Batam | beritabatam.co : Insiden Keributan berlangsung antara pengembang Glory Melur dengan warga dikawasan Pantai Melur, Kelurahan Sijantung Galang,Rabu (11/08/21).
Aksi kejar kejaran ini disebutkan dipicu rencana penutupan jalan oleh pengembang Glory Melur sebagai pemilik lahan.
Kejadian bermula saat Glory Melur menurunkan alat berat untuk menutup akses jalan warga. Tidak terima, warga setempat yang marah mengejar pihak Glory Melur. Aseng, pihak pengembang mengaku sempat dikejar-kejar warga.
Untungnya aparat kepolisian dan TNI AL setempat cepat mengamankan situasi dan mengamankan kedua belah pihak.
Ujang, pimpinan pondok pesantren An Nur mengatakan, tidak ada alasan bagi pihak manapun untuk menutup akses jalan tersebut. Sebab jalan itu sudah ada sejak puluhan tahun yang silam dan bahkan Badan Pengusaha (BP) Batam klaim jalan tersebut sebagai aset pemerintah.
“Kami di sini sejak tahun 2005 dan jalan ini sudah ada puluhan tahun sebelum kami masuk. Sekarang kok malah mau ditutup. Kami jelas menolak karena ini satu-satunya akses jalan masuk ke pondok kami,” ujar Ujang.
Paulus, tokoh masyarakat pantai Melur juga menegaskan tidak ada pembenaran bagi siapapun yang menutup akses jalan tersebut.
“Kalau memang sudah merasa sebagi pemilik lahan yang sah ya silahkan bangun, tapi tolong jalan yang sudah ada jangan ditutup. Itu saja permintaan kami. Kalau tetap paksa tutup maka akan ribut terus kedepannya,” ujar Paulus.
Ketua RW 01, Kelurahan Sijantung, kampung Melur Galang, Barnas mengatakan ada 240 kepala keluarga yang akan terdampak, jika rencana penutupan jalan dilakukan pengembang.
“Itu jalan sudah ada sejak jaman nenek moyang kami dahulu. Ada ratusan warga yang bergantung dengan akses jalan itu jadi apapun alasannya akses jalan itu tak boleh ditutup. Mau pihak Glory Melur atau siapapun tak boleh tutup,” ujar Barnas pada Kamis (12/08/21).
Warga setempat menuturkan, insiden keributan antara warga setempat dengan pengembang sudah beberapa kali terjadi. Perusahaan yang mengaku pemilik lahan di sisi depan pantai Melur masih keukeuh dengan rencana untuk menutup jalan yang selama ini dipakai warga setempat. (MIB)














Discussion about this post