
Batam | beritabatam.co : Kualitas udara di Kota Batam mulai menunjukkan tren positif setelah sempat diselimuti kabut asap pekat. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), status udara Batam yang pada dua hari lalu sempat menyentuh angka 126 (Tidak Sehat), kini berangsur turun.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan bahwa pemantauan terbaru pada Kamis (17/09/26) pukul 07.00 pagi menunjukkan angka ISPU berada di level 69 atau dalam kategori “Sedang”.
“Visibilitas juga sudah makin baik, sehingga ada penyesuaian-penyesuaian di semua pelayanan publik yang ada di Kota Batam,” ujar Rudi di program dialog RRI, Kamis pagi.
Perbaikan kualitas udara ini langsung direspons oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batam dengan menyesuaikan kebijakan di sektor pendidikan. Setelah sempat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring selama satu hari, kini aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan secara tatap muka.
Menurut Rudi, kebijakan ini diambil dengan penuh pertimbangan dan tidak serta merta ikut-ikutan daerah lain. Pemkot Batam secara aktif berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau arah angin dan sebaran asap yang diketahui berasal dari kawasan Sumatera dan Kalimantan.
“Hari ini sudah kembali belajar tatap muka melihat perkembangan situasi. Begitu tiba-tiba anak-anak belajar daring, apakah orang tua sudah siap mengawasi? Jangan-jangan malah berkeliaran di luar. Sementara kalau di sekolah, mereka penuh dalam pengawasan pendidik,” jelasnya.
Kendati demikian, siswa tetap diwajibkan menggunakan masker.
Terkait dampak kesehatan, Rudi memastikan fasilitas kesehatan dasar seperti Puskesmas sudah siap siaga menangani masyarakat, terutama yang memiliki riwayat penyakit pernapasan atau asma.
Sejauh ini, angka penderita ISPA di Batam dilaporkan masih dalam batas standar dan belum mengalami lonjakan signifikan.
Pemkot Batam juga mengeluarkan larangan keras bagi warga untuk membakar lahan atau sampah, sekecil apapun itu. Tindakan ini dinilai akan memperburuk polusi udara lokal yang bergabung dengan asap kiriman.
Untuk kondisi darurat, warga dapat memanfaatkan layanan panggilan bebas pulsa 112 (NTPD) yang terhubung langsung dengan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Di era digital, kepanikan akibat kabut asap kerap diperparah oleh peredaran berita bohong (hoaks). Menanggapi hal ini, Diskominfo Batam telah menyiagakan Tim Cyber Security Incident Response Team (CSIRT) dari tingkat kota hingga kelurahan.
“Apabila ada hoaks ataupun orang yang mencoba menakut-nakuti masyarakat, kita bisa mendeteksi itu. Kita terkoneksi langsung dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) di Jakarta yang punya alat canggih untuk memantau IP address pembuat hoaks tersebut,” tegas Kadis Kominfo.
Sebagai penutup, Rudi Panjaitan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam menghadapi situasi ini, termasuk bijak menyaring informasi.
“Solusi terbaik adalah kolaborasi, bersama kita kuat,” tutupnya. (Red)








Discussion about this post