beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Minggu, September 20, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Opini

Digitalisasi Masuk Pesantren: Peluang atau Ancaman Tradisi?

Oleh: Ade Suhandi (Kasubdiv Penyiaran PPIJ – Dosen Komunikasi)

Berita Batam by Berita Batam
Juli 4, 2025
0
Ade Suhandi (Kasubdiv Penyiaran Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta/Jakarta Islamic Centre – Dosen Komunikasi)
Foto: Istimewa

Ade Suhandi (Kasubdiv Penyiaran Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta/Jakarta Islamic Centre – Dosen Komunikasi) Foto: Istimewa

Opini | beritabatam.co : Pesantren, sebagai salah satu institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia, telah lama dikenal sebagai benteng tradisi keilmuan, spiritualitas, dan adab. Di tengah geliat zaman yang makin digital, pesantren kini berada di persimpangan jalan: haruskah tetap kukuh pada tradisi atau mulai membuka diri pada transformasi digital?

Beberapa kalangan melihat digitalisasi sebagai ancaman yang bisa merusak khusyuknya ngaji sorogan, melunturkan ketawadhuan santri, dan mengaburkan esensi adab. Di sisi lain, sebagian justru melihatnya sebagai peluang besar untuk memperluas jangkauan dakwah, memperkaya metode belajar, dan mempercepat kemajuan institusi. Maka, pertanyaannya penting: digitalisasi di pesantren—peluang yang menjanjikan atau ancaman yang merusak akar tradisi?

RELATED POSTS

8 Rumah Ditertibkan Timdu, BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

Pesantren di Era Teknologi: Mau Tidak Mau, Harus Siap
Tidak bisa dipungkiri, teknologi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan santri. Banyak santri hari ini membawa smartphone, belajar melalui YouTube, mendengarkan ceramah lewat podcast, bahkan ikut kelas kitab kuning secara daring. Pandemi COVID-19 mempercepat semua ini. Pesantren yang dulunya kaku terhadap internet, dipaksa adaptif dengan Zoom dan Google Meet.
Apakah ini berarti pesantren kehilangan nilai-nilai utamanya? Belum tentu. Semua tergantung pada bagaimana teknologi digunakan.

Peluang Besar di Balik Layar Digital
Digitalisasi bisa menjadi jembatan, bukan jurang. Beberapa peluang penting antara lain:
1. Akses Ilmu Lebih Luas
Santri bisa belajar langsung dari ulama luar negeri, membuka kitab klasik yang terdigitalisasi, atau mengikuti bahtsul masail lintas pesantren secara daring.
2. Efisiensi Administrasi dan Manajemen
Sistem keuangan, akademik, absensi, hingga laporan kemajuan santri bisa ditata lebih rapi dengan teknologi digital.
3. Ekspansi Dakwah Global
Banyak pesantren yang mulai memproduksi konten dakwah digital: podcast, TikTok syariah, kajian YouTube, hingga infografis islami. Ini adalah bentuk dakwah baru yang menjangkau lebih luas.
4. Menumbuhkan Talenta Digital Islami
Santri yang melek teknologi bisa menjadi konten kreator dakwah, programmer syariah, penulis islami digital, bahkan teknopreneur berbasis nilai Islam.

Tapi, Ada Ancaman Nyata untuk Tradisi
Namun, digitalisasi juga membawa risiko besar, khususnya bagi pesantren yang berakar kuat pada laku hidup sederhana dan adab. Beberapa kekhawatiran yang nyata:
1. Lunturkan Khusyuk dan Khidmat
Ngaji kitab yang biasa berlangsung khidmat bisa berubah jadi formalitas ketika dilakukan online. Keintiman relasi guru-murid bisa pudar di balik layar.
2. Tergoda Gaya Hidup Instan dan Duniawi
Ketika santri terlalu bebas berselancar di media sosial, muncul godaan popularitas, gaya hidup mewah, dan narsisme digital yang bertentangan dengan ruh pesantren.
3. Kecanduan Teknologi dan Gangguan Fokus
Alih-alih memperdalam ilmu, gadget bisa membuat santri terganggu dengan notifikasi TikTok, game, atau debat kusir online yang tak bermanfaat.
4. Erosi Bahasa Arab dan Tradisi Lisan
Tradisi membaca kitab kuning, hafalan, dan musyawarah bisa tergeser oleh konten cepat dan dangkal.

Bijak Menjawab Tantangan: Jalan Tengah Digitalisasi
Pertanyaannya bukan ‘menolak atau menerima digitalisasi,’ tapi bagaimana mengelola digitalisasi agar tetap berpihak pada nilai pesantren.

Beberapa pendekatan solutif:
• Kurasi Aplikasi dan Konten: Pesantren bisa menetapkan kurikulum digital khusus dengan aplikasi-aplikasi bermanfaat dan konten Islami yang sahih.
• Penguatan Akhlak Digital: Pendidikan adab harus masuk dalam literasi digital. Santri perlu tahu bahwa adab di dunia maya sama pentingnya dengan adab di dunia nyata.
• Digitalisasi yang Kontekstual: Tidak semua hal harus serba online. Sorogan, halaqah, dan khidmat tidak bisa digantikan teknologi. Gunakan digital untuk mendukung, bukan menggantikan.
• Pelatihan Guru dan Kiai: Para pengajar harus ikut naik kelas dalam hal digital agar tetap relevan dan mampu menjadi rujukan.

Penutup: Menjaga Akar, Menyapa Awan
Digitalisasi bukanlah musuh tradisi. Justru bisa menjadi kendaraan untuk memperluas nilai-nilai pesantren ke ranah global, jika dijalankan dengan bijak.
Pesantren tidak harus meninggalkan khazanah klasik untuk menjadi modern. Cukup menjadikan teknologi sebagai alat bantu untuk memperkuat warisan spiritual, keilmuan, dan kemandirian. Seperti pohon yang tinggi, pesantren harus menjaga akar-akarnya tetap menghujam, sembari menjulurkan cabangnya ke awan-awan masa depan.
Yang terpenting bukan apakah kita menjadi pesantren digital, tapi apakah kita tetap menjadi pesantren yang bermartabat. (***)

ShareTweetSend

Related Posts

Foto: BP Batam
Batam

8 Rumah Ditertibkan Timdu, BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling

September 20, 2026
Nasional

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

September 18, 2026
Nasional

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

September 18, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Foto: Kepriprov.go.id

    SK Pengangkatan 7 Anggota KPID Kepri Dibatalkan PT TUN Medan, Ini Respons Pemprov

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 8 Rumah Ditertibkan Timdu, BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebut Informasi Publik, Kadis Kominfo Batam: Valid Dulu, Baru Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Foto: Kepriprov.go.id

SK Pengangkatan 7 Anggota KPID Kepri Dibatalkan PT TUN Medan, Ini Respons Pemprov

September 20, 2026
Foto: BP Batam

8 Rumah Ditertibkan Timdu, BP Batam Imbau Masyarakat Berhati-hati dalam Memilih Hunian Kavling

September 20, 2026

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

September 18, 2026

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

September 18, 2026

AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

September 18, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In