beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Rabu, September 16, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Nasional

Irjen Yan Fitri: Degradasi Wawasan Kebangsaan Karena Krisis Keteladanan

Berita Batam by Berita Batam
September 16, 2026
0

Batam | beritabatam.co – Mantan Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Drs. Yan Fitri Halimansyah, S.H., M.H., menilai degradasi pemahaman wawasan kebangsaan di kalangan generasi saat ini menjadi masalah serius yang meresahkan dan mengecewakan para pendiri serta pejuang bangsa.

Hal itu disampaikan Yan Fitri saat menjadi narasumber dalam Dialog Wawasan Kebangsaan bertajuk “Perkuat Wawasan Kebangsaan Dalam Menjaga Karakter Anak Bangsa” yang digelar DPP Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan [PKSS] bersama RRI Batam di Politeknik Negeri Batam, Kamis [13/08/26].

Mengawali paparannya, Yan Fitri memperkenalkan diri. Ia menyebut kini telah menjadi masyarakat biasa setelah purna tugas.

“Nama saya Yan Fitri Halimansyah, lahir di Tanjungpinang 9 Januari 1967. Pangkat terakhir Inspektur Jenderal Polisi dengan jabatan terakhir sebagai Kapolda Kepulauan Riau. Hari ini sudah menjadi masyarakat biasa, duduk di kedai kopi dan setiap hari liburan. Menjadi masyarakat bebas dan merdeka itu luar biasa nikmatnya,” ujarnya disambut tawa audiens.

Pria yang banyak bertugas di Polda Metro Jaya sebelum kembali ke kampung halaman sebagai Kapolda Kepri itu kemudian masuk ke substansi dialog.

Menurutnya, persoalan wawasan kebangsaan hari ini bukan masalah satu sektor, melainkan akumulasi dari banyak sektor, yang paling mendasar adalah dunia pendidikan.

Ia mengingatkan, pada masa lalu pelajaran sejarah, Pendidikan Moral Pancasila, PSPB, hingga penataran P4 menjadi doktrin harian yang hidup di sekolah. Nilai-nilai itu disampaikan setiap hari oleh guru, pelatih ekstrakurikuler, hingga pembina Pramuka, sehingga membentuk karakter yang kokoh.

“Lambat laun menjadi sebuah doktrin yang tanpa disadari. Sehingga kita memiliki kekuatan dan kokoh terhadap pandangan, terhadap sejarah bangsa ini. Dan melahirkan sikap kita, karakter kita sebagai bangsa yang besar,” kata Yan Fitri.

Cara pandang kebangsaan, lanjut dia, lahir dari dalam diri karena norma itu diberikan setiap hari, bukan dipaksakan dari luar.

Kondisi hari ini, menurutnya, berbanding terbalik. Anak-anak muda tanpa malu menyampaikan sesuatu yang tidak etis di ruang publik, tidak ada rasa sungkan kepada orang tua, dan tidak menghargai pemimpin.

“Kalimat yang dilontarkan semuanya hanya menghujat. Kritik itu wajib kita berikan kepada siapapun yang memimpin sebagai pejabat publik, karena tujuannya untuk memperbaiki. Tapi kalau tujuannya hanya untuk menghujat, itu sesuatu yang tidak tepat,” tegasnya.

Yan Fitri menilai westernisasi yang disalahartikan sebagai modernisasi terlalu dominan masuk ke dunia pendidikan.

Padahal, ia mengajak untuk flashback ke 1908 saat berdirinya Budi Utomo, dilanjutkan Sumpah Pemuda 1928. Saat itu, para pendiri bangsa mencari bahasa pemersatu agar bangsa tidak terpecah dan terkotak-kotak.

“Bagaimana Muhammad Yamin memilih satu bahasa untuk mempersatukan negeri ini. Dicarilah satu sumber dari beberapa suku. Dan alhamdulillah, bahasa kita yang ada di Kepri ini, Bahasa Melayu, merupakan salah satu bahasa yang direkomendasikan untuk menjadi bahasa pemersatu,” ujarnya.

“Kita sudah bersatu, 81 tahun sudah merdeka. Untuk apa lagi kita membicarakan wawasan kebangsaan? Siapa yang membutuhkan wawasan kebangsaan? Siapa yang harus bertanggung jawab? Jawabannya sama, seluruh warga negara Indonesia. Baik itu pelajar, mahasiswa, TNI, Polri, ASN, pejabat publik,” lanjut Yan Fitri.

Di akhir paparannya, Yan Fitri menegaskan satu hal yang paling tergerus di depan mata saat ini adalah keteladanan.

“Tidak ada keteladanan yang bisa kita lihat hari ini, sehingga anak-anak kita pun menjadi liar dalam kehidupan sosialnya. Keteladanan itu bisa didapat dari mana? Yang pertama dedikasinya ada di dunia pendidikan,” pungkasnya.

Dialog yang dipandu host Amira Arif ini juga menghadirkan Prof. Dr. HM Soerya Respationo, Ketua LAM Kota Batam, Direktur Politeknik Negeri Batam, serta Ketua Umum DPP PKSS Akhmad Rosano dan Sekjen DPP PKSS H. Masrur Amin. (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Uji coba dilakukan di sejumlah titik, antara lain kawasan Mega Mall, Batam City Mall (BCM), BRI, Mitra 10, Bank Mandiri, halte Pos Indonesia, serta beberapa lokasi lain di kawasan CBD Batam Center.
(15/09/26)
Foto: BP Batam
Batam

18 Titik di CBD Batam Center Jadi Lokasi Uji Sistem Subdrain BP Batam

September 16, 2026
Nasional

Workshop Hoaks dan Fact Checking MUI DKI, KH Auzai Mahfudz: Hoaks Wajib Dilawan dengan Tabayyun

September 16, 2026
Kepri

Bea Cukai, BNN, dan Polda Kepri Amankan Kapal Fuchangxing 1 di Perairan Anambas, Diduga Bawa Ratusan Kg Ketamin

September 16, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Audiensi PKNTT, Polisi Tegaskan Sengketa Lahan Setokok Diselesaikan Sesuai Prosedur Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Amankan Enam Terduga Pelaku Bentrok Setokok, Selidiki Dugaan Pengunaan Senjata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 18 Titik di CBD Batam Center Jadi Lokasi Uji Sistem Subdrain BP Batam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Uji coba dilakukan di sejumlah titik, antara lain kawasan Mega Mall, Batam City Mall (BCM), BRI, Mitra 10, Bank Mandiri, halte Pos Indonesia, serta beberapa lokasi lain di kawasan CBD Batam Center.
(15/09/26)
Foto: BP Batam

18 Titik di CBD Batam Center Jadi Lokasi Uji Sistem Subdrain BP Batam

September 16, 2026

Workshop Hoaks dan Fact Checking MUI DKI, KH Auzai Mahfudz: Hoaks Wajib Dilawan dengan Tabayyun

September 16, 2026

Irjen Yan Fitri: Degradasi Wawasan Kebangsaan Karena Krisis Keteladanan

September 16, 2026

Bea Cukai, BNN, dan Polda Kepri Amankan Kapal Fuchangxing 1 di Perairan Anambas, Diduga Bawa Ratusan Kg Ketamin

September 16, 2026

Proyek Pot Bougenville Batam Tak Tercantum dalam Data Resmi CSR BP Batam

September 16, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Exit mobile version