Batam l beritabatam.co : Belasan anggota sekuriti kawasan industri Cammo Batam Center memblokade pintu masuk kantor pengelola kawasan industri Cammo. Upaya ini dilakukan sebagai aksi protes akibat uang lembur merekea yang tidak di bayarkan.
Sekuriti yang menggelar aksi mengaku selama ini pihak pengelola selalu mengabaikan tuntutan yang menjadi hak sekuriti di kawasan tersebut, Senin (06/07/20).
Petugas keamanan kawasan industri Cammo tersebut menghadang pihak manajemen perusahaan yang hendak masuk bekerja di depan kantor pengelola kawasan industri Cammo.
Mereka menyuarakan aksinya dengan menyampaikan aspirasi menuntut pihak pengelola mencairkan uang lembur dan meminta pihak pengelola menuruti hak hak dan kewajiban yang selama ini di abaikan.
Dengan nada keras, Simon selaku anggota petugas keamanan yang mewakili teman temannya meminta agar uang lembur mereka dicairkan.
“Saya mewakili teman teman agar pihak manajemen membayar uang lembur kami dan meminta manajemen perusahaan menandatangani surat perjanjian ini” tegas Simon ditengah aksi.
Perihal tuntutan yang diinginkan petugas keamanan kawasan industri Cammo yaitu :
1. Meminta pihak perusahaan membayar gaji dan uang lembur dari tanggal 8 Juni 2020
2. Meminta pihak pengelola mempertemukan mereka dengan manager perusahaan
3. Menolak aturan jadwal baru yang dibuat pihak pengelola
4. Mengikuti SOP (Standard Operasional Pekerja) sesuai aturan kepolisian.
Sementara itu, pihak manajemen perusahaan enggan menanggapi dan memilih pergi meninggalkan lokasi aksi.
Akibat blokade ini, beberapa karyawan terpaksa pulang karena tidak bisa masuk ke dalam kantor pengelola kawasan industri Cammo.
“Pihak pengelola selama ini tidak menghargai kinerja kami dan selalu menghindar jika diajak bermusyawarah. kami ini sudah puluhan tahun menjaga kawasan ini bahkan salah seorang pihak pengelola pernah menendang anggota kami dikarenakan salah paham” ujar simon kepada beritabatam.co
Simon mengatakan, jika aspirasi mereka tidak ditanggapi pengelola, belasan petugas keamanan ini akan memblok gerbang kantor masuk sampai Direktur perusahaan pengelola industri Cammo menemui mereka.
“Belasan petugas keamanan kawasan industri akan memblok pintu pintu utama kawasan jika tidak ada tanggapan sama sekali,” tutup Simon. (Put)














Discussion about this post