
Batam | beritabatam.co – Angka kasus Demam Berdarah Dengue DBD hingga pertengahan 2026 tercatat mengalami penurunan. Tercatat 205 kasus DBD di Batam hingga Juni 2026 dan tidak ada laporan kematian.
Meski trennya menurun hingga Agustus 2026, Dinas Kesehatan bersama Puskesmas mengimbau masyarakat untuk tidak terlena. Cuaca yang tidak menentu dan lebih banyak panas daripada hujan belakangan ini berpotensi memicu lonjakan kasus baru.
“Walaupun kasus kita menurun, kita tetap tidak boleh lengah untuk mengantisipasi dengan kegiatan 3M Plus itu. Penyakit demam berdarah ini tidak bisa dikatakan akan hilang, yang bisa kita lakukan untuk menekan penyebaran kasus tersebut,” ungkap Nur Aini, SKM, Penanggung Jawab Program Kesehatan Lingkungan dan Program DBD Puskesmas Botania Batam, dalam dialog interaktif RRI Batam, Kamis (03/09/26).
Aini menjelaskan DBD saat ini sudah menjadi masalah kesehatan endemis di Batam. Penyebarannya merata dan tidak memandang status sosial ekonomi.
Ia mencontohkan temuan kasus di Kelurahan Belian yang ditemukan baik di kawasan perumahan elite maupun perumahan menengah ke bawah.
Lebih lanjut, jentik nyamuk Aedes aegypti justru lebih banyak berkembang biak di luar rumah yang sering luput dari perhatian, seperti ban bekas, kaleng bekas, dan drum penampung air yang terbuka.
Setiap ada laporan pasien DBD masuk rumah sakit, petugas Puskesmas akan langsung turun melalui standar Kewaspadaan Dini Rumah Sakit KDRS dalam waktu 1×24 jam.
Petugas melakukan Penyelidikan Epidemiologi PE dengan menyisir radius 100 meter dari rumah pasien untuk mencari penderita demam lain dan memastikan keberadaan jentik.
Terkait fogging, Aini meluruskan pandangan masyarakat yang kerap meminta penyemprotan instan setiap ada kasus.
“Fogging hanya ditujukan untuk membunuh nyamuk dewasa dan pelaksanaannya berisiko karena pakai bahan kimia. Penyemprotan juga harus di dalam rumah karena nyamuk Aedes bersarang di dalam ruangan, dan tidak akan membunuh jentik,” jelasnya.
Oleh karena itu, langkah utama yang ditekankan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk PSN yang dilakukan rutin. PSN idealnya dibarengi 3M Plus: menguras, menutup, mendaur ulang, ditambah pemakaian lotion antinyamuk, kawat kasa, dan menanam pohon pengusir nyamuk.
Tingginya mobilitas warga Batam juga jadi tantangan. Aini mengingatkan agar warga tidak melakukan pengobatan mandiri saat demam tinggi disertai mual, muntah, dan nyeri ulu hati. Segera periksa ke faskes.
“Ketika demam turun, justru warga tidak boleh langsung merasa aman, karena masa tersebut adalah masa kritisnya di mana pasien harus lebih diawasi,” tegasnya.
Ia mengajak RT/RW dan sekolah mengaktifkan kembali peran Juru Pemantau Jentik Jumantik. Jika angka bebas jentik bisa dijaga di atas 95 persen melalui PSN rutin tiap minggu, ancaman kejadian luar biasa kasus DBD di Kota Batam diharapkan bisa sepenuhnya terkendali. (Ben)











Discussion about this post