Jakarta | beritabatam.co : Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, buka suara untuk meluruskan dua isu yang belakangan viral di media sosial. Isu pertama terkait dugaan keterkaitannya dengan sebuah usaha di Cipete, Jakarta Selatan. Isu kedua mengenai temuan uang di sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jum’at (10/07/26).
Klarifikasi disampaikan Febrie secara langsung di Gedung Pidsus Kejaksaan Agung, Senin. Saat itu ia tampil mengenakan batik coklat hitam di hadapan awak media.
Menjawab pertanyaan seputar bisnis di Cipete, Febrie dengan tegas membantah adanya keterlibatan dirinya. Nama Cipete sebelumnya mencuat setelah Polri melakukan penggeledahan di salah satu kafe di wilayah tersebut yang dikaitkan dengan inisial “Fafa” di media sosial.
“Dapat saya jelaskan bahwa Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang apa yang telah diberitakan di medsos seperti di Cipete,” ujar Febrie.
Terkait temuan uang di rumah Sentul, Febrie menjelaskan bahwa aset tersebut memiliki pemilik dan konteks kegiatan yang jelas. Ia memastikan hal itu bisa ditelusuri karena ada orang dan bangunan di lokasi yang bersangkutan.
“Bagaimana ada uang yang ditemukan di Rumah Sentul itu ada yang punya, ada kegiatannya, orang-orang kegiatan bisa ditanya, ada bangunannya bisa nanti dicek,” katanya.
Namun Febrie belum merinci lebih jauh siapa pemilik dan berapa jumlah uang yang dimaksud. Ia menyebut penjelasan secara lengkap akan disampaikan pada forum resmi dan dalam proses hukum yang benar.
“Tentunya ini tidak dijelaskan saat ini. Namun akan dijelaskan dalam satu proses acara yang benar. Paham?” tutupnya.
Pernyataan ini disampaikan Jampidsus untuk menghentikan spekulasi yang beredar luas di media sosial, yang sempat mengaitkan institusi Pidsus Kejagung dengan lokasi-lokasi yang digeledah dalam operasi pemberantasan korupsi beberapa waktu lalu. (Red)














Discussion about this post