Batam | beritabatam.co – Sektor pariwisata Kota Batam tetap menunjukkan tren positif di tengah kabut asap yang melanda akhir-akhir ini. Tidak ada pembatalan massal dari wisatawan mancanegara akibat asap.
Hal itu terungkap dalam dialog interaktif di RRI Batam, Selasa (15/09/26), yang menghadirkan Ketua DPD Asita Kepri Evy Betty Siahaan dan Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata.
Ketua DPD Asita Kepri, Evy Betty Siahaan, menegaskan kabut asap hanya sedikit mengganggu dari sisi kesehatan. Dampaknya terhadap pariwisata sangat minim dan tidak memicu cancel pemesanan.
“Penurunan sekitar 10 persen di bulan September ini justru lebih dipengaruhi tradisi ‘Bulan Hantu’ pada kebudayaan Tionghoa. Masyarakat memang cenderung menahan diri untuk bepergian,” jelas Evy.
Ia justru optimis kunjungan akan melonjak di Oktober. Pelemahan nilai tukar Rupiah juga disebut membawa berkah.
“Wisman bisa belanja lebih banyak di Batam. Kuliner dan belanja masih jadi favorit, seperti di DC Mall, Bengkong, Blue Fire, sampai Pink Beach,” tambahnya.
Meski aman dari asap, Evy menyoroti persoalan internal yang mengancam ekosistem pariwisata yaitu maraknya biro perjalanan dan sopir ilegal.
Asita Kepri telah membentuk ‘Tim 11’ untuk merespons perusahaan-perusahaan liar yang merusak harga pasar dengan tarif tidak wajar.
Selain itu ada oknum sopir tak resmi yang langsung mengambil alih tamu dari agen resmi.
“Ini berbahaya dan rawan penipuan, merugikan wisatawan,” tegas Evy.
Ia juga menyebut ada laporan WNA asal Malaysia yang beroperasi sebagai sopir online di Batam. Evy berharap pemerintah segera turun tangan.
Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata memastikan kabut asap yang ada berstatus asap kiriman, bukan berasal dari Batam.
“Hingga saat ini belum ada travel warning dari negara mana pun, dan belum ada pembatalan perjalanan dari grup tur,” ujarnya.
Dari data BPS, Ardiwinata memaparkan kunjungan Juli 2026 mencapai 140 ribu orang. Angka itu naik dibanding Juli 2025 yang 120 ribu orang. Secara akumulasi hingga Juli, total kunjungan wisman sudah 961 ribu orang.
Ia memprediksi angka kunjungan akan terus naik menjelang perayaan Mooncake 27 September, serta libur Natal dan Tahun Baru.
Untuk menjaga iklim pariwisata, Ardiwinata mengajak masyarakat menerapkan Sapta Pesona: aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan berkesan.
Ia juga menyebut komitmen pemerintah lewat 15 program pariwisata Wali Kota Batam, salah satunya rencana pembangunan Taman Budaya Batam. (Red)





Discussion about this post