Riau | beritabatam.co : Pengakuan datang dari emak-emak di Riau saat mengadu ke Rocky Gerung. Di depan Kapolda Riau, mereka membongkar praktik peredaran sabu yang disebut sudah lama meresahkan warga Panipahan, (06/05/26).
“Dari awal ada kegiatan narkotik di situ. Udah lama ibu tahu, Udah lama. Tapi tadi tidak bisa kami buka suara,” kata salah satu ibu. Dia mengaku takut karena menduga ada oknum aparat yang justru melindungi bandar.
“Ada kamera juga, hukum-hukum ini terlibat di situ. Jadi kami takut,” ujarnya.
Emak-emak itu nekat bicara karena khawatir dengan anak-anak. Dia bercerita, rumah tersangka kasus narkoba justru buka 24 jam seperti warung. Ada meja, ada tempat nongkrong, dan ramai laki-laki keluar masuk.
“Saya tanya langsung, itu ada apa? Kok rame kali. Dia bilang, tahu aja lah. Jadi aku tanya sama anak SD. Dek, kenapa? Itu jualan apa? Oh, jualan sabu Rp50.000,” ungkapnya lirih.
Fakta itu membuatnya syok. Lokasi transaksi disebut berada di belakang sekolah TK dan SD.
“Ya Allah, kok bisa sehancur ini? Kok dibiarin? Di gang kami sendiri itu, Pak,” katanya.
Warga mengaku sudah lapor ke RT/RW hingga oknum, tapi tak digubris. Puncaknya, warga marah karena ada anak 10 tahun disuruh jadi kurir sabu.
“Anak-anak yang terlantar, orang tuanya merantau, itu yang kita takutkan. Dia bakal hancur. Mamanya stres gara-gara narkoba. Anak itulah yang dialatkan bandar sampai putus sekolah,” tutur sang ibu.
Dia juga menyebut ada praktik sewa bong Rp5.000 di depan rumah bandar. Sementara kantor polisi jauh dan akses jalan rusak.
“Kalau pakai motor, sampai terguling di malam hari. Jatuh,” keluhnya.
Usai viral dan didemo warga, 16 anggota polisi disebut sudah diganti. Emak-emak itu berterima kasih karena Kapolda langsung turun ke Panipahan.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolda. Langsung cepat menanggulangi masalah ini. Kami minta, bukan di situ saja. Gembong narkoba, bandar kecil besar, semuanya harus dibabat, Pak,” tegasnya.
Harapannya sederhana: anak-anak bisa sekolah dengan aman.
“Apa gunanya kami kerja keras biayai anak sekolah kalau lingkungannya begini,” tutupnya. (Ben)













Discussion about this post