beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Kamis, November 5, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Nasional

Menteri HAM, Amnesty Internasional Hingga YLBHI Tanggapi Instruksi ‘Tembak di Tempat’ Oleh Kapolda Lampung

Berita Batam by Berita Batam
Oktober 5, 2026
0
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

RELATED POSTS

Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre

Sinergi TNI-Polri, Babinsa Koramil 06/Senayang Sosialisasikan Rekrutmen Prajurit TNI AD TA 2026–2027

Tinggalkan Kunci di Motor, Mahasiswa Kehilangan Beat di Tomoro Cafe

DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

Jakarta | beritabatam.co : Instruksi “tembak di tempat” terhadap pelaku begal yang disampaikan Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, memicu perdebatan luas terkait batas penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.

Instruksi tersebut disampaikan Helfi dalam konferensi pers di Mapolda Lampung pada 15 Mei 2026, menyusul tewasnya anggota polisi, Bripka Anumerta Arya Supena, yang ditembak komplotan pencurian kendaraan bermotor saat memergoki aksi curanmor pada 9 Mei lalu.

“Tidak ada toleransi pelaku begal. Saya sudah perintahkan tembak di tempat,” tegas Helfi saat itu.

Menurut Polda Lampung, tindakan tegas diperlukan karena pelaku begal di wilayah tersebut dinilai semakin berbahaya. Polisi menyebut sejumlah pelaku kini menggunakan senjata api rakitan dan diduga terhubung dengan jaringan peredaran narkotika.

Namun, pernyataan tersebut menuai penolakan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Hak Asasi Manusia. Menteri HAM, Natalius Pigai, secara terbuka menolak kebijakan tembak di tempat terhadap pelaku begal tanpa proses hukum.

Dalam pernyataannya di Bandung pada 20 Mei 2026, Pigai menegaskan bahwa setiap warga negara tetap memiliki hak hidup dan hak mendapatkan proses hukum yang adil.

“Saya tidak membolehkan orang ditembak tanpa melalui prosedur dan proses hukum yang jelas. Tidak boleh begal ditembak langsung di tempat,” ujar Pigai.

Ia menilai penembakan di tempat berpotensi melanggar asas praduga tak bersalah serta menghilangkan peluang aparat untuk membongkar jaringan kejahatan lebih luas.

Penolakan serupa juga datang dari Komnas HAM. Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyebut penggunaan senjata api hanya diperbolehkan sebagai upaya terakhir dalam situasi tertentu.

Sementara itu, Amnesty International Indonesia menilai instruksi Kapolda Lampung berpotensi melanggar hak hidup dan bertentangan dengan aturan penggunaan senjata api dalam Peraturan Kapolri.

Deputi Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena, mengatakan kebijakan tembak di tempat bukan solusi utama untuk menekan aksi begal.

“Penegakan hukum tetap harus dilakukan berdasarkan prinsip peradilan yang adil,” ujarnya.

Kritik juga datang dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang menilai pernyataan Kapolda berbahaya dan berpotensi memicu praktik extrajudicial killing atau pembunuhan di luar proses hukum.

Di sisi lain, dukungan terhadap langkah tegas polisi justru menguat di media sosial dan kalangan masyarakat. Banyak warga menilai aksi begal sudah semakin meresahkan sehingga membutuhkan tindakan cepat dan keras dari aparat.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, bahkan meminta aparat tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal demi menjaga keamanan masyarakat.

Namun hingga kini, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, belum memberikan pernyataan terbuka terkait polemik tersebut.

Di satu sisi, masyarakat menginginkan tindakan cepat terhadap pelaku kejahatan jalanan yang semakin brutal. Namun di sisi lain, sejumlah pihak mengingatkan bahwa penegakan hukum tetap harus berjalan sesuai prosedur dan prinsip negara hukum.(Ben)

ShareTweetSend

Related Posts

Batam

Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre

November 5, 2026
Kepri

Sinergi TNI-Polri, Babinsa Koramil 06/Senayang Sosialisasikan Rekrutmen Prajurit TNI AD TA 2026–2027

November 5, 2026
Hukrim

Tinggalkan Kunci di Motor, Mahasiswa Kehilangan Beat di Tomoro Cafe

November 4, 2026

Popular Stories

  • DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi TNI-Polri, Babinsa Koramil 06/Senayang Sosialisasikan Rekrutmen Prajurit TNI AD TA 2026–2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre

November 5, 2026

Sinergi TNI-Polri, Babinsa Koramil 06/Senayang Sosialisasikan Rekrutmen Prajurit TNI AD TA 2026–2027

November 5, 2026

Tinggalkan Kunci di Motor, Mahasiswa Kehilangan Beat di Tomoro Cafe

November 4, 2026

DPD Kepri Gelar Dialog Daerah, Jaring Masukan Masyarakat untuk Propemperda 2027

November 4, 2026
Foto: PG

Kompensasi Blackout PLN Batam Dinilai Tak Adil, Ombudsman: Potongan 10-25 Persen Biaya Beban Terlalu Kecil

November 4, 2026
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In