Batam | beritabatam.co : Pasca keributan yang terjadi di game zone Kapital Plaza Batam Centre berbuntut pada keresahan warga sekitar.
Beberapa RT dan Perangkat RW menyatakan sikap untuk mendesak pemerintah Kota Batam segera menutup lokasi tersebut, hal itu diungkap Ketua RT 01 RW 14 Belian, Erry Syahrial pada saat dihubungi beritabatam.co. Selasa (26/11/19).
“Iya, kita sudah melaporkan ini melalui surat ke instansi yang mengeluarkan izin yakni Dinas Penanaman Modal kemudian ditembuskan ke Komisi 1 DPRD Kota Batam, kemudian ke Polresta Barelang dan pihak terkait,” ucap Syahrial.
Dijelaskannya, perangkat RT dan RW sepakat menolak keberadaan Gelper yang berlokasi di sekitar wilayah Kecamatan Batam kota itu dengan alasan warga merasa ketakutan dengan semakin banyaknya aksi tindak pidana.
“Ada juga keluarganya yang main disitu yang mengakibatkan keluarganya berantakan kemudian banyak lagi persoalan sosial yang terjadi dengan keberadaan Gelper di kawasan wilayah Batam kota itu,” ucapnya.
Jadi dikatakan Syahrial warga sangat terganggu dengan keberadaan Gelper tersebut. Terutama pada saat kejadian penghancuran mesin Gelper di lokasi Batam Kota itu beberapa waktu lalu.
“Dasar itulah warga sepakat bersama untuk menolak keberadaan Gelper di wilayah Batam Kota Itu. Terserah ditutup atau direlokasi tergantung pemerintah Kota Batam selaku pemberi izin,” harap Erry.
Meski sempat tutup beberapa hari namun usaha Gelper ini masih buka kembali hingga kini. Untuk itu Warga mendesak kepada Pemerintah kota Batam untuk segera menindak lokasi Gelper di Wilayah Batam Kota, ucap Erry.
Diketahui selain Gelper 666 di kapital plaza masih ada Gelper Super Mario beroperasi di lokasi deretan ruko Mall Botania 2 yang sempat beberapa bulan lalu dipertanyakan izinnya oleh Komisi 2 DPRD Kota Batam. (Ben)














Discussion about this post