
Batam | beritabatam.co – Setelah melalui beberapa pertemuan dengan sejumlah Forkompida Forum Wartawan Batam (FWB) membatalkan rencana aksi demonstrasi yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 3 September 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah FWB menggelar rapat internal yang dihadiri Koordinator Aksi Cipta Gemindo Saragih pada Selasa (01/09/26) malam. Pembatalan aksi merupakan hasil kesepakatan bersama setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kondusivitas Kota Batam, iklim investasi, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Juru Bicara Forum Wartawan Batam (FWB), Ali Saragih, mengatakan bahwa pembatalan aksi merupakan keputusan bersama yang diambil setelah forum melakukan evaluasi terhadap berbagai perkembangan dan situasi menjelang pelaksanaan aksi.
“Setelah melakukan rapat dan mendengarkan berbagai masukan, Forum Wartawan Batam sepakat membatalkan aksi yang sebelumnya direncanakan pada 3 September 2026. Salah satu pertimbangan utamanya adalah menjaga kondusivitas Kota Batam serta memastikan iklim investasi tetap berjalan dengan baik”, ujar Ali
Menurut Ali, forum sangat mempertimbangkan adanya indikasi potensi-potensi penumpang gelap yang dikhawatirkan dapat memanfaatkan aksi untuk kepentingan tertentu di luar substansi yang diperjuangkan insan pers.
“Selain menjaga kondusivitas dan iklim investasi, kami juga mempertimbangkan adanya indikasi penumpang gelap. Kami tidak ingin aksi yang awalnya merupakan penyampaian aspirasi wartawan justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan lain,” katanya.
Ali menambahkan, pertimbangan lainnya adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Batam. Hal tersebut sejalan dengan arahan Kapolda Kepulauan Riau agar situasi kamtibmas tetap terjaga.
Forum Wartawan Batam juga telah melakukan komunikasi dengan Direktur Diseminasi Informasi dan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Berlian, bersama jajarannya.
Dalam komunikasi tersebut, kata Ali, forum mendapatkan penjelasan mengenai rangkaian kegiatan forum silaturahmi pimpinan BP Batam bersama insan pers yang berlangsung pada 25 Agustus 2026.
“Setelah kami berkomunikasi dengan Ibu Sthefani Berlian bersama jajaran, kami mendapatkan penjelasan mengenai kronologi dan konteks kegiatan tersebut secara lebih utuh. Ini menjadi salah satu bahan pertimbangan kami dalam mengambil keputusan,” jelas Ali.
Ia mengatakan, penjelasan yang disampaikan Stevani menunjukkan bahwa pernyataan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang beredar di publik tidak sepenuhnya menggambarkan keseluruhan pembahasan dalam forum tersebut.
“Yang beredar di publik itu merupakan bagian dari pernyataan dalam forum. Setelah kami mendapatkan penjelasan secara utuh, ternyata kegiatan tersebut tidak hanya membahas persoalan silaturahmi antara pimpinan BP Batam dengan insan pers. Ada juga pembahasan mengenai pencapaian investasi BP Batam dan sejumlah agenda lainnya,” ujar Ali.
Menurut Ali, penjelasan tersebut penting agar persoalan tidak dipahami secara parsial berdasarkan potongan pernyataan atau informasi yang beredar.
Meski membatalkan aksi, Forum Wartawan Batam menegaskan sejumlah substansi yang sebelumnya menjadi dasar rencana demonstrasi tetap menjadi perhatian.
Ali mengatakan, dalam pertemuan dengan Direktur Diseminasi Informasi dan antar lembaga BP Batam tersebut, FWB juga menyampaikan agar Ibu Li Claudia Chandra memberikan klarifikasi terkait pernyataannya dalam forum silaturahmi Pimpinan BP Batam bersama insan pers tersebut.
“Pembatalan aksi bukan berarti persoalan selesai. Kami tetap meminta adanya klarifikasi langsung dari Ibu Li Claudia terkait pernyataan yang disampaikan dalam forum tersebut. Kami ingin persoalan ini dijelaskan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan tafsir yang berbeda-beda,” tegasnya.
Selain klarifikasi, Forum Wartawan Batam juga meminta evaluasi terhadap pola kerja sama media dengan BP Batam.
“Forum juga menyampaikan perlunya evaluasi terhadap kerja sama media dengan BP Batam. Kami berharap hubungan antara BP Batam dan insan pers dapat berjalan secara profesional, transparan, dan tetap menghormati kebebasan pers,” kata Ali.
Ali menegaskan, keputusan membatalkan aksi merupakan bentuk tanggung jawab Forum Wartawan Batam dalam menjaga situasi Kota Batam tetap aman dan kondusif.
“Ini bukan berarti kami mundur atau menghilangkan substansi perjuangan. Kami hanya memilih langkah yang lebih konstruktif melalui komunikasi dan dialog. Prinsipnya, kami ingin persoalan ini diselesaikan secara terbuka, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.**











Discussion about this post