Batam | beritabatam.co – Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan [PKSS] berhasil memfasilitasi masuknya investasi besar dari Tiongkok ke Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Nilai investasi melalui PT Harta Alumina Indonesia itu mencapai Rp300 triliun dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional [PSN].
Ketua Umum PKSS, Akhmad Rosano, mengatakan keberhasilan ini diawali dengan pertemuan langsung antara rombongan pengusaha Tiongkok dengan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Pertemuan itu diakhiri dengan terbitnya surat dukungan investasi dari Pemerintah Provinsi Kalbar.
“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan dua pihak, yakni antara pemerintah melalui pak Gubernur Kalbar dan pihak pengusaha melalui PT Harta Alumina Indonesia,” ungkap Akhmad Rosano saat ditemui di Nagoya, akhir bulan Mei lalu.
Ia mengaku bangga bisa menjadi jembatan terwujudnya PSN di Bengkayang.
“Sebagai masyarakat biasa saya bangga bisa memfasilitasi proyek sebesar ini. Mudah-mudahan ini jadi langkah awal kemajuan ekonomi di Bengkayang,” harapnya.
Dalam surat dukungan yang dikeluarkan Gubernur Kalbar, pemerintah provinsi menyatakan mendukung penuh pembangunan Kawasan Industri Hilirisasi Minerba oleh PT Harta Alumina Indonesia. Kawasan tersebut akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 19.997,53 hektare.
Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan sarana pendukung berupa pelabuhan laut di tiga lokasi dengan total luas 2.119 hektare.
Gubernur Ria Norsan dalam surat tersebut menitipkan harapan agar pembangunan kawasan industri dapat diselesaikan tepat waktu dan memenuhi seluruh persyaratan perizinan yang berlaku.
Dalam rapat bersama para direktur PT Harta Alumina Indonesia di Hotel Raffles Jakarta, Gubernur Ria Norsan juga menegaskan pentingnya pelibatan tenaga kerja lokal.
“Saya menitipkan warga Bengkayang untuk dipekerjakan dalam PSN ini, biar bisa mengatasi pengangguran,” ujar Ria Norsan di hadapan Ketum PKSS Akhmad Rosano.
Dengan statusnya sebagai PSN, proyek hilirisasi minerba di Bengkayang diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat rantai industri nasional.
PKSS sendiri menyatakan komitmennya untuk terus mengawal agar proyek ini tidak hanya berjalan sesuai target, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat. (Red)




![Ketua Aliansi Jurnalis Independen [AJI] Batam sekaligus jurnalis lingkungan Yogi Sahputra, Praktisi Slow Fashion Indina Putri Fadjar, dan Hasbi dari inisiatif daur ulang Onrework.
Foto: beritabatam/YT](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-14.38.21-350x250.jpeg)








![Ketua Aliansi Jurnalis Independen [AJI] Batam sekaligus jurnalis lingkungan Yogi Sahputra, Praktisi Slow Fashion Indina Putri Fadjar, dan Hasbi dari inisiatif daur ulang Onrework.
Foto: beritabatam/YT](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-14.38.21-120x86.jpeg)
Discussion about this post