan hasil kepada Allah.

Dalam konteks tersebut, berserah tidak dimaknai sebagai menyerah terhadap kehidupan. Sebaliknya, kepasrahan ditempatkan sebagai bentuk keyakinan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan tidak seluruh hal dapat dikendalikan.

Dari Mengejar Pencapaian Menuju Kehidupan yang Tenang

Perjalanan tersebut kemudian bermuara pada Hidup Tenang di Usia 50 Tahun.

Buku ini mengajak pembaca memasuki fase kehidupan ketika prioritas mulai mengalami perubahan.

Waktu menjadi sesuatu yang semakin berharga. Keluarga tidak lagi sekadar menjadi bagian dari kehidupan, tetapi menjadi sesuatu yang perlu dihargai. Kesehatan mulai dipandang lebih penting daripada kesibukan, sementara ketenangan dianggap lebih bermakna dibandingkan sekadar mendapatkan pengakuan.

Pada fase ini, seseorang diajak untuk berdamai dengan masa lalu, melepaskan hal-hal yang tidak lagi perlu dikejar, mensyukuri apa yang masih dimiliki, menjaga kesehatan, menghargai keluarga, serta belajar memaafkan.

Pesan yang dibangun sederhana: kehidupan tidak harus diisi dengan memiliki segala sesuatu agar menjadi berarti.

Berikut petikan wawancara Penulis Ade Suhandi

Apa yang melatarbelakangi lahirnya empat buku ini?

Keempat buku tersebut dapat dipandang sebagai rangkaian pemikiran mengenai perjalanan manusia. Dimulai dari mimpi, kemudian belajar melalui kehidupan, menghadapi kelelahan, hingga akhirnya menemukan kebutuhan untuk hidup dengan lebih sadar dan tenang.

Mengapa tema mimpi menjadi titik awal?

Mimpi merupakan bagian penting dalam perjalanan seseorang. Banyak orang memiliki mimpi ketika masih muda, tetapi kemudian kehilangan keberanian untuk mengejarnya karena berbagai keadaan. Karena itu, Nyalakan Mimpimu menjadi pengingat bahwa seseorang masih dapat kembali melihat dan menyalakan mimpi yang pernah dimilikinya.

Apa yang dimaksud dengan “kelas tanpa dinding”?

Kehidupan adalah ruang belajar yang sangat luas. Guru tidak selalu hadir dalam ruang kelas. Kegagalan, pekerjaan, keluarga, teknologi, perubahan, bahkan kesalahan dapat memberikan pelajaran. Karena itu, seseorang perlu terus belajar dari apa yang terjadi di sekelilingnya.

Mengapa kemudian muncul tema tentang kelelahan dan menjadi hamba?

Karena perjalanan mengejar mimpi dan menghadapi kehidupan tidak selalu mudah. Ada fase ketika manusia merasa lelah karena ingin mengendalikan semuanya. Pada titik itu, manusia perlu menyadari keterbatasannya. Berusaha tetap penting, tetapi ada saatnya hasil diserahkan kepada Allah.

Lalu apa yang ingin disampaikan melalui Hidup Tenang di Usia 50 Tahun?

Memasuki usia tertentu, seseorang biasanya mulai melihat kehidupan dengan perspektif yang berbeda. Tidak semua hal harus dikejar. Waktu, kesehatan, keluarga, dan ketenangan menjadi semakin penting. Buku ini mengajak pembaca untuk bertanya kembali mengenai kehidupan seperti apa yang sebenarnya ingin dijalani.

Apakah keempat buku ini memang sengaja dibuat sebagai satu rangkaian?

Keempat buku tersebut dapat dibaca sebagai satu perjalanan. Nyalakan Mimpimu berbicara tentang keinginan untuk mencapai sesuatu. Kelas Tanpa Dinding mengajak manusia terus belajar. Lelah Menjadi Manusia, Tenang Menjadi Hamba mengingatkan bahwa manusia tidak harus memikul semuanya sendiri. Sementara Hidup Tenang di Usia 50 Tahun membawa pembaca pada kesadaran tentang hidup yang lebih cukup, sadar, dan tenang.

Apa pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca?

Bahwa kehidupan bukan hanya tentang memiliki atau mencapai sesuatu. Pada akhirnya, manusia perlu memahami apa yang benar-benar penting dalam hidupnya.

Empat Buku, Satu Perjalanan

Jika disederhanakan, keempat buku Ade Suhandi dapat dibaca sebagai empat tahapan perjalanan kehidupan.

Nyalakan Mimpimu, berbicara tentang keberanian untuk bermimpi.

Kelas Tanpa Dinding, mengajak manusia belajar dari pengalaman.

Lelah Menjadi Manusia, Tenang Menjadi Hamba, membawa pembaca pada kesadaran untuk tidak memikul seluruh beban seorang diri.

Sedangkan Hidup Tenang di Usia 50 Tahun, mengajak seseorang menjalani kehidupan dengan lebih sadar, cukup, dan tenang.

Dari mimpi menuju pembelajaran. Dari pembelajaran menuju kesadaran. Dari kelelahan menuju kepasrahan. Dan pada akhirnya, dari kepasrahan menuju ketenangan.

Keempat buku tersebut pada akhirnya menawarkan satu gagasan bahwa perjalanan hidup tidak selalu tentang seberapa banyak yang berhasil dimiliki, tetapi seberapa jauh seseorang mampu memahami apa yang benar-benar penting.

Karena terkadang sebuah buku tidak harus memberikan seluruh jawaban. Ia cukup menghadirkan satu pertanyaan yang membuat pembacanya berhenti sejenak, berpikir, lalu melihat kehidupannya dari sudut pandang yang berbeda.

Barangkali, perjalanan menuju kehidupan yang lebih tenang memang dapat dimulai dari satu halaman yang dibaca hari ini. (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Foto: Ilustrasi AI
Batam

Inovasi IoT Keselamatan Nelayan UPB Terbentur Minimnya Sinyal di Pesisir Batam

September 9, 2026
Foto: Polresta Barelang
Hukrim

Laporan Dugaan Tawuran di Batu Aji Masuk via 110, Petugas Langsung Datangi Lokasi

September 9, 2026
Foto: Polresta Barelang
Batam

Karhutla di Rempang Cate Batam, Sekitar 10 Hektare Lahan Terbakar

September 9, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Bea Cukai Batam Tegah KM Cahaya Al Khair, Angkut Ratusan Paket Tanpa Pemberitahuan Pabean

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Barisan Perlawanan Wartawan Kota Batam Antar Surat Aksi ke Intelkam, Desak Li Claudia Chandra Minta Maaf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ismeth Abdullah Tegaskan RUU Daerah Kepulauan Harus Fokus Pembangunan, Bukan Tata Pemerintahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi AI

Inovasi IoT Keselamatan Nelayan UPB Terbentur Minimnya Sinyal di Pesisir Batam

September 9, 2026
Foto: Polresta Barelang

Laporan Dugaan Tawuran di Batu Aji Masuk via 110, Petugas Langsung Datangi Lokasi

September 9, 2026
Foto: Polresta Barelang

Karhutla di Rempang Cate Batam, Sekitar 10 Hektare Lahan Terbakar

September 9, 2026
Foto: Ilustrasi AI

UPB Rancang Alat IoT untuk Nelayan Batam, Dilengkapi GPS Tracker dan Tombol Darurat

September 9, 2026

Bea Cukai Batam Tegah KM Cahaya Al Khair, Angkut Ratusan Paket Tanpa Pemberitahuan Pabean

September 8, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version