
Batam | beritabatam.co – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam Zulkifli Aman membeberkan bahwa Batam sebagai salah satu percontohan proyek nasional memiliki beban target pendaftaran mencapai 508 ribu Kepala Keluarga.
Sempat mengalami kesulitan dengan capaian hanya 15 persen di batas akhir Agustus lalu, perpanjangan waktu hingga akhir tahun dari Dewan Ekonomi Nasional menjadi tantangan bagi pemerintah daerah.
Tantangan utamanya adalah kesenjangan digital. Sistem Perlindungan Sosial mensyaratkan pendaftaran mandiri terintegrasi Identitas Kependudukan Digital melalui ponsel pintar.
Faktanya tidak semua warga, khususnya masyarakat menengah ke bawah maupun kalangan lansia, memiliki perangkat tersebut serta paham cara menggunakannya.
Sebagai solusi, Pemerintah Kota Batam menciptakan skema perpanjangan tangan dengan merekrut Agen Perlindungan Sosial.
“Sekarang siapa saja bisa menjadi agen pendaftar secara sukarela melalui Gerakan Peduli Tetangga. Ini tanggung jawab bersama secara kolektif. Seluruh pegawai Dinas Sosial malah saya wajibkan menjadi agen. Termasuk Wali Kota Batam juga kita tunjuk jadi agen, supaya di setiap pidato dan ceramahnya bisa terus mengajak masyarakat,” papar Zulkifli dalam keterangannya pada Senin 12 Oktober 2026.
Gerakan masif ini dikawal lintas instansi. Pemerintah tidak hanya mewajibkan seluruh jajaran RT dan RW serta kader Posyandu untuk turun lapangan, namun juga menggandeng aparat gabungan mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga level kepolisian serta komando distrik militer untuk melakukan sosialisasi serta pendataan masyarakat.
Terkait isu yang sempat viral di media sosial bahwa pemerintah mengeksploitasi tenaga kader Posyandu tanpa bayaran untuk pendataan ini, Zulkifli membantah keras hal tersebut.
“Mungkin di daerah lain kondisinya berbeda, tapi di Batam kader Posyandu beserta RT dan RW itu mendapat insentif bulanan dari APBD sebesar lima ratus ribu rupiah. Meskipun terlihat kecil, itu adalah apresiasi pemerintah untuk mereka yang mau berbagi tenaga. Jadi tidak ada tenaga yang dieksploitasi,” terangnya.
Melalui Gerakan Peduli Tetangga, Zulkifli berharap masyarakat yang lebih berdaya secara teknologi mau mengambil peran nyata. Konsepnya sangat sederhana yakni cukup memperhatikan kondisi keluarga di sekeliling tempat tinggal.
“Peduli dua tetangga di kiri dan dua tetangga di kanan saja itu sudah sangat lumayan. Tetanggalah yang menjadi perpanjangan mata, hati, dan telinga negara. Dengan rasa peduli, kita membantu mendaftarkan warga yang tidak mampu agar hak bantuan sosial pada tahun 2027 mendatang tidak hilang,” pungkas Zulkifli. (Red)










Discussion about this post