
Batam | beritabatam.co – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura menerima kunjungan Sekretaris International Zheng He Society Singapura, Ang Chee Seng, di Graha Kepri, Kota Batam, Selasa (27/10/26).
Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama internasional di bidang maritim, perdagangan, dan investasi.
Dalam kesempatan itu, Ang Chee Seng juga menyampaikan undangan kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad untuk menghadiri Maritime Silk Road Zheng He International Forum 2026 di Singapura.
Gubernur Kepri diharapkan dapat hadir sebagai pembicara dalam forum yang dijadwalkan berlangsung pada 16 November 2026 di Kent Ridge Guild House, National University of Singapore Society (NUSS), Singapura.
Nyanyang menyambut baik undangan tersebut. Menurutnya, forum internasional menjadi kesempatan bagi Kepri untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas jejaring kerja sama yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Kepulauan Riau memiliki posisi yang sangat unik. Kami merupakan provinsi kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau, dengan wilayah yang didominasi oleh lautan. Kondisi ini memberikan keunggulan tersendiri, terutama dalam pengembangan ekonomi maritim, perdagangan, dan konektivitas internasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, letak geografis Kepri di kawasan Selat Malaka serta kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia menjadi modal penting untuk memperkuat konektivitas perdagangan dan investasi regional maupun global.
“Dengan kata lain, kami berada di salah satu jalur perdagangan internasional yang sangat strategis. Kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia memberikan peluang besar bagi Kepri untuk terus mengembangkan konektivitas ekonomi, memperluas pasar, dan menarik investasi berkualitas,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Nyanyang turut memaparkan perkembangan ekonomi Kepri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan dalam pertemuan, perekonomian Kepri pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 6,99 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Capaian tersebut disebut menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan tertinggi ketiga secara nasional.
Menurut Nyanyang, pertumbuhan tersebut menunjukkan potensi ekonomi Kepri sekaligus menjadi modal untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek pembangunan daerah.
Ia menyebut keberadaan kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, serta ekosistem ekonomi Batam-Bintan-Karimun (BBK) sebagai sejumlah keunggulan yang dapat mendukung pengembangan investasi dan keterhubungan dengan pasar internasional.
“Kepri memiliki fondasi yang kuat untuk mengambil peran lebih besar dalam perdagangan dan investasi internasional. Kami memiliki kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, serta ekosistem ekonomi yang telah lama terkoneksi dengan pasar internasional,” ungkapnya.
Pemerintah daerah, lanjut Nyanyang, terus mendorong pemanfaatan potensi tersebut agar investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat industri lokal, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain sektor industri dan perdagangan, Nyanyang menyoroti potensi ekonomi maritim Kepri yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan mitra internasional.
Dengan wilayah laut yang luas serta sumber daya kelautan dan perikanan, Kepri memiliki peluang untuk mengembangkan industri perikanan, pengolahan hasil laut, kuliner Melayu, fesyen, hingga produk kerajinan tangan atau kriya.
Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung akses pasar, teknologi, investasi, dan jaringan perdagangan internasional agar mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
“Berbagai potensi yang dimiliki Kepulauan Riau, termasuk yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota, siap dikembangkan untuk mendukung investasi. Kami terbuka terhadap peluang kerja sama dengan Singapura maupun Tiongkok, khususnya bagi investor yang ingin berfokus pada pengembangan sektor maritim dan potensi unggulan daerah,” tegas Nyanyang.
Ia berharap pertemuan dengan International Zheng He Society dapat menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih konkret, terutama dalam mempromosikan potensi daerah dan membuka akses pasar internasional bagi pelaku usaha Kepri.
Dalam pertemuan tersebut, Nyanyang didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri. Para pejabat tersebut turut memaparkan peluang pengembangan ekonomi daerah, termasuk dari sisi konektivitas transportasi dan dukungan pembangunan.
Maritime Silk Road Zheng He International Forum 2026 mengusung tema “AI-Powered Renewal, Civilisations in Harmony”. Forum ini menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peluang kolaborasi dan hubungan ekonomi lintas negara.
Forum utama dijadwalkan berlangsung pada 16 November 2026, sedangkan rangkaian programnya berlangsung pada 15–19 November 2026.
Bagi Kepri, forum tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keunggulan daerah dan memperluas kemitraan internasional, terutama di sektor perdagangan, investasi, serta ekonomi maritim.
Pemerintah Provinsi Kepri berharap peluang kerja sama yang terbangun dapat mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. (Kepri/fik)










