Batam | beritabatam.co – Geliat pariwisata Kota Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang semester pertama tahun 2026. Tingginya angka kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) mendorong sejumlah pelabuhan feri internasional di Batam untuk terus berbenah dan meningkatkan standar pelayanannya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, jumlah kunjungan Wisman sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 820.934 kunjungan. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 738.426 kunjungan.
Tingginya antusiasme Wisman, yang didominasi oleh warga negara Singapura (51,61%) dan Malaysia (27,90%), membawa berkah tersendiri. Selain mendongkrak tingkat hunian hotel berbintang hingga 59,77% pada Juni 2026, arus kedatangan ini juga memacu pengelola terminal feri internasional untuk berlomba memberikan kenyamanan ekstra.
Salah satu pintu masuk yang secara masif melakukan peningkatan fasilitas adalah Pelabuhan Feri Internasional Sekupang. Manajer Operasional Feri Internasional Sekupang, Agus Dwi Arifin, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan pembenahan tata ruang secara signifikan untuk mengubah wajah pelabuhan menjadi lebih nyaman layaknya sebuah resort.
“Saat ini kami menyiapkan ruang khusus bagi penumpang untuk menikmati pemandangan pantai. Fasilitas kami juga dilengkapi pendingin ruangan yang sejuk, lounge reguler dan VIP, hingga layanan kursi pijat gratis bagi penumpang yang sedang menunggu jadwal keberangkatan,” ungkap Agus dalam program dialog Batam Nyapa di RRI Pro 1 FM Batam, Senin (10/08/26).
Tidak hanya memanjakan penumpang dari segi kenyamanan ruang tunggu, pelabuhan ini juga telah dilengkapi dengan sistem Auto Gate di area imigrasi untuk mempercepat proses pemeriksaan paspor. Selain itu, pengelola memberikan fasilitas parkir gratis selama 15 menit pertama dengan area manuver bus pariwisata yang sangat luas.
Saat ini, Pelabuhan Sekupang melayani rute Batam–Singapura (Harbour Front) dengan frekuensi pelayaran 10 hingga 13 kali per hari dan melayani rata-rata 1.000 hingga 1.500 penumpang harian. Menariknya, Agus membocorkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan uji coba pelayaran rute baru menuju Puteri Harbour, Johor Bahru, Malaysia.
Daya tarik Batam sebagai ‘surga belanja’ dengan nilai tukar mata uang yang menguntungkan bagi Wisman Singapura dan Malaysia masih menjadi primadona. Ketua Lembaga Pemberdayaan Pesona Pariwisata Nusantara (LP4N) Provinsi Kepri, Rubianto, mengonfirmasi bahwa wisata belanja kebutuhan pokok dan pakaian masih menjadi permintaan utama para tamu mancanegara.
Meski mengapresiasi pembenahan fasilitas di Pelabuhan Sekupang, Rubianto memberikan catatan penting bagi pengelola pelabuhan agar lebih dilirik oleh travel agent dan turis grup.
“Pelabuhan Sekupang fasilitasnya sudah sangat bagus dan parkir nya luas. Namun, kendala nya adalah belum tersedianya rute menuju Tanah Merah, Singapura. Mayoritas turis yang kami bawa tujuan utamanya adalah Jewel Changi, dan Tanah Merah adalah akses terdekat untuk menghemat waktu serta biaya transportasi di Singapura,” jelas Rubianto.
Hal inilah yang menyebabkan Pelabuhan Batam Center seringkali mengalami penumpukan penumpang (overcrowded) karena memiliki akses rute yang lebih lengkap sesuai permintaan turis.
Untuk menyiasati kepadatan tersebut, Rubianto menyarankan agar agen perjalanan mulai mendistribusikan tamunya ke pelabuhan lain yang tidak kalah nyaman. Ia mencontohkan pelabuhan baru di kawasan Gold Coast Bengkong yang kini mulai menjadi rute favorit bagi tamu asal Malaysia karena pelayanannya yang nyaman dan bebas antrean panjang.
“Mari kita sama-sama menjaga Batam agar tetap kondusif. Bagi teman-teman travel agent, carilah pelabuhan-pelabuhan yang membuat tamu merasa nyaman dan tidak crowded, sehingga kesan wisatawan terhadap pelayanan pariwisata Batam selalu positif,” tutup Rubianto.
Dengan sinergi antara peningkatan infrastruktur pelabuhan dan strategi distribusi wisatawan yang baik dari pelaku pariwisata, Batam optimistis dapat terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu gerbang utama pariwisata internasional di Indonesia. (Ben)













Discussion about this post