Batam |beritabatam.co – Olahraga bela diri yang identik dengan kekerasan dan dominasi kaum pria kini mulai bergeser. Di Kota Batam, kaum hawa dari berbagai rentang usia — mulai dari remaja belasan tahun hingga ibu-ibu senior — kian menggandrungi olahraga seperti Boxing, Kickboxing, hingga Savate.
Tren positif ini terungkap dalam sebuah bincang-bincang pagi di RRI Batam pada Jumat (25/09/26).
Talkshow yang digelar dalam rangka menyambut hari jadi pertama pusat kebugaran Elite Martial Arts (EMA) Batam ini menghadirkan empat narasumber yang seluruhnya adalah perempuan.
Pemilik EMA Batam, Vera Hoendrawati, menegaskan bahwa fasilitas bela diri yang ia bangun tidak hanya ditujukan untuk anak muda maupun atlet profesional, tetapi juga sangat terbuka bagi orang tua atau usia lanjut.
“Kita orang tua itu juga perlu menjaga kesehatan kita. Saya sendiri dulu ada sakit kencing manis (diabetes) sama darah tinggi, tapi berkat atlet yang melatih saya, saya sudah disembuhkan,” ungkap Vera. Ia membuktikan bahwa usia dan kondisi fisik awal bukan halangan untuk memulai olahraga bela diri.
Bagi Joe Bayrak, salah satu member EMA yang pertama kali bergabung, bela diri adalah kebutuhan mutlak bagi perempuan yang sudah memasuki usia senior.
“Metabolisme kita ini sudah cukup low, jadi kita harus dibantu dengan olahraga supaya nggak kegemukan. Gendut itu nggak sehat, kencing manis dan gula darah pasti terjadi pada orang yang sudah usia,” tegas Joe. Ia mengaku rutin berlatih boxing setiap hari di kelas malam untuk menjaga kebugarannya.
Manfaat berbeda namun tak kalah penting dirasakan oleh Eka Lazuardi. Mantan penggemar senam body combat ini menemukan pelarian yang positif dari kepenatan rutinitas.
Menurut Eka, latihan kickboxing dengan pelatih yang interaktif sangat ampuh sebagai cara mengelola manajemen stres. Selain menyegarkan pikiran dan melatih otot jantung, olahraga kardio berintensitas tinggi ini membantunya menjaga berat badan tetap stabil di tengah hobi makannya.
Tidak hanya diminati kalangan dewasa, bela diri juga memikat Generasi Z. Stephanie Liem, remaja perempuan berusia 16 tahun, memilih rutin berlatih kickboxing di EMA. Meski pada awal masa latihannya ia merasa sangat berat hingga nyaris pingsan, Stephanie pantang menyerah.
“Setelah rajin, lama-lama enakan. Rasanya napasnya itu lebih kuat sekarang, nggak gampang capek dan ngos-ngosan,” tutur Stephanie menceritakan transformasinya.
Kini, ia bahkan memiliki ketertarikan untuk mendalami cabang bela diri Savate kategori Assault (tanpa kontak fisik keras) dan menyimpan keinginan untuk menjadi atlet profesional.
Kisah keempat srikandi ring tinju ini membuktikan bahwa fasilitas bela diri kini telah berevolusi menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi perempuan.
Kehadiran EMA dengan fasilitas keselamatan yang lengkap, mulai dari head guard, shin guard, hingga kotak P3K, membuat para perempuan Batam tak lagi ragu menjadikan bela diri sebagai gaya hidup sehat mereka. (red)










Discussion about this post