
Batam | beritabatam.co – Tren belanja serba cepat dan maraknya pakaian bekas impor atau thrifting di Batam ternyata menyimpan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan pesisir Kepulauan Riau. Isu itu menjadi pembahasan utama dalam talkshow publik bertajuk “Menolak Punah antara Gaya Hidup, Limbah dan Masa Depan Bumi” yang digelar di Atrium Pollux Mall Batam, Minggu malam [23/08/26].
Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda. Ada Ketua Aliansi Jurnalis Independen [AJI] Batam sekaligus jurnalis lingkungan Yogi Sahputra, Praktisi Slow Fashion Indina Putri Fadjar, dan Hasbi dari inisiatif daur ulang Onrework.
Dalam paparannya, Yogi Sahputra menyebut Batam saat ini berhadapan langsung dengan krisis ekologis yang salah satunya dipicu oleh tumpukan limbah pakaian. Sebagai pulau kecil dengan populasi 1,4 juta jiwa, Batam menjadi salah satu titik masuk utama pakaian impor.
“Dampak pertamanya ada pada saat pencucian. Ada penelitian yang menyebutkan ratusan ribu mikroplastik luruh ketika kita mencuci pakaian berbahan sintetis seperti poliester, dan airnya bermuara langsung ke laut kita,” ungkap Yogi.
Ia juga menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir [TPA] di Batam yang sudah overload. Sisa pakaian hasil sortir thrifting yang tidak layak pakai, kata Yogi, akhirnya menumpuk di TPA dan menghasilkan air lindi beracun yang merembes hingga ke laut.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru. Mikroplastik dikhawatirkan sudah masuk ke dalam biota laut Batam seperti gonggong.
“Ini yang memunculkan kekhawatiran adanya kandungan mikroplastik pada biota laut kita, seperti gonggong. Pertanyaannya, apakah Batam ini menolak punah, atau justru Batam menjadi tempat kita punah?” tegas Yogi. Ia mendorong pemerintah daerah, akademisi, dan NGO untuk berhenti berdebat di luar substansi dan mulai fokus meneliti serta mencari solusi nyata dari krisis ini.
Senada dengan itu, Praktisi Slow Fashion Indina Putri Fadjar mengkritisi budaya konsumtif masyarakat yang gemar membeli pakaian seragam instan. Mulai dari baju arisan hingga jersey acara lari, sebagian besar menggunakan bahan plastik atau poliester.
“Membeli murah bukan berarti bisa sustain. Sampah fashion di sini sudah luar biasa, kita seolah sudah jadi tempat sampahnya negara tetangga,” ujar Indina.
Ia menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari kesadaran individu. Gaya hidup berkelanjutan atau slow fashion bukan berarti mahal dan eksklusif. Langkah awalnya bisa dimulai dari hal paling sederhana di rumah.
“Coba buka lemari baju kita, jujur pada diri sendiri, apakah kita benar-benar butuh baju sebanyak ini? Bijaklah memilah pakaian, perhatikan label bahannya, usahakan persentase serat alam atau katun jauh lebih besar dari poliester,” jelasnya.
Indina juga membagikan tips kecil untuk mengurangi pencemaran. Masyarakat diminta mengurangi frekuensi mencuci jika pakaian belum benar-benar kotor, menggunakan laundry net untuk menangkap serat mikroplastik, serta mengganti pemutih berbahan klorin dengan alternatif alami seperti cuka putih atau baking soda.
Talkshow yang diinisiasi komunitas peduli lingkungan di Batam ini ditutup dengan pesan tegas. Menunda tindakan untuk berubah bukanlah pilihan.
Mengubah cara pandang terhadap pakaian yang dikonsumsi setiap hari dinilai menjadi langkah awal paling krusial untuk menyelamatkan masa depan bumi. Terutama agar garis pesisir Batam tetap lestari untuk generasi mendatang.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik diskusi lebih luas agar isu limbah fashion dan mikroplastik tidak lagi dianggap remeh, melainkan menjadi bagian dari kebijakan publik dan gaya hidup masyarakat Batam. (Ben)
![Ketua Aliansi Jurnalis Independen [AJI] Batam sekaligus jurnalis lingkungan Yogi Sahputra, Praktisi Slow Fashion Indina Putri Fadjar, dan Hasbi dari inisiatif daur ulang Onrework.
Foto: beritabatam/YT](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-14.38.21.jpeg)











![Ketua Aliansi Jurnalis Independen [AJI] Batam sekaligus jurnalis lingkungan Yogi Sahputra, Praktisi Slow Fashion Indina Putri Fadjar, dan Hasbi dari inisiatif daur ulang Onrework.
Foto: beritabatam/YT](https://beritabatam.co/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-24-at-14.38.21-120x86.jpeg)
Discussion about this post