beritabatam.co
  • Home
  • Kepri
  • Batam
  • Internasional
  • Nasional
  • Viral
  • Hukrim
Rabu, September 23, 2026
  • Login
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim
No Result
View All Result
beritabatam.co
No Result
View All Result
Home Nasional

Deforestasi Kian Turun, Perusahaan Tetap Perlu Tingkatkan Upaya Kehilangan Hutan dan Kerusakan Lingkungan

Berita Batam by Berita Batam
Agustus 4, 2023
0
Deforestasi Kian Turun, Perusahaan Tetap Perlu Tingkatkan Upaya Kehilangan Hutan dan Kerusakan Lingkungan

Deforestasi Kian Turun, Perusahaan Tetap Perlu Tingkatkan Upaya Kehilangan Hutan dan Kerusakan Lingkungan Foto: (***)

Nasional | beritabatam.co : Secara global, lebih dari 1.000 perusahaan mengungkapkan kemajuan yang telah dicapainya sejauh ini terkait upaya menurunkan tingkat deforestasi dalam laporan terkini dari CDP. Jumlah perusahaan yang berpartisipasi dalam laporan ini meningkat sebanyak 300% di tahun 2022 jika dibandingkan dengan tahun 2017, dan hanya ada 35 perusahaan diantaranya yang berasal dari Asia Tenggara.

Lebih dari 60% perusahaan yang berpartisipasi dalam laporan ini mengungkapkan adanya risiko bisnis akibat deforestasi. Rata-rata perusahaan menghadapi kerugian sebesar $330 juta akibat paparan risiko tersebut, sedangkan biaya penanganan risiko ini hanya sekitar $17,4 juta.[1]

RELATED POSTS

Polresta Barelang Amankan 40 Motor Hasil Kejahatan Curanmor dari Berbagai Lokasi

Polresta Barelang Ungkap Kasus Karhutla di Tangkapan Air Tembesi, 10 Hektare Lahan Terbakar

Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

TMA Waduk Nongsa Turun ke 5,96 Meter, BP Batam Siapkan Antisipasi Jaga Pasokan Air

Sekitar 90% perusahaan mengatakan bahwa mereka belum siap melakukan transisi menuju masa depan yang bebas deforestasi.

Perusahaan-perusahaan di Asia menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan kawasan lain dalam menetapkan kebijakan bebas deforestasi, target bebas deforestasi, kemamputelusuran dan restorasi ekosistem.

(Jakarta, 3 Agustus 2023) Laporan terkini dari CDP, organisasi nirlaba yang menjalankan sistem pelaporan lingkungan global, menunjukan bahwa sebanyak 1.043 perusahaan telah melakukan pengungkapan melalui kuesioner hutan CDP di tahun 2022. Hasil ini memperlihatkan peningkatan sebesar 300% untuk jumlah partisipasi perusahaan dalam lima tahun terakhir. Hal ini menjadi pertanda positif bahwa banyak perusahaan yang mulai menyadari pentingnya hutan dan mulai terbuka untuk mengungkapkan dampak operasional bisnisnya terhadap hutan.

Sayangnya, perusahaan yang melakukan pengungkapan di Asia Tenggara hanya berjumlah 35 perusahaan. Meskipun ada peningkatan perusahaan yang menyadari adanya risiko bisnis dari deforestasi, namun tindakan untuk memenuhi komitmen mengurangi deforestasi masih dianggap kurang sehingga mendorong peningkatan risiko tersebut. Bahkan, hanya 1 dari 10 perusahaan yang melaporkan telah mengambil langkah-langkah cukup dalam menghentikan deforestasi.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa secara global, perusahaan-perusahaan masih belum secara efektif melakukan mitigasi risiko sehingga berpotensi mengalami kerugian hampir $80 miliar secara keseluruhan. Dari 10 perusahaan di Asia Tenggara saja, total risiko yang dilaporkan mencapai $2,3 miliar, sedangkan biaya penuh untuk menangani semua risiko yang diidentifikasi dan dilaporkan oleh 16 perusahaan hanya sebesar US$223 juta. CDP berpendapat bahwa dampak finansial yang dilaporkan perusahaan terkait risiko ini jauh lebih rendah daripada jumlah sebenarnya.

Kawasan Asia Tenggara memiliki sekitar 30% dari keseluruhan terumbu karang dunia, sepertiga dari total hutan bakau dunia2, dan hampir 15% hutan tropis dunia. Hal ini membuat implikasi dari ketidakpedulian terhadap dampak deforestasi menjadi sangat besar dan dampaknya akan luar biasa dirasakan di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah dan para pemangku kebijakan di Asia Tenggara telah mengambil langkah-langkah penting dalam menunjukkan komitmennya terhadap netralitas karbon atau net zero. Sejumlah langkah yang telah dilakukan antara lain adalah menetapkan target untuk mengurangi emisi dari sektor hutan dan penggunaan lahan, pengelolaan deforestasi, dan melakukan kolaborasi dengan pihak non-pemerintah, termasuk sektor swasta. Beberapa inisiatif yang telah diimplementasikan meliputi peningkatan Nationally Determined Contribution (NDC), pengembangan taksonomi hijau, dan persyaratan pengungkapan mengenai Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) atau ESG.

Meskipun terdapat kemajuan yang telah dicapai, banyak tantangan yang perlu mendapatkan perhatian lebih, khususnya bagi perusahaan yang membeli komoditas dari Indonesia. Salah satunya adalah dampak dari produksi komoditas terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia. Pada tahun 2022, terdapat 28 perusahaan (meningkat dari 21 perusahaan pada tahun 2021) di Asia Tenggara yang melakukan pengungkapan melalui kuesioner hutan dan menjadi yang terdepan di kawasan ini.  Di antaranya, 10 perusahaan berasal dari Indonesia, 7 perusahaan dari Malaysia, 6 dari Singapura, 4 dari Thailand, 1 dari Filipina, dan tidak ada dari Vietnam.

Tindakan mendesak diperlukan untuk mengakhiri deforestasi. Oleh karena itu, laporan ini menjabarkan langkah-langkah utama yang harus diambil oleh perusahaan. Langkah-langkah ini termasuk melakukan evaluasi risiko secara komprehensif, meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan bebas-deforestasi dan-konversi, dan mengungkapkan kemajuan mereka dalam mencapai rantai pasok yang bebas deforestasi serta bebas konversi. Pengungkapan yang difasilitasi CDP atas perusahaan dan sektor jasa keuangan memungkinkan adanya pelaporan yang transparan terkait kemajuan dalam mencapai kerangka dan standar praktik terbaik.

John Leung, Direktur Asia Tenggara dan Oseania dari CDP mengatakan:

“Kawasan Asia Tenggara memiliki alam dan iklim yang penting dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Karena itu, negara di kawasan ini perlu segara mengambil langkah pencegahan perubahan iklim secara bersama-sama. PIlihan yang diambil oleh pemerintah dan perusahaan di Indonesia serta negara lainnya di kawasan Asia Tenggara dapat membantu mencegah bencana perubahan iklim global dan kehilangan hutan serta habitatnya.” 

Perkembangan terbaru ini tentu sangat menjanjikan, dan wilayah ini sedang menuju arah yang tepat dalam upaya keberlanjutan. Namun, untuk mencapai komitmen global penghentian laju deforestasi pada tahun 2030, tindakan yang tegas harus dipercepat. Komitmen netral karbon atau net zero tidak akan tercapai tanpa menghentikan deforestasi dan konversi lahan. Laporan ini telah menunjukkan bahwa di Asia Tenggara saja, total risiko yang dilaporkan, yakni US $2,3 miliar, merupakan 10 kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan biaya untuk menangani semua risiko yang teridentifikasi yang hanya sebesar US $223 juta.

Tindakan dan pengungkapan lingkungan yang lebih serius diperlukan agar kita dapat memperoleh gambaran lebih jelas tentang bagaimana bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, dimana alam dan manusia bisa hidup berdampingan. Kami berharap lebih banyak perusahaan di kawasan ini menyadari bahwa upaya melindungi lingkungan dan memperkuat komitmen mereka terhadap konservasi alam bisa menjadi keunggulan kompetitif bagi mereka.”

Thomas Maddox, Global Director, Forests, CDP mengatakan:

“Tahun ini adalah tahun luar biasa bagi perusahaan yang mengungkapkan dampaknya terhadap hutan, sekaligus menunjukkan sinyal positif untuk transparansi. Laporan ini menunjukkan, bahwa perusahaan-perusahaan semakin menyadari risiko dan peluang terkait dengan penanggulangan deforestasi. Tetapi, kami masih melihat kesenjangan antara komitmen dan tindakan nyata dari mereka. Deforestasi bukanlah keharusan dalam produksi komoditas. Pemberantasan deforestasi dari rantai pasok komoditas adalah langkah yang masuk akal secara ekonomi dan lingkungan, tetapi membutuhkan insentif keuangan dan kebijakan yang tepat untuk memprioritaskan tindakan tersebut. Tidak ada ruang bagi deforestasi dalam pencapaian emisi nol bersih dan masyarakat pun menuntut hal yang sama. Hal yang paling penting dalam mencapai tujuan ini adalah ‘kapan’, bukan ‘jika. Perusahaan yang bertindak terlambat akan menghadapi risiko biaya yang paling tinggi.”

Laporan Hutan Global 2023 yang berjudul “Transisi Hutan: Dari Risiko Menuju Ketahanan” dirilis berdasarkan data dari 1.000 lebih perusahaan. Dengan demikian, laporan ini menjadi kumpulan data yang paling komprehensif dan terstandarisasi mengenai paparan risiko deforestasi terhadap perusahaan. Untuk baca laporan selengkapnya: CDP_Global_Forest_Report_2023_Bahasa.pdf  (***)

ShareTweetSend

Related Posts

Foto: Polresta Barelang
Hukrim

Polresta Barelang Amankan 40 Motor Hasil Kejahatan Curanmor dari Berbagai Lokasi

September 22, 2026
Foto: Polresta Barelang
Hukrim

Polresta Barelang Ungkap Kasus Karhutla di Tangkapan Air Tembesi, 10 Hektare Lahan Terbakar

September 22, 2026
Foto: Ilustrasi AI
Kepri

Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

September 22, 2026

Discussion about this post

Popular Stories

  • Foto: Ilustrasi AI

    Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TMA Waduk Nongsa Turun ke 5,96 Meter, BP Batam Siapkan Antisipasi Jaga Pasokan Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polresta Barelang Ungkap Kasus Karhutla di Tangkapan Air Tembesi, 10 Hektare Lahan Terbakar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Terbaru

Foto: Polresta Barelang

Polresta Barelang Amankan 40 Motor Hasil Kejahatan Curanmor dari Berbagai Lokasi

September 22, 2026
Foto: Polresta Barelang

Polresta Barelang Ungkap Kasus Karhutla di Tangkapan Air Tembesi, 10 Hektare Lahan Terbakar

September 22, 2026
Foto: Ilustrasi AI

Pengamat: Pembangunan Kepri Mundur, Utang Rp400 Miliar dan Potensi Maritim Diabaikan

September 22, 2026
Foto: Istimewa

TMA Waduk Nongsa Turun ke 5,96 Meter, BP Batam Siapkan Antisipasi Jaga Pasokan Air

September 22, 2026
Pemberian Penghargaan Atas Pendampingan Hukum Penyelesaian PNBP Sewa Perairan Tersus, Minggu, 21 September 2026.
Foto: Istimewa

Sinergi BP Batam dan Kejari Batam Selesaikan PNBP Sewa Perairan Tersus Rp18,82 Miliar

September 21, 2026
September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    
beritabatam.co

www.beritabatam.co portal media online berbasis di kota Batam Kepulauan Riau, Indonesia  Bacalah…Cerdas

INFORMASI

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

FOLLOW US

Facebook Instagram Youtube

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Utama
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Internasional
  • Viral
  • Hukrim

© 2022 BERITABATAM.CO - All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In