
Jakarta | beritabatam.co : Selebgram Ayu Aulia akhirnya menyebut nama secara terbuka dalam polemik pribadinya dengan seorang kepala daerah. Dalam unggahan video di akun Instagram terverifikasi @ayuandiyantiaulia pada Senin (26/05/26), Ayu menulis caption panjang dan menandai akun @robykurniawanansar milik Bupati Bintan Roby Kurniawan.
Video hitam-putih itu menampilkan Ayu berdiri di tangga bambu tengah hutan dengan tangan terbuka. Dalam caption, ia menulis bahwa dulu pernah menutupi semuanya dan membiarkan dirinya dianggap berhalusinasi. Kini ia ingin suaranya didengar.
“Di balik luka dan air mataku, kamu memilih diam demi menjaga citra sebagai bupati. Padahal seorang pemimpin seharusnya berani menjawab, berani dikritik, bukan menghilang seakan tak terjadi apa-apa. bukan nya gitu pak bupati @robykurniawanansar ?” tulis Ayu. Hingga Selasa pagi, unggahan tersebut telah dikomentari lebih dari 111 akun.
Postingan itu menjadi lanjutan dari rangkaian Instagram Story Ayu pada 12 Mei 2026 yang sebelumnya viral. Dalam story itu, Ayu menyampaikan tiga hal: ia meminta maaf kepada publik dan dirinya sendiri karena pernah berada di titik hidup yang gelap; ia mengaku pernah menjalin hubungan dengan seorang pejabat hingga hamil, lalu memutuskan aborsi dalam kondisi tertekan; dan ia menyatakan keputusan itu berdampak permanen berupa kehilangan rahim.
“Keputusan itu membawa dampak besar dalam hidup saya, termasuk kehilangan rahim saya sendiri,” tulis Ayu saat itu.
Ayu menegaskan unggahan tersebut bukan untuk mencari pembenaran, melainkan bentuk kejujuran atas masa lalu. Ia juga menyebut mengalami perundungan dan kehilangan harga diri sebagai perempuan.
Kontras dengan unggahan terbaru, dalam story sebelumnya Ayu sempat meminta warganet tidak berspekulasi soal identitas “R”. “saya gak pernah spil R itu siapa ya. Jgn buat hoax,” tulisnya kala itu. Namun pada unggahan 26 Mei, ia justru menandai langsung akun Bupati Bintan.
Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari Roby Kurniawan terkait tag dan tudingan tersebut. Redaksi telah mencoba menghubungi akun Instagram @robykurniawanansar dan Humas Pemkab Bintan untuk meminta klarifikasi, namun belum memperoleh tanggapan.
Secara terpisah, pengamat media sosial menilai langkah Ayu menandai pejabat publik membuat isu yang semula personal berubah menjadi konsumsi publik dengan konsekuensi hukum dan etik yang lebih besar.
“Ketika nama dan jabatan disebut langsung, maka prinsip keberimbangan wajib dijalankan media. Harus ada konfirmasi, hak jawab, dan tidak boleh menyimpulkan,” ujar pengamat komunikasi digital yang dihubungi terpisah (ben)
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan unggahan terbuka di akun Instagram @ayuandiyantiaulia pada 12 Mei dan 26 Mei 2026. Seluruh tudingan dalam unggahan tersebut merupakan klaim sepihak dari Ayu Aulia dan belum terbukti secara hukum. Media ini membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan.













Discussion about this post