
Batam | beritabatam.co – Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan komitmennya dalam mempercepat realisasi investasi dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh melalui penandatanganan dua nota kesepahaman strategis di Marketing Center BP Batam, Kamis (23/07/26).
Penandatanganan pertama dilakukan antara BP Batam dan PT Nusatama Properta Panbil mengenai dukungan investasi dan percepatan perizinan di KEK Tanjung Sauh. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Komisaris Utama PT Nusatama Properta Panbil, Johanes Kennedy Aritonang.
Selanjutnya, PT PLN Batam dan PT Panbil Utilitas Sentosa juga menandatangani nota kesepahaman terkait kerja sama penguatan keandalan sistem kelistrikan PLN Batam. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, dan Direktur Utama PT Panbil Utilitas Sentosa, Frans Richard Leonard.
Chairman Panbil Group sekaligus Komisaris Utama PT Nusatama Properta Panbil, Johanes Kennedy Aritonang, mengatakan pihaknya saat ini tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Sauh dengan kapasitas tahap pertama sebesar 300 megawatt (MW).
Menurutnya, pembangkit tersebut ditargetkan mulai memasok listrik ke Batam dan Bintan pada Desember 2026, sementara unit kedua dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2027.
“Keberadaan PLTU Tanjung Sauh didukung oleh lokasi yang strategis dan terintegrasi dengan sistem kelistrikan yang telah ada, sehingga mampu saling melengkapi dengan PLTU Tanjung Kasam,” ujar Johanes.
Ia juga mengapresiasi dukungan BP Batam dalam mempercepat pengembangan KEK Tanjung Sauh sebagai kawasan industri baru sekaligus pusat energi dan logistik yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing Batam di tingkat regional.
Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menilai kehadiran pembangkit listrik di Tanjung Sauh akan menjadi tambahan pasokan energi yang sangat penting bagi sistem kelistrikan Batam.
Menurutnya, kebutuhan listrik terus meningkat seiring bertambahnya investasi, pertumbuhan sektor industri, dan kebutuhan masyarakat.
“Pertumbuhan investasi membutuhkan pasokan listrik yang semakin besar dan andal. Di sisi lain, kebutuhan listrik dari sektor industri maupun rumah tangga juga terus meningkat. Karena itu, kehadiran KEK Tanjung Sauh menjadi angin segar bagi PLN Batam dalam menjaga keandalan pasokan listrik,” kata Kwin.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi sinergi antara BP Batam, Panbil Group, dan PT PLN Batam dalam mendukung percepatan pengembangan KEK Tanjung Sauh.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Tanjung Sauh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan investasi unggulan.
“Semoga kerja sama dan kontribusi yang kita bangun bersama ini mampu memberikan manfaat nyata bagi percepatan investasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amsakar.
Melalui dua kerja sama strategis tersebut, BP Batam optimistis pengembangan KEK Tanjung Sauh dapat berjalan lebih cepat, didukung kepastian investasi, percepatan perizinan, serta pasokan energi yang andal guna menunjang pertumbuhan industri di Batam dan kawasan sekitarnya. (BP)













Discussion about this post