beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Jumat, September 18, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Kepri

AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

Berita Batam by Berita Batam
September 18, 2026
0

Batam | beritabatam.co: Festival Media (Fesmed) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia tahun 2026 resmi mencetak sejarah baru dalam pelaksanaannya.

Untuk pertama kalinya, ajang literasi media dan konsolidasi jaringan masyarakat sipil ini digelar di dua kota dan dua pulau yang berbeda, yakni Batam dan Tanjungpinang.

RELATED POSTS

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

Defisit Air Mengintai Batam di 2028, Ini Strategi BP Batam

Kapolda Kepri Tindak Tegas Aksi Premanisme di Setokok, Ajak Masyarakat Wujudkan Batam Aman dan Kondusif

Puji Kinerja Amsakar, Gus Mufti Anam Soroti Ketimpangan Target Pendapatan dan Pengembangan Air Bersih

Ketua AJI Batam, Yogi Eka Sahputra, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini akan berlangsung padat selama tiga hari, mulai tanggal 19 hingga 21 September 2026.

Pelaksanaan pada tanggal 19 dan 20 September akan dipusatkan di Batam, sementara puncak acara pada tanggal 21 September akan dilangsungkan di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Pemilihan Pulau Penyengat bukan tanpa alasan, melainkan karena nilai sejarahnya yang sangat lekat dengan dunia literasi, bahasa, dan kepenulisan.

Melalui Fesmed ini, AJI mendorong para jurnalis dari 40 kota di seluruh Indonesia untuk menulis tentang Pulau Penyengat sebagai bentuk dukungan nyata agar pulau bersejarah tersebut dapat ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Fesmed 2026 dipersiapkan secara ekstra dan melibatkan ratusan peserta, termasuk narasumber dari kancah nasional hingga internasional seperti Thailand dan Jepang.

Agenda utama dalam perhelatan ini meliputi: Seminar Internasional, membahas kemerdekaan pers, Hak Asasi Manusia (HAM), dan kondisi ruang sipil di Asia Tenggara.

20 Kelas Lokakarya dan Diskusi, mengupas berbagai isu krusial seperti pulau-pulau kecil, kerusakan lingkungan, pusat data (data center), hingga pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam jurnalistik.

Fokus Kasus TPPO, Diskusi mendalam mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang tidak hanya direduksi pada isu pekerja migran, tetapi juga menyoroti kerentanannya di sektor dunia hiburan malam.

Kolaborasi Lintas Sektor, melibatkan akademisi, pers mahasiswa, serta pemangku kepentingan seperti Kapolda Kepri, BP3MI, dan Dinas ESDM untuk bertukar pikiran.

Panggung Budaya melalui festival seni dan hiburan dari berbagai komunitas yang digelar pada malam hari.

Napak Tilas Sejarah, kunjungan dan tradisi Makan Berhidang khas Melayu di Pulau Penyengat pada hari terakhir.

Di tengah kemajuan teknologi, disrupsi digital dan kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) menjadi tantangan sekaligus pisau bermata dua bagi dunia jurnalistik.

Yogi Eka Sahputra menekankan bahwa penggunaan AI harus diimbangi dengan kebijaksanaan dan hati nurani jurnalis. Selain itu, kemandirian bisnis media dan keamanan jurnalis tetap menjadi tantangan terbesar agar daya kritis media tidak melemah akibat ketergantungan pada iklan pemerintah.

Bagi masyarakat luas, peredaran misinformasi dan hoaks di media sosial menjadi ancaman nyata yang bisa berujung pada kericuhan hingga hilangnya nyawa.

Masyarakat diimbau untuk selalu skeptis dan menerapkan prinsip “saring sebelum sharing”. Menariknya, Yogi meminjam teori jurnalistik untuk mengedukasi masyarakat terkait cara memverifikasi informasi.

Dalam teori jurnalistik, ketika hujan turun, seseorang harus keluar rumah untuk memastikan dan merasakan apakah dirinya basah, bukan sekadar melihat dari balik jendela atau hanya mendengar bunyi hujannya saja.

Melalui analogi ini, masyarakat diharapkan bisa menjadi jurnalis bagi diri mereka sendiri dengan selalu bersikap skeptis terhadap setiap informasi yang muncul.

Langkah verifikasi sederhana dapat dilakukan menggunakan mesin pencari di internet atau fitur seperti Google Lens untuk mengecek keaslian foto dan video.

Yogi juga mengingatkan masyarakat agar tidak secara tidak sadar menjadi rantai penyebar hoaks hanya dengan meneruskan sebuah pesan ke grup aplikasi percakapan untuk menanyakan kebenarannya.

Dalam iklim demokrasi digital saat ini, masyarakat didorong untuk tetap berani mengkritisi kebijakan publik dan kondisi sosial tanpa rasa takut.

Meskipun demikian, kebebasan berekspresi tersebut harus dibatasi agar tidak menyerang ranah personal pihak tertentu, sehingga masyarakat terhindar dari jerat hukum seperti Undang-Undang ITE.

Keseimbangan antara literasi digital yang mumpuni dan nalar kritis inilah yang akan menjaga ekosistem informasi tetap sehat dan berkualitas. (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Nasional

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

September 18, 2026
Nasional

Defisit Air Mengintai Batam di 2028, Ini Strategi BP Batam

September 18, 2026
Kepri

Kapolda Kepri Tindak Tegas Aksi Premanisme di Setokok, Ajak Masyarakat Wujudkan Batam Aman dan Kondusif

September 18, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Defisit Air Mengintai Batam di 2028, Ini Strategi BP Batam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BP Batam Paparkan Anggaran Rp2,43 Triliun Tahun 2027, 100 Persen dari PNBP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

September 18, 2026

AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

September 18, 2026

Defisit Air Mengintai Batam di 2028, Ini Strategi BP Batam

September 18, 2026

Kapolda Kepri Tindak Tegas Aksi Premanisme di Setokok, Ajak Masyarakat Wujudkan Batam Aman dan Kondusif

September 18, 2026
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Aimah Nurul Anam
Foto: Istimewa

Puji Kinerja Amsakar, Gus Mufti Anam Soroti Ketimpangan Target Pendapatan dan Pengembangan Air Bersih

September 17, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In