beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Jumat, September 25, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Kepri

OJK Kepri Berencana Buka Bank Wakaf Mikro Akhir Tahun Ini

Berita Batam by Berita Batam
Oktober 1, 2019
0
Bank Wakaf Mikro
Foto : Istimewa

Bank Wakaf Mikro Foto : Istimewa

Kepri | beritabatam.co : Akhir tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau berencana membuka satu Bank Wakaf Mikro (BWM) di Kepulauan Riau.

Sebagaimana disampaikan Kepala OJK Kepri, Iwan M Ridwan.

RELATED POSTS

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

Ia juga menyebut sudah punya satu pesantren yang akan dipilih untuk pengembangan BWM perdana di Kepri.

“Untuk Kepri, calon BWM pertamanya ada di Kota Batam, di mainland (pulau utama), tapi kami belum bisa menyebutkan nama pesantrennya karena belum final,” kata Iwan di Kantor OJK Kepri di Batam Centre, Senin (30/09/19), dikutip dari laman mediacenterbatam.

Iwan mengatakan, saat ini proses pembentukan BWM sudah mencapai 70-80 persen. Dan dilanjutkan dengan pendataan masyarakat kecil produktif di sekitar lokasi pesantren.

“Untuk membentuk BWM itu harus ada minimal 200 orang masyarakat kecil produktif di radius 2 kilometer dari lokasi. Karena mereka ini yang nanti akan menjadi debiturnya,” dia.

OJK bekerja sama dengan pihak kelurahan setempat. Dan hingga akhir September, baru terdata sekitar 50 pelaku usaha mikro.

“Baru 25 persen. Data ini penting. Karena kalau BWM didirikan tapi tidak ada masyarakat kecil produktif di sekitarnya, dananya mau disalurkan ke mana,” ujarnya.

BWM di pesantren nantinya akan menyalurkan bantuan pembiayaan kepada usaha mikro dengan nilai maksimal Rp2 juta. Bentuk usaha tidak dibatasi, bisa kuliner, jasa, produksi kerajinan tangan, dan sebagainya.

Target BWM adalah pelaku usaha mikro yang belum bankable atau belum tersentuh akses perbankan. Dengan ujroh atau upah yang sangat kecil, 3 persen, dan tanpa agunan. Cicilan dibayarkan per minggu hingga maksimal 50 kali cicilan.

BWM ini merupakan program OJK secara nasional. Sebagai roadmap terkait satu dari lima kebijakan strategis. Yakni di kebijakan strategis ketiga, akses keuangan bagi usaha mikro kecil menengah dan masyarakat kecil di daerah terpencil.

Direktur Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro OJK RI, Suparlan mengatakan industri keuangan syariah semakin populer dan terus mengalami pertumbuhan. Aset industri keuangan syariah mengambil porsi 9,08 persen dari total nasional.

“Indonesia masih menjadi pasar industri halal global. Tantangannya adalah bagaimana ekonomi syariah menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Suparlan dalam media gathering OJK Kanreg V Sumbagut di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Menurutnya salah satu elemen masyarakat yang memiliki fungsi strategis dalam pendampingan untuk mendorong perekonomian masyarakat adalah Pesantren. Dengan potensi yang ada, pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berbasis agama ini memilliki potensi yang besar untuk memberdayakan umat dan berperan dalam mengikis kesenjangan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan, khususnya masyarakat di sekitar Pesantren.

“OJK melihat adanya kebutuhan untuk mempertemukan antara pihak yang memiliki kelebihan dana untuk didonasikan kepada masyarakat dengan masyarakat yang membutuhkan pembiayaan untuk usaha dengan imbal hasil yang sangat rendah,” tuturnya.

Adapun pembentukan BWM didasari keinginan dan komitmen besar OJK bersama Pemerintah, untuk berperan nyata dalam peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan penyediaan akses keuangan masyarakat yang mudah dan murah, khususnya bagi usaha kecil, mikro, dan bahkan ultra mikro.

Program BWM pertama kali diluncurkan Oktober 2017. Pada Desember 2017 telah berdiri 20 BWM dengan jumlah nasabah atau debitur 827 orang dan total pembiayaan Rp 658 juta. Sementara pada akhir 2018 jumlahnya meningkat menjadi 41 BWM dengan 9.191 nasabah dan nilai pembiayaan mencapai Rp12,38 miliar.

“Hingga Juli 2019, telah berdiri 52 BWM dengan jumlah nasabah 19.543 orang, serta akumulasi pembiayaan yang disalurkan Rp 24,99 miliar. Potensi pengembangannya sangat besar. Karena ada 28.194 pesantren di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Agama tahun 2018,” paparnya. (MCB)

 

ShareTweetSend

Related Posts

Batam

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

September 24, 2026
Batam

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

September 24, 2026
Kepri

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

September 24, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Jadi Kepri ke-24, Rizki Faisal Dorong Penguatan Daerah Kepulauan dari Hukum hingga Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

September 24, 2026

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

September 24, 2026

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

September 24, 2026

Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

September 24, 2026

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir 2028

September 24, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In