Batam | beritabatam.co – Pemadaman listrik skala besar yang melumpuhkan wilayah Kota Batam, Bintan, hingga Tanjungpinang pada Senin pagi 12 Oktober 2026 menuai kritik tajam. Kelumpuhan sistem kelistrikan ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memukul telak sektor industri dan iklim investasi di Kepulauan Riau.
Pengamat sosial dan kebijakan publik Nikolas Simbolon mendesak jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah untuk turut bertanggung jawab atas terjadinya blackout masif ini. Ia mempertanyakan pemadaman total yang terjadi mendadak tanpa peringatan dini, padahal Batam sedang dalam kondisi normal tanpa cuaca ekstrem.
“Bagaimana bisa terjadi seperti itu dan tidak ada pemberitahuan? Sedangkan Batam tidak ada masalah apapun. Seharusnya PLN Batam tahu apa yang akan terjadi, pasti ada tanda-tandanya kalau sistem mau bermasalah,” sorot Nikolas, Senin 12 Oktober.
Menurutnya kegagalan antisipasi ini berdampak sangat fatal. Selain mengganggu pelayanan publik dan mengancam kerusakan barang elektronik warga, kerugian terbesar dirasakan langsung oleh penggerak ekonomi daerah. Banyak perusahaan manufaktur skala besar hingga Usaha Kecil Menengah yang terpaksa berhenti beroperasi.
“Ini sangat berdampak pada banyak perusahaan industri maupun UKM yang operasionalnya membutuhkan listrik. Hari ini banyak yang terpaksa memulangkan karyawannya dan tidak beroperasi kerja. Itu kan sangat merugikan, lalu siapa yang bertanggung jawab mengatasi kerugian ini?” tegasnya.
Lebih lanjut Nikolas menyoroti kontradiksi antara ambisi pemerintah daerah dalam menarik Penanaman Modal Asing dengan minimnya jaminan keandalan infrastruktur dasar kelistrikan.
“Jangan hanya mendatangkan investor sebanyak-banyaknya, tapi tidak bisa menjamin daerah dari permasalahan blackout ini. Kalau sudah terjadi pemadaman total seperti ini, siapa yang mau berinvestasi?” sindir Nikolas tajam.
Ia mendesak agar jajaran manajemen PLN Batam lebih proaktif dan profesional dalam menjaga keandalan sistem, agar insiden pemadaman yang sangat merugikan masyarakat dan dunia usaha Kepri ini tidak terulang.
Di lapangan padamnya aliran listrik sejak pukul 06.30 WIB memicu rentetan gangguan utilitas. Lampu lalu lintas yang mati menyebabkan kemacetan parah di jam sibuk, jaringan seluler mengalami gangguan, hingga berhentinya operasional Instalasi Pengolahan Air Minum yang memutus pasokan air bersih.
Merespons tekanan publik, PT PLN Batam menyatakan telah mengerahkan seluruh tim teknis dan operasional ke lapangan.
Manager Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama menyampaikan permohonan maaf resminya kepada seluruh pelanggan.
“Saat ini, seluruh tim PLN Batam tengah bekerja secara maksimal untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan. Penormalan dilakukan secara aman, terukur, dan bertahap, sembari terus melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab gangguan,” jelas Yoga. (Ben)










Discussion about this post