beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Sabtu, September 19, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Batam

Dari Pada Ikut Melaut, Perempuan Pulau Ngenang Pilih Jadi Penenun kain

Berita Batam by Berita Batam
Februari 18, 2019
0
Ilustrasi Alat Tenun
Foto : Istimewa

Ilustrasi Alat Tenun Foto : Istimewa

Batam | beritabatam.co : Suhana warga Pulau Ngenang, kini tak perlu lagi turun melaut. Perempuan paruh baya ini punya kesibukan baru sebagai penenun.

Dua alat tenun bantuan pemerintah tampak di ruang tamu rumahnya. Satu alat dengan bentangan benang berwarna merah, dan yang satu lagi hitam.

RELATED POSTS

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

Defisit Air Mengintai Batam di 2028, Ini Strategi BP Batam

Pada bentangan hitam, tergulung kain songket biru tua bermotif gonggong. Sedangkan di bentangan sebelahnya, tampak songket merah dengan motif pucuk rebung.

“Yang ini (biru tua) saya yang kerjakan. Yang itu (merah), anak saya,” kata Suhana ketika dikunjungi di rumahnya, Rabu (13/02/19), sebagaimana dirilis Media Centre Batam.

Suhana merupakan satu dari lima warga Ngenang yang dilatih untuk menjadi penenun. Ilmu yang ia dapat kini telah ditularkannya kepada anak tertua.

“Tapi sekarang anak saya kelas VI (SD). Jadi berhenti dulu menenunnya. Lagi fokus untuk ujian,” kata dia.

Tak hanya ke anak, tetangga-tetangga Suhana pun sudah mulai banyak yang tertarik untuk belajar tenun. Sedikitnya 10 warga Ngenang kini sudah mulai tertarik untuk menenun kain.

Ia pun membuka pintu rumahnya lebar-lebar untuk mereka yang ingin belajar bersama. Karena menurutnya kegiatan ini bermanfaat bagi para perempuan.

Dari kegiatan tenun ikat ini, Suhana bisa menambah keuangan keluarga. Sehingga ia tak perlu lagi memancing ke laut.

“Dulu saya mancing, ikannya kita keringkan untuk dijual. Sekarang tak perlu lagi. Sudah ada kegiatan (menenun) ini,” tuturnya seraya menjelaskan rumitnya proses penenunan mulai dari gulung benang sampai kain jadi.

Suhana mengatakan ia bisa menyelesaikan selembar kain ukuran panjang 2 meter dalam waktu dua pekan. Dan kain ini dijualnya Rp 300 ribu per meter. Atas kesepakatan bersama, dari tiap kain yang terjual mereka setor Rp 50 ribu ke kelompok. Dana ini akan digunakan kembali untuk membeli peralatan dan bahan menenun seperti benang.

Hasil tenun dari Pulau Ngenang sudah dijual melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam sebagai pembina. Meski sejauh ini pembuatan tenun masih berdasarkan pesanan.

“Karena masih belajar juga, jadi menghitung untuk motifnya agak lama,” sebutnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengatakan pembinaan bagi warga Ngenang ini sudah berjalan sekitar satu tahun lamanya. Dan akan terus dibina selama tiga tahun.

“Pembinaan ini adalah bentuk kreativitas Dekranasda. Batik sudah ada. Sekarang tenun. Tenun ini merupakan kebutuhan pakaian melayu. Untuk kain samping, bahan pembuatan tanjak,” tutur Ardi.

Karena penenun yang masih tergolong baru, proses pembuatan kain cukup lama. Sehingga baru bisa memenuhi permintaan terbatas.

Oleh karena itu Disbudpar akan mencoba berikan pelatihan kepada lebih banyak warga. Agar bisa dipromosikan untuk kebutuhan publik.

“Ke depan kita juga akan coba membangun Rumah Tenun di sana. Jadi pembuatannya terpusat di satu lokasi. Sehingga bisa menjadi atraksi wisata yang dapat kita jual ke wisatawan,” ujarnya. (MCB)

ShareTweetSend

Related Posts

Nasional

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

September 18, 2026
Nasional

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

September 18, 2026
Kepri

AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

September 18, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Defisit Air Mengintai Batam di 2028, Ini Strategi BP Batam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Di hadapan Anggota DPR RI, Kepala BP Batam Tegaskan Bentrok Setokok Murni Sengketa Lahan

September 18, 2026

Blak-blakan Li Claudia Chandra soal Krisis Air Batam: “Kami Sedang Merapikan, Mudah-mudahan Ada Solusi Secepatnya”

September 18, 2026

AJI Gelar Festival Media Nasional 2026: Cetak Sejarah di Dua Kota, Dorong Pulau Penyengat Jadi Warisan Dunia

September 18, 2026

Defisit Air Mengintai Batam di 2028, Ini Strategi BP Batam

September 18, 2026

Kapolda Kepri Tindak Tegas Aksi Premanisme di Setokok, Ajak Masyarakat Wujudkan Batam Aman dan Kondusif

September 18, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In