
Batam | beritabatam.co – Sejumlah warga Pulau Kasu dan Belakang Padang turun ke Batam pada Senin pagi untuk mendatangi kantor DPW LSM LIRA Kepri, (15/06/26). Mobilisasi itu terjadi setelah beredar video TikTok yang menuduh ada “oknum dewan” terlibat dalam proyek di Pulau Kasu.
Pantauan di lapangan dan unggahan Instagram warga Batam memperlihatkan massa berjalan kaki berombongan, menyeberang menggunakan perahu kayu dari dermaga sempit, lalu melanjutkan perjalanan dengan truk bak terbuka. Cara itu memang lazim ditempuh warga Kasu untuk datang ke Batam.
Tujuan aksi bukan ke BP Batam, melainkan ke kantor LIRA Kepri. Rencana kedatangan itu sudah diumumkan sebelumnya untuk 15 Juni 2026. Gubernur LIRA Kepri Yusril Koto merespons santai rencana tersebut.
Pemicu aksi adalah video TikTok yang diunggah 5 Juni 2026. Video itu menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum dewan dalam proyek di Pulau Kasu. LIRA kemudian mengangkat isu itu sebagai bentuk kontrol sosial. Dalam pernyataannya, LIRA menggunakan istilah dugaan dan mempertanyakan kelengkapan proyek. Yusril menegaskan, pernyataan itu bukan tuduhan ke orang tertentu, melainkan bagian dari tugas LSM mengawasi jalannya pembangunan.
LIRA Kepri memang menyorot proyek batu miring di Pulau Kasu. Mereka mempertanyakan kelengkapan Amdal dan izin pemanfaatan ruang laut. Hal itu yang membuat warga tersinggung karena merasa nama kampungnya disebut tanpa data yang lengkap. Dalam orasi yang terdengar di beberapa video, warga meminta pertanggungjawaban atas pernyataan LIRA Kepri. Yusril menanggapi, konten yang disampaikan LIRA Kepri merupakan kritik umum, bukan fitnah personal.
Suasana aksi juga berbeda dari demo Rempang yang kerap terjadi di Batam. Tidak ada spanduk penolakan relokasi. Massa membawa spanduk bertuliskan “Aliansi Masyarakat Pulau” karena yang datang memang gabungan warga pulau. Bedanya, kali ini mereka mendatangi kantor LSM, bukan kantor pemerintah.
Aparat kepolisian terlihat turut berjaga namun tidak tampak personel Brimob. LIRA sendiri menyatakan terbuka terhadap aksi unjuk rasa. Beberapa klip video juga memperdengarkan musik dangdut dan folk yang diputar panitia agar suasana tidak terlalu tegang, meski isu yang diangkat menyangkut transparansi proyek.
Yusril menyebut kedatangan warga sebagai bagian dari demokrasi. Ia memastikan LIRA Kepri akan tetap melanjutkan investigasi terhadap proyek di Pulau Kasu, termasuk pembangunan shelter cold box dan rumah genset di dermaga yang terlihat dalam rekaman video. (Ben)














Discussion about this post