beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Jumat, September 25, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Utama

Mengenal Kampung ‘Buaya Darat’, Tradisi Khas Suku Chambri Papua Nugini

Berita Batam by Berita Batam
September 18, 2019
0
Skarifikasi Buaya Suku Chambri 
Foto Instagram

Skarifikasi Buaya Suku Chambri Foto Instagram

Viral | beritabatam.co : Mendengar kata buaya darat, yang terlintas dipikiran pasti petualangan lelaki pengumbar janji yang tak bertanggung jawab. Tapi yang kita bahas kali ini bukan buaya darat versi penjahat yang banyak dimusuhi kaum hawa tersebut.

baca juga : Ini Momen Saat Rudi-Amsakar Bersih Bersih Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

Buaya darat yang kita bahas kali ini, adalah lelaki yang rela dan secara sengaja membuat luka ditubuhnya utamanya pada bagian punggung, sehingga jadi mirip duri duri punggung hewan buaya.

RELATED POSTS

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

baca juga : Muda dan Kaya Raya, Semudah Itu Menggambarkan 10 Pengusaha Inspiratif Ini

Seperti dikutuip dari Guideku.com. Menjadi buaya darat merupakan keunikan budaya yang dimiliki salah satu suku di Papua Nugini.

Adalah Suku Chambri yang punya tradisi melukai tubuhnya hingga mirip seperti kulit buaya, ingat ya, seperti buaya asli yang sering nongrong di tepi sungai.

Keunikan tradisi ini sebenarnya sudah bisa kita lihat dalam film Black Panther. Penampilan tokoh Killmonger yang memiliki tekstur kulit timbul mirip buaya.

Inilah salah satu tradisi unik lelaki dewasa Suku Chambri yang masih dipertahankan hingga sekarang yakni skarifikasi buaya.

Tradisi Skarifikasi Buaya di Papua Nugini
Foto : Instagrambrassturtle

Kulit para pria asli Suku Chambri, seiring pertumbuhannya memasuki usia dewasa akan dilukai sebagai ritual skarifikasi buaya. Melalui ritual dan upacara adat, setiap anak laki-laki Suku Chambri wajib melakukan tradisi yang tak biasa ini,

Lokasi suku Chambri tepatnya berada di wilayah sebuah perkampungan di provinsi Sepik Timur, Papua Nugini.

Skarifikasi ini bukan tanpa alasan. Yang namanya budaya tentu mengandung makna dan arti tersendiri. Dan ternyata hewan buaya memiliki tempat tersendiri dan sangat dihormati oleh Suku Chambri.

Menurut warga asli Suku Chambri, buaya dikenal sebagai hewan spiritual dan pemangsa puncak yang sangat kuat.

Dahulu disebutkan, seekor buaya dari Sungai Sepik ini pernah ada yang bermigrasi ke daratan dan berubah menjadi manusia. Dan ritual ini dilakukan dengan harapan anak laki-laki asli Suku Chambri tumbuh menjadi seorang pria yang tangguh dan kuat. Sebagaimana kokoh dan tangguhnya buaya.

Dengan proses khusus, luka yang timbul akibat tradisi ini diolesi dengan minyak pohon dan tanah liat. Agar terhindari dari bahaya infeksi.

Tidak heran, lelaki dewasa suku asli Chambri tampil dengan luka khas skarifikasi buaya di sekujur tubuhnya. Dan kini menjadi satu keunikan yang memperkaya khasanah budaya suku khas Papua Nugini.

Dan mengacu pada makna yang terkandung didalamnya, tentu buaya darat suku Chambri sangat jauh berbeda dengan buaya darat yang sering kita pahami selama ini. (red)

 

ShareTweetSend

Related Posts

Batam

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

September 24, 2026
Batam

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

September 24, 2026
Kepri

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

September 24, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Hari Jadi Kepri ke-24, Rizki Faisal Dorong Penguatan Daerah Kepulauan dari Hukum hingga Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

September 24, 2026

Pastikan Air Warga Tak Terganggu, Data Center di Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 Liter per Detik

September 24, 2026

Mengenang 24 Tahun Kepri: Kisah Penolakan Induk, Gubernur ‘Ecek-ecek’, hingga Fatwa MA yang Bersejarah

September 24, 2026

Kecewa Kebijakan Utang dan Proyek Monumen, Tokoh Pejuang Kepri Huzrin Hood Absen di HUT ke-24 Kepri

September 24, 2026

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Akhir 2028

September 24, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In