Jakarta | beritabatam.co : Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato reflektif dan penuh optimisme pada puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta. Di hadapan kader Demokrat, Prabowo mengapresiasi kedewasaan politik partai tersebut, membagikan pengalaman pribadinya tentang kalah dan menang dalam demokrasi, hingga menitipkan estafet kepemimpinan kepada generasi muda.
Prabowo memuji sikap Partai Demokrat yang dinilainya sangat matang dalam berdemokrasi. Ia menyoroti bagaimana Demokrat tetap menjaga etika politik saat berada di luar pemerintahan, tidak melontarkan caci maki dan tidak melakukan tindakan anarkis maupun destruktif. Sikap itu, menurutnya, menjadi contoh demokrasi yang sehat dan patut diteladani.
Dalam kesempatan itu Prabowo juga terbuka mengenang perjalanan politiknya sendiri. Ia menyinggung pengalamannya yang sempat empat kali belum berhasil dalam kontestasi politik. Namun baginya kekalahan bukanlah akhir. Ia menekankan pentingnya menerima hasil kontestasi dengan lapang dada dan terus melangkah maju.
“Esensi demokrasi Indonesia adalah ruang di mana berbagai warna politik bisa bersaing dan saling melontarkan kritik, namun pada akhirnya tetap rukun, bersahabat, dan menjaga rasa kekeluargaan,” ujar Prabowo.
Presiden juga menjabarkan tantangan besar dalam mengelola Indonesia sebagai negara kepulauan. Sebagai gambaran ia membandingkan Singapura yang hanya memiliki sekitar 300 sekolah secara keseluruhan, sementara Indonesia harus mengelola lebih dari 300.000 sekolah yang tersebar hingga ke ujung pegunungan dan pulau-pulau terpencil. Realitas itu, katanya, menuntut kerja besar dalam pemerataan pendidikan dan pembangunan.
Di tengah tantangan tersebut, Prabowo menyuntikkan optimisme. Ia mengutip pandangan para pakar dan institusi global yang memproyeksikan Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2050. Proyeksi itu, menurutnya, harus menjadi modal keyakinan untuk terus membangun fondasi pembangunan hari ini.
Menutup pidatonya, Prabowo menyampaikan pesan yang menyentuh tentang peran generasi senior. Ia menganalogikan dirinya dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai “anak tangga”. Tugas generasi senior, kata Prabowo, adalah menjadi tangga yang kokoh agar generasi muda dapat naik, mengambil alih tanggung jawab, dan meneruskan kebangkitan bangsa Indonesia hingga 24 tahun ke depan menuju 2050.
Pidato itu sekaligus menjadi penegasan komitmen menjaga demokrasi yang kompetitif namun tetap dalam bingkai persatuan dan persahabatan kebangsaan. (Red)










Discussion about this post